Rabu, 10 September 2008

Doa dan Iman

Doa dan Iman

Saat makan siang dengan beberapa teman, salah seorang dokter bedah bertanya kepada saya," dokter, operasi terhebat apakah yang pernah Anda lakukan?"Saya bingung harus menjawab operasi yg mana. Saya sudah banyak melakukan operasi Dan semuanya menuntut keahlian, kesabaran, ketelitian yg tinggi. Kemudian saya teringat pada operasi yg dijalani oleh gadis kecil yg hanya mempunyai harapan 10% saja untuk hidup.Malam itu para perawat membawa seorang gadis kecil yg berwajah pucat masuk ke-ruang operasi. Waktu itu pikiran saya sedang dipenuhi berbagai macam persoalan yang berat. Ketika para perawat sedang mempersiapkan pembiusan, gadis kecil ini bertanya kepada saya ...."Dokter bolehkah saya menanyakan sesuatu ?""Ya sayang, apa yg ingin kamu tanyakan?"...."Setiap malam sebelum tidur saya selalu berdoa, sekarang sebelum operasi dimulai, bolehkah saya berdoa?"......"Baiklah anak manis, engkau memang harus berdoa, jangan lupa berdoa juga untuk saya.".........Kemudian gadis kecil itu melipat kedua tangannya Dan berdoa......"Tuhan, engkau gembala yang baik, berkatilah domba kecilMu malam ini, dalam kegelapan, kiranya Engkau dekat denganku,lindungi aku sampai datangnya sinar mentari esok pagi" Dan berkati pula dokter yg akan mengoperasiku."Setelah menutup doanya gadis kecil itu berkata "sekarang saya sudah siap Dokter".Mata saya berkaca2, melihat betapa besar iman yang dimiliki gadis kecil tersebut. Malam itu sebelum saya mulai operasi, saya berdoa......"Tuhan yg baik, engkau boleh tidak membantuku dalam operasi yang lain, tapi kali ini bantulah aku untuk menyelamatkan gadis kecil ini,"kemudian saya mulai mengoperasi gadis kecil itu dan keajaiban terjadi, dia disembuhkan.Saat berpisah dan melepas gadis kecil itu untuk kembali ke rumah, maka saya sadar sesungguhnya sayalah " pasien" yg menjalani operasi iman. Gaya hidup gadis kecil itu mengajarkan bahwa jika Kita menyerahkan seluruh masalah & beban hidup Kita ke dalam tanganNya , maka Dia akan memulihkan & menolong Kita.Doa & Iman !......Membuat Kita yakin bahwa Tuhan mampu memelihara & menjaga harapan yang Kita gantungkan kepadaNya. Doa menjadikan iman sebuah kenyataan. Doa yg dinaikkan dengan iman akan menghapuskan kekuatiran di dalam hati Kita, sehingga doa itu akan mendatangkan mujizat. Tidak Ada yg mustahil bagi orang yang percaya kepadaNya, karena itu tetaplah berdoa dengan penuh kenyakinan & pengharapan di dalam namaNya.

Kamis, 14 Agustus 2008

Berani Untuk Berubah

Berani Untuk Berubah...

Rupanya itulah salah satu resep orang-orang sukses. Bagaimanapun kondisi mereka, kekurangan mereka, kelemahan mereka, semua itu tidak menjadi sebuah kendala. Lihatlah Julius Caesar, meski menderita epilepsi, ia berhasil menjadi seorang jenderal dan kemudian menjadi kaisar. Lalu juga Napoleon, walau berasal dari keluarga sederhana, juga berhasil menjadi jenderal. Bethoven bahkan menulis beberapa lagu terbaiknya justru sesudah telinganya tuli sama sekali. Atau Charles Dickens yang menjadi novelis Inggris terbesar meski kakinya pincang dan lahir dari keluarga yang sangat miskin. Atau Milton yang menggubah sajak-sajaknya yang paling indah bahkan sesudah ia menjadi buta.

Orang-orang ini sanggup mengubah kekalahan jadi kemenangan, kekurangan jadi prestasi. Itulah orang-orang yang yakin bahwa keunggulan, kemenangan, keberhasilan dan kejayaan adalah fungsi garis lurus dari kemauan dan keberanian untuk berubah. Semua memang bergantung bagaimana sikap pikiran kita menghadapi gejolak kehidupan.

Apakah benar kita sudah berubah? Apa tanda-tandanya? Jika benar kita sudah melakukan perubahan, biasanya kita akan mengalami situasi yang tidak nyaman. Karena setiap perubahan pasti menuntut kita keluar dari zona kenyamanan (comfort zone). Itulah sebabnya tidak banyak orang yang benar-benar menyukai perubahan. Sebab untuk berubah ke arah yang lebih baik, biasanya memang tidak gratis dan memang tidak nyaman. Ada 'harga' yang harus kita bayar! Entah itu pengendalian sikap kita, pengorbanan waktu kita, fokus pikiran kita, bahkan terkadang bisa jadi terimbas juga pada keluarga kita.

Berubah berarti keluar dari kebiasaan-kebiasaan lama, membentuk kebiasaan-kebiasaan baru. Berhenti bekerja dengan cara-cara lama (yang biasanya sudah rutinitas), lalu terpaksa belajar lagi untuk bisa bekerja dengan cara-cara baru (tentu saja ini tidak terlalu nyaman). Akan tetapi, siapapun yang mau melakukannya, dan bersedia untuk keluar dari zona kenyamanannya, asalkan Tuhan berkehendak pasti akan berhasil melaluinya. Sedang mereka yang masih dikuasai bisikan untuk menentang perubahan, dengan tetap mempertahankan kebiasaan-kebiasaan lama pasti akan tergilas, tertinggal, dan gagal.

Untuk mendapatkan hasil yang berbeda, lakukanlah dengan cara yang berbeda. Untuk mengubah nasib ya berubahlah. Kalau kita kita mau mengubah arah, kita akan berakhir di tempat yang sama. Memang yang paling sulit adalah mengubah sikap atau attitude kita. Betapa tidak, selama ini kita sangat suka dan nyaman dengan sikap itu. Lalu tiba-tiba kita harus mengubah sikap-sikap yang biasanya kita suka itu menjadi sikap-sikap baru! Kalau selama ini kita tergolong orang yang senang dilayani, tentu tidak mudah untuk segera berubah menjadi manusia baru suka melayani. Kalau kita terbiasa tidur sampai matahari terbit, tentu tidak mudah untuk bangun malam. Kalau biasanya kita begitu mudah tersinggung bahkan naik pitam, tentu sedikit lebih sulit untuk menjadi lebih sabar. Kalau kita takut melakukan sesuatu yang baru, tentu sulit untuk segera memulainya, sehingga selalu saja ada ribuan alasan untuk terus menundanya.

Berubahlah. Tinggalkan zona kenyamanan. Memang akan ada tekanan dari berbagai arah. Ada banyak pergolakan batin. Ada banyak keluhan atas berbagai kesulitan. Akan banyak gejolak emosi yang menghimpit. Tapi itu adalah sebuah keniscayaan. Suatu jalan yang mau tidak mau terpaksa harus kita tempuh. Itulah sebuah pertanda jalan yang kita tempuh memang benar. Tidak mudah memang. Tetapi teruslah berjalan....

From : Email

Selasa, 29 Juli 2008

Pengharapan Hanya Kepada Tuhan

PENGHARAPAN HANYA KEPADA TUHAN
“Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?”
Yesaya 2:22

Dengan keadaan penghidupan sekarang ini yang semakin sulit, banyak orang yang kehilangan kendali iman, semua cara ditempuh. Tetapi renungan kita minggu ini mengingatkan kita supaya jangan berharap kepada manusia tetapi sebaliknya berharap kepada Tuhan.
Sebab fakta membuktikan bahwa berharap kepada manusia, seringkali mengecewakan; kalau sudah kecewa sedemikian rupa, akan membuat hati menjadi tidak sejahtera, tidak ada damai, hati menjadi gunda-gulana, tidak ada ketenteraman. Gampang tersinggung, sensitif, menjadi “minder”, bahkan tidak jarang menjadi gampang marah. Oleh karena itu berharaplah hanya kepada Tuhan saja.
Kalau kita berharap kepada orang lain, maka dalam Alkitab ada sebuah ayat yang berkata demikian :”Sesungguhnya engkau berharap kepada tongkat bambu yang patah terkulai, yaitu Mesir, yang akan menusuk dan menembus tangan orang yang bertopang kepadanya. Begitulah keadaan Firaun, raja Mesir, bagi semua orang yang berharap kepadanya”. 2 Raja 18:21. Firaun dan Mesir disini berbicara tentang kekuatan duniawi. Seringkali kita mengandalkan kekuatan orang lain, tetapi ternyata sia-sia belaka, bukan mendapat pertolongan, sebaliknya memperoleh kekecewaan.
Sadarlah kembali, jika engkau telah menyimpang jauh selama ini dengan tidak berharap kepada Tuhan. Tuhan Allah kita Yesus Kristus dapat diandalkan, Dia adalah Allah yang setia. Dia tidak pernah berdusta. Apa yang di firmankanNya selalu ditepatiNya. Dia tidak pernah keliru. Renungkanlah kasih-Nya selama ini terhadapmu. Dia dapat dipercaya, sebab Dia setia, Dia tidak membiarkan orang benar itu goyah, engkau hanya perlu pertetapkan imanmu, dan percaya saja, bahwa apa yang engkau harapkan akan engkau terima, maka engkau akan menerimanya. Haleluyah!! Sebab pengharapan kepada Allah kita Tuhan Yesus Kristus tidak mengecewakan. Dia pasti membela engkau dan menolong engkau. Amin.

Jadikanlah pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya!
Oleh : Pdt. Eddy Tatimu

Rabu, 09 Juli 2008

Jangan Mengingini

JANGAN MENGINGINI
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya”. Matius 5:28
Yang namanya keinginan, semua juga punya. Laki-laki, perempuan, tua muda, besar kecil, pasti semuanya punya yang namanya “keinginan”. Cuma bentuk keinginannya bagaimana, apa yang diingini dan lain sebagainya itu yang berbeda-beda.
Ada keinginan positif, misalnya saya ingin menjadi seorang yang berguna bagi orang lain, ingin menjadi seorang yang sukses dalam hidup, menginginkan pekerjaan yang baik, dan lain-lainnya.
Tetapi ada juga keinginan yang jahat. Misalnya keinginan untuk memuaskan hawa hanfsunya, apakah itu nafsu untuk memiliki, keinginan mencelakakan orang lain karena iri hati, keinginan untuk melebihi dari orang lain, dan keinginan-keinginan lainnya yang mendatangkan dosa.
Renungan untuk minggu ini adalah dari hal jangan meingini dalam arti negatif. Dalam Kitab Keluaran 20:17 dikatakan “Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini istrinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya, atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu”. Kata “keinginan” dalam ayat ini mengandung arti yang negatif, yaitu keinginan yang disertai hawa nafsu.

Saudara-saudara, seseorang ditangkap oleh petugas keamanan, jikalau ia terbukti melakukan kejahatan (artinya tertangkap tangan, atau terbukti ia melakukan kejahatan itu), tetapi Tuhan telah menyatakan kesalahan seseorang, pada saat orang tersebut masih merencanakan didalam hati (yaitu masih berupa keinginan-keinginan untuk melakukan kejahatan tersebut ). Oleh karena itu, Firman Allah mengatakan, jangan mengingini sesuatu yang bukan milikmu. Janganlah masuk kedalam pencobaan dengan keinginan- keinginan nafsu yang jahat, karena hal ini akan membawa engkau kepada maut. Kendalikanlah hasrat hatimu untuk mengingini sesuatu yang bukan milikmu, sebab pencobaan bukan datang dari Allah, tetapi datang dari diri sendiri – Yakobus 1:14.

Oleh karena itu hatimu perlu engkau kuduskan selalu dengan Firman Allah dan Roh Kudus. Sebab kita sedang hidup ditengah-tengah zaman yang jahat, suatu zaman yang penuh dengan hawa nafsu. Maka kita sebagai orang-orang percaya, marilah kita menjaga kekudusan hidup kita menjelang hari Tuhan. Hiduplah sebagaimana layaknya seorang Kristen yang patuh pada Firman Allah. Jangan mau dicobai oleh keinginan hatimu sendiri akan hal-hal yang tidak baik, supaya jangan sampai keinginan itu dibuahi, maka ia akan melahirkan dosa, dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut (Yakobus 1:15).


Takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahata (Amsal 3:7b).
Oleh : Pdt. Eddy Tatimu

Kamis, 26 Juni 2008

Hiduplah Tetap di Dalam Kristus

Hiduplah Tetap di dalam Kristus.
“Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.”
Kolose 2:6

Setiap manusia ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik, itu wajar. Tidak keliru. Siapapun manusia itu, besar kecil, laki perumpuan, tua muda, semuanya tentunya merindukan suatu kehidupan yang layak, yang nyaman, yang berkecukupan; bahkan ada yang ingin hidup berkelimpahan harta, duit dan materi-materi lainnya, sehingga sudah menuju kepada keserakahan, tamak dan lain sebagainya.
Tidak jarang manusia dalam mengejar kekayaan duniawi, mereka menggunakan segala cara. Ada dengan cara yang benar, dan ada pula dengan cara yang tidak benar. Ada yang mengejar harta dengan cara menyusahkan orang lain, menyikut orang lain, bahkan saudara sendiripun dimakan, padahal ada ayat katakan “ Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.” Galatia 5:15. Ironisnya, ayat ini banyak dilanggar oleh orang-orang, bahkan oleh orang percaya sekalipun. Ada juga yang menggunakan cara-cara dunia mistik, mengandalkan jimat ini dan jimat itu; mempercayai pantangan ini dan pantangan itu, harus begini dan harus begitu. Membuka suatu uasaha ditentukan harus bulan anu, hari anu, jam begini, dan lain sebagainya, sedangkan Alkitab katakan :” Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus, sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan keAllahan.” Kolose 2:8-9. Artinya Allah memenuhi segala kebutuhan-kebutuhan jasmaniah kita semua yang ada dalam Kristus.
Alkitab tidak pernah melarang orang menjadi kaya, dan Alkitab tidak pernah membenci orang kaya. Banyak tokoh-tokoh Alkitab adalah orang-orang kaya pada zamannya. Misalnya, Abraham, Isak, Yakob, Ayub, Daud, Salomo dan masih banyak lagi. Tetapi yang Allah tentang adalah orang-orang yang mencintai akan uang, menghalalkan segala cara karena uang, sehingga uang sudah menjadi segala-galanya bagi orang-orang tersebut, dan Allah di nomor duakan. Allah tidak mau terjadi seperti demikian, yang Allah mau adalah supaya Dia yang menjadi pusat perhatian, pusat penyembahan, pusat kasih sayang dari manusia ciptaan-Nya. Pokoknya Dia mau supaya Dialah yang menjadi pusat segala-galanya dari manusia.
Oleh karena itu, janganlah bergeser dari imanmu dan “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan di bangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” Kolose 2:7. Amin !






Jalanilah hidup ini dengan tetap percaya kepada Kristus Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatmu, sebab Dialah yang memenuhi segenap kebutuhan hidupmu.
Oleh Pdt. Eddy Tatimu

Kamis, 29 Mei 2008

Dukacita Yang Membawa Pertobatan

Dukacita yang membawa pertobatan.
“namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat.” 2 Korintus 7:9
Oleh : Pdt. Eddy Tatimu

Ada banyak hal yang dapat membuat orang berdukacita; rugi dalam usaha, kehilangan kesempatan, kematian seseorang, kehilangan barang, kehilangan kehormatan, kehilangan nama baik, dan sebagainya. Itu semua wajar, normal, tidak ada yang istimewa, memang begitu. Orang dapat saja berdukacita karena hal-hal tersebut. Kalau ada yang kehilangan akibatnya sedih, berdukacita, dan dukacita seperti ini biasanya membawa kepada kehancuran dan kematian. Inilah yang disebut dukacita yang dari dunia – 2 Korintus 7:10b. Tetapi ada satu dukacita, yang menurut Alkitab sangat istimewa dan berharga, yaitu dukacita yang membawa kepada pertobatan.
Sulit sekali bagi seseorang untuk dapat menyesali akan perbuatannya (misalnya: kesalahan, kekeliruan ataupun dosa) dan mau bertobat. Kalaupun ada yang merasa bersalah, paling hanya sampai pada tahap “merasakan” saja, dan kalaupun ada yang ingin memperbaikinya dengan jalan bertobat dan sadar kembali, paling hanya sampai di “ingin” saja, tetapi tidak pernah mau dengan sungguh-sunggh berubah. Sangat dilematis.
Tetapi Rasul Paulus memuji akan Jemaat di Korintus, Paulus mengatakan “…….karena dukacitamu membuat kamu bertobat” 2 Korintus 7:9. Sebab jemaat Korintus pernah ditegur oleh Paulus melalui suratnya. Dan isi surat itu menyentuh dan mengena pada kehidupan orang-orang Korintus, sehingga mereka sangat sedih dan berdukacita. Tetapi surat Paulus kepada jemaat di Korintus adalah atas ilham Roh Kudus, dengan kata lain adalah atas kehendak Allah bagi jemaat tersebut, demi kebaikan mereka sendiri. Dan melalui surat tersbut, jemaat Korintus menjadi sadar, tertempelak, dan sangat berdukacita dan hasil dukacita itu mereka bertobat kembali, itulah yang dikatakan nas “Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan……” 2 Korintus 7:10.
Penyesalan akan perbuatan salah dan mau bertobat kembali, itulah yang Allah kehendaki. Sebab Allah tidak mau kita dituduh terus dari dalam batin kita dengan perbuatan-perbuatan salah yang kita perbuat. Ini sangat berat bebannya bagi orang tersebut. Tuhan mau perbuatan salah itu harus disesali dan bertobat dan jangan mau dilakukan lagi. Itulah yang namanya bertobat, artinya berbalik dari arah yang satu ke arah yang lain, dari jalan yang salah kepada jalan yang benar, dari jalan keneraka kepada jalan yang menuju sorga.
Kita yang percaya kepada Tuhan Yesus, semua sudah disembuhkan dari penyakit dosa, artinya sudah diselamatkan. Marilah kita tetap pelihara iman kita, jangan mau dicemari oleh berbagai nafsu duniawi, supaya kita tidak jatuh lagi kedalam lumpur dosa apa lagi tinggal didalam dosa……oh…betapa kasihannya. Tuhan tidak mau kita binasa, oleh sebab itu “…..Bertobatlah, supaya kamu hidup”. Yehezkiel 18:32b.


Jangan anggap enteng dosa, karena upah dosa adalah maut !

Rabu, 14 Mei 2008

Tetap Teguh dan Tidak Bergoncang

Tetap Teguh dan Tidak Bergoncang

“Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit,………” Kolose 1:23

Kehidupan manusia seperti sebuah bahtera di laut lepas. Dan perjalanan hidup manusia seperti sebuah kapal yang sedang berlayar dilautan. Seringkali dengan tiba-tiba datang angin badai menghantam kapal yang sedang berlayar itu, bahkan tidak kurang, kapal itu kemasukan air, bahkan oleng karena gelombang yang ditimbulkan angin tersebut. Dalam keadaan demikian, terjadilah kepanikan yang sangat didalam kapal itu. Ketakutan, kebingungan, tangisan dan teriakan bercampur aduk menjadi satu. Tetapi suara keributan yang keras itu tertutup oleh gemuruhnya angin dan gelombang, sehingga suara ketakutan yang keluar dari dalam kapal tersebut tak terdengar oleh siapapun. Suatu situasi yang sangat mencekam.
Seringkali keadaan kita juga sebagai orang-orang percaya seperti demikian. Menghadapi masalah hidup yang begitu kompleks; pekerjaan, rumah tangga, bisnis, keuangan, kesehatan, uang kuliah dan lain sebagainya, dimana pada akhir-akhir ini sangat goncang oleh situasi ekonomi dan keuangan nasional dan internasional yang tidak menentu, dengan kata lain umat manusia sedang menghadapi krisis global, apa dan bagaiman seharusnya yang akan kita lakukan?
Syukur kepada Tuhan bahwa kita memiliki Firman Yang Hidup, yang tidak pernah lekang oleh panasnya problema hidup, dan tidak lapuk oleh hujan pengajaran palsu manusia, Firman yang kekal yang tak berubah-ubah baik dahulu sekarang dan selama-lamanya, selalu dapat memberikan jaminan dan kepastian, bahkan Firman itu adalah Ya dan Amin. Dan Firman itu berkata :” Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar……..” Kolose 1:23.
Jangan takut kepada angin ribut yang mungkin sedang menerpa kehidupanmu, berpegang teguh pada Firman Allah, berdoalah senantiasa dan percaya saja. Maka kamu akan dituntun lepas dari segala kesulitan yang sedang menerpa hidupmu. Sebab :”Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkanNya orang benar itu goyah.” Mazmur 55:23. Haleluyah! Amin!