Senin, 02 Februari 2009

Tips Sukses Obama

Tips Sukses Obama
Tidak dapat dipungkiri, bahwa Barrack Obama adalah presiden yang banyak mendapat tugas dari dunia ini, seakan-akan Barrack mendapat beban untuk mengubah wajah dunia. Berbagai harapan diletakkan di pundak presiden kulit hitam pertama di Amerika Serikat ini. Keberhasilan Barrack dalam menggaet hati para pendukungnya tentunya bukan usaha mudah dan sederhana. Kemenangan sensasionalnya, sebagai Presiden kulit hitam pertama, sebagai presiden AS pertama yang tidak dilahirkan di Amerika, tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Dalam kesuksesan luar biasa ini, tentunya banyak hal yang bisa kita contoh dan bisa kita aplikaskan bersama dalam langkah dan kehidupan kita, kenapa tidak kita coba?

1. Rangkul Teknologi
Sejarah akan mencatat bahwa Obama adalah orang pertama yang mengerti, dan menggunakan secara efektif, kelincahan dan luasnya teknologi modern, dan keputusan dalam penggunaan teknologi ini adalah keputusan yang cerdas. Memang Obama bukan presiden pertama yang menggunakan teknologi (misalnya debat presidensial yang ditayangkan di TV oleh JK Kennedy), tapi karena jaringan sosial yang memungkinkan Obama memiliki banyak "teman", membuat nya tampil dengan personalitas yang tidak pernah dimiliki oleh kandidat manapun. Penggunaan teknologi ini memungkinkan para pendukungnya untuk merasa dekat dengan dia, tanpa harus benar-benar turun ke jalan dan melakukan banyak hal.

Jadi: Teknologi bukanlah yang statis, teknologi selalu bergerak. Jadi merangkul teknologi tidak hanya bijaksana, tapi akan sangat baik jika anda mengerti dan mau menggunakan trend yang sedang berjalan.


2. Jadilah orang yang lebih besar.
Ingat pada masa kampanye, pers sedang memburu Obama untuk berkomentar mengenai keadaan putri Sarah Palin yang pada saat itu masih remaja dan sedang hamil. Sebagai lawan politik, Obama bisa dengan mudah menjatuhkan Sarah, tapi ia malah mengatakan "Ibu saya sendiri mengandung saya pada usia 18 tahun," jawaban yang mencengangkan. Jawaban luar biasa dan jujur, dan sangat tidak lazim untuk muncul dari lawan politik. Langkah ini membuat Obama semakin tampak mulia dan mau mengambil jalan berat daripada jalan yang mudah dan memojokkan. Lebih jauh lagi, dengan cara ini, jika ia mengambil kesempatan untuk menjatuhkan Palin, maka dengan mudah ia menunjuk ke dirinya sendiri, bahwa ia juga melakukan dosa yang sama.

Jadi: Anda tidak selalu bisa menang dalam memilih menjadi orang yang lebih mengalah, tapi anda tidak mungkin kalah dengan cara ini. Harga diri memang tidak dilupakan, tapi bukan berarti mudah dicari, dan saking langka-nya, maka tindakan seperti ini akan meningkatkan nilai dan reputasi anda di jalan yang anda titi.


3. Angkat diri anda
Ketika Obama menerima nominasi dari partainya, ia melakukannya dengan cara yang luar biasa, bukan di tempat tertutup, tapi di stadion dimana para pahlawan olahraga bertempur. Dampaknya, semua orang bakal mengingat hal ini, karena mereka bukan menghadapi kampanye politis yang membosankan, tapi bagaikan berada di lapangan bola sedang menonton pertempuran mati-matian dari dua tim besar, citra yang tidak mungkin bisa mudah dilupakan. Hal ini tentunya akan melambungkan citra Obama sebagai seorang pahlawan, yang kemudian dengan mudah menjadikannya seorang yang berbeda dan sangat unik di mata dunia dan sejarah.

Jadi: Terkadang penampilan di panggung bukan hanya sekedar ditata sedemikian lupa. Ingat bahwa dampak penampilan non-verbal kepada alam bawah sadar. Michael Dukakis pada 1988, menggunakan helm militer, yang membuatnya tampak semakin aneh, membuat dirinya yang kecil dan kurang disukai tambah makin kecil lagi. Ingat, cari cara yang membuat anda tampak lebih besar dan berharga dari sekitar anda!


4. Tarik orang yang lebih baik dari anda!
Keputusan untuk menarik Joe Biden sebagai rekan kampanye-nya adalah gerakan yang luar biasa tepat. Jabatan presiden memang jabatan yang terlalu besar buat ditangani seorang diri. Sukses di admiistrasi yang ada seringkali dikaitkan dengan siapa-siapa yang berada di lingkungan kerja Presiden. Pengalaman Joe Biden memang tidak dapat disaingi oleh Obama, dan tidak ada orang yang dapat menuduh dengan mudah bahwa Obama hanya sekedar mencari ketenaran.

Jadi: Orang sukses akan mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang memiliki kemampuan dan kecerdasan yang dapat menguntungkan. Orang yang memiliki kemampuan yang akan melengkapi dirinya. Anda tidak harus menjadi orang yang paling cerdas atau paling tampan di lingkaran anda untuk dapat menjadi orang sukses, anda hanya harus mempertahankan dan menjaga mereka yang ada di lingkaran anda!

From:email

Ayah

HATI SEORANG AYAH

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada
Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap
wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-
bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya
pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan
badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Demikian pertanyaannya,
ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban
Ayahnya. Anak wanita itu berguman : " Aku tidak mengerti."

Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa
penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak
wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya
mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki."
Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri
Ibunya lalu bertanya :"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut
dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi
demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"

Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar
benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian."
Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi
dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi
itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas
sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu
rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin
keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia
senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa
aman teduh dan terlindungi. "

"Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting
tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup
kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. "

"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari
sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal
dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali
dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "

"Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat
dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya
tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya
basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia
relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu
dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan
mengharapkan hasil dari jerih payahnya."

"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan
membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya
tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya
keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "

"Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang
demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi
apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai
perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah
memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya
tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan
kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar
selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara."

"Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk
memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan &
menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap
Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. &
bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka,
walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap
kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan,
sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-
laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari &
menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia
& BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai
laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya,
senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap
perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup
keluarganya. "

"Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai
Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan
dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh
laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di
Dunia & Akhirat."

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut
& berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik
Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu
merengkuh dan mencium telapak tangan Ayanya. " AKU MENDENGAR &
MERASAKAN BEBANMU, AYAH."

From:email

Jumat, 30 Januari 2009

Ombak Kecil dan Ombak Besar

OMBAK KECIL DAN OMBAK BESAR

Alkisah, di tengah samudra yang maha luas, tampaklah ombak besar sedang bergulung-gulung dengan suaranya yang menggelegar, tampak bersuka ria menikmati kedasyatan kekuatannya, seakan-akan menyatakan keberadaan dirinya yang besar dan gagah perkasa.

Sementara itu, jauh di belakang gelombang ombak besar, tampak sang ombak kecil bersusah payah mengikuti. Ia terlihat lemah, tertatih-tatih, tak berdaya, dan jauh tersisih di belakang. Akhirnya, ombak kecil hanya bisa menyerah dan mengekor ke mana pun ombak besar pergi. Tetapi, di benaknya selalu muncul pertanyaan, mengapa dirinya begitu lebih lemah dan tak berdaya?

Suatu kali, ombak kecil bermaksud mengadu kepada ombak besar. Sambil tertaih-tatih ombak kecil berteriak: “Hai ombak besar. Tunggu!”

Sayup-sayup suara ombak kecil didengar juga oleh ombak besar. Lalu sang ombak besar sedikit memperlambat gerakannya dan berputar-putar mendekati arah datangnya suara. “Ada apa sahabat?” Jawab ombak besar dengan suara menggelegar hebat.

“Aih, pelankan suaramu. Dengarlah, mengapa engkau bisa begitu besar? Begitu kuat, gagah, dan perkasa? Sementara diriku, ah, begitu kecil, lemah dan tak berdaya. Apa sesungguhnya yang membuat kita begitu berbeda, wahai ombak besar?”

Ombak besar pun menjawab, “Sahabatku, kamu menganggap dirimu sendiri kecil dan tidak berdaya, sementara kamu menganggap aku begitu hebat dan luar biasa, anggapanmu itu muncul karena kamu belum sadar dan belum mengerti jati dirimu yang sebenarnya, hakikat dirimu sendiri”.

“Jati diri? Hakikat diri? Kalau jati diriku bukan ombak kecil, lalu aku ini apa?” Tanya ombak kecil, “Tolong jelaskan, aku semakin bingung dan tidak mengerti.”

Ombak besar meneruskan, “Memang di antara kita terasa berbeda tetapi sebenarnya jati diri kita adalah sama, kamu bukan ombak kecil, aku pun juga bukan ombak besar. Ombak besar dan ombak kecil adalah sifat kita yang sementara. Jati diri kita yang sejati sama, kita adalah air. Bila kamu menyadari bahwa kita sama-sama air, maka kamu tidak akan menderita lagi, kamu adalah air, setiap waktu kamu bisa menikmati menjadi ombak besar seperti aku, kuat gagah dan perkasa.”

Mendengar kata-kata bijak sang ombak besar, mendadak timbul kesadaran dalam diri ombak kecil. “Ya, benar, aku bukan ombak kecil. Jati diriku adalah air, tidak perlu aku berkecil hati dan menderita.”

Dan, sejak saat itu, si ombak kecil pun menyadari dan menemukan potensi dirinya yang maha dasyat. Dengan ketekunan dan keuletannya, ia berhasil menemukan cara-cara untuk menjadikan dirinya semakin besar, kuat, dan perkasa, sebagaimana sahabatnya yang dulu dianggapnya besar. Akhirnya, mereka hidup bersama dalam keharmonisan alam. Ada kalanya yang satu lebih besar dan yang lain kecil. Kadang yang satu lebih kuat dan yang lain lemah.

Begitulah, mereka menikmati siklus kehidupan dengan penuh hikmat dan kesadaran.

Sebagai manusia, sering kali kita terjebak dalam kebimbangan akibat situasi sulit yang kita hadapi, yang sesungguhnya itu hanyalah pernak-pernik atau tahapan dalam perjalanan kehidupan. Sering kali kita memvonis keadaan itu sebagai suratan takdir, lalu muncullah mitos-mitos: aku tidak beruntung, nasibku memang jelek, aku orang gagal, dan lebih parah lagi menganggap kondisi tersebut sebagai bentuk “ketidakadilan” Tuhan.

Dengan memahami bahwa jati diri kita adalah sama-sama manusia, tidak ada alasan untuk merasa kecil dan kerdil dibandingkan dengan orang lain. Karena sesungguhnya kesuksesan, kesejahteraan dan kebahagiaan bukan monopoli orang-orang tertentu. Jika orang lain bisa sukses, kita pun juga bisa sukses! Kesadaran tentang jati diri bila telah mampu kita temukan, maka di dalam diri kita akan timbul daya dorong dan semangat hidup yang penuh gairah sedahsyat ombak besar di samudra nan luas. Siap menghadapi setiap tantangan dengan mental yang optimis aktif, dan siap mengembangkan potensi terbaik demi menapaki puncak tangga kesuksesan.

“Jati diri kita adalah sama-sama manusia! Tidak ada alasan untuk merasa kecil dan kerdil dibandingkan dengan orang lain. Jika orang lain bisa sukses, kita pun bisa sukses!”

From:email

Kamis, 29 Januari 2009

Adat Istiadat dan Ke-Keristenan

Ringkasan khotbah 25.01.’09
Pengkhotbah: Pdt. Eddy Tatimu MA – Gembala SidangGPdI HF MDS.
(Ibadah minggu Keempat Januari ’09 GPdI Hagios Family Mangga Dua Square)

Adat Istiadat dan KeKristenan

Hari-hari ini, di seluruh dunia orang-orang Tiong Hoa sedang berada di dalam suasana Imlek.
Saudara-saudara jemaat Tuhan di sini juga tidak terkecuali sedang berada dalam suasana yang sama untuk menyambut Hari Raya Imlek besok bukan? Menjadi pertanyaan yang sama sampai hari ini adalah “Apakah orang Tiong Hoa yang sudah Kristen boleh merayakan Hari Raya Imlek?” Tetapi sebelumnya saya mengajak saudara-saudara untuk mengerti, apakah Imlek itu. Kata “Imlek” sendiri artinya “penanggalan menurut peredaran bulan”. Jadi tidak ada arti apa-apa. Cara penanggalan berdasarkan peredaran bulan, sudah dilakukan orang sejak zaman dahulu kala. Baik orang Tiong Kok, Arab, Yahudi, Mesir dlsb melakukan hal yang sama. Dan penanggalan yang kita kenal sekarang adalah penanggalan berdasarkan peredaran matahari atau yang disebut “Yang Lek”. Yang sebenarnya yang dimaksudkan orang dengan Hari Raya Imlek adalah Hari Raya Musim Semi, atau Sin Cia (Sin Chun dalam dialek Mandarin). Sin Chun (Chun / musim semi yang baru) adalah hari pertama Musim Semi. Ini adalah saat para petani bersuka ria karena menyambut musim tanam. Mereka telah melalui Musim Gugur dan Musim dingin dimana mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Maka sangat wajar, bila musim Semi datang perasaan mereka penuh dengan kegembiraan. Peristiwa ini terjadi sejak zaman dahulu kala. Tiongkok adalah bangsa agraris, penduduknya kebanyakan bertani. Oleh karena itu sudah menjadi satu tradisi, bila musim semi tiba, mereka sangat bersuka cita; mereka berpesta rakyat, makan minum, menari-nari, saling berkunjung keluarga dan lain sebagainya. Dengan berjalannya waktu, tradisi ini mereka mulai ritualkan. Ada sembahyang sebagai tanda ucapan syukur kepada Dewa Langit dan Dewa Bumi. Membagi-bagi Ang Pao(bungkusan merah) dalamnya diisi sejumlah duit. Seturut dengan perkembangan zaman, tradisi ini terus dikembangkan sampai seperti hari ini.
Kembali kepada pertanyaan, apakah orang Kristen Tionghoa boleh merayakan Sin Cia? Saya mau katakan dalam batas-batas tertentu, BOLEH! Artinya kalau hanya salaman, makan, kasih Ang Pao pun boleh-boleh aja. Kasih selamat sukses dan sehat. Boleh juga. Tanpa Sin Cia pun kita sering berkata demikian kepada orang-orang kan! Yang tidak boleh adalah, kalau setiap adat-istiadat itu kita kaitkan dengan unsur-unsur spiritual lalu kita sakralkan dalam bentuk-bentuk penyembahan, INI SAMA SEKALI TIDAK BOLEH!
Yesus pernah menegur dengan keras kepada orang-orang Yahudi yang menanyakan kepada Yesus tentang murid-murid-Nya yang makan dengan tidak membasuh tangan – Markus 7:1-2,5. Rupanya hal membasuh tangan dan lain-lain adalah merupakan adat-istiadat nenek moyang mereka – Markus 7:3-4. Maka Yesus menjawab mereka :”…. Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari padaKu. Percuma mereka beribadah kepadaKu, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat-istiadat manusia.” – Markus 7:6-8.
Adat-istiadat tidak semua jelek, juga tidak semua baik bagi kita orang Kristen. Semua bangsa di dunia mempunyai adat-istiadat masing-masing. Kebiasaan manusia di dunia ini kalau ketemu – apa lagi kalau sudah lama tidak ketemu – saling salam salaman, apakah ini tidak baik? Tentu saja baik. Walaupun cara menyampaikan salaman itu masing-masing bangsa berbeda-beda, ada yang berjabat tangan, ada yang menggenggam kedua kepalan tangan sambil digoyang-goyangkan didepan dada, ada yang nunduk 90 derajat, ada yang cipiki-cipika dlsb. Tradisi yang tidak baik bagi kita orang percaya adalah kalau tradisi-tradisi itu dimasukan unsur spiritual/kepercayaan tertentu. Hal ini kita jauhi. Saudara harus ingat, Firman Allah mengingatkan kita pada kondisi jemaat di Galatia, mereka tadinya tidak mengenal Allah dan menyembah para berhala. Tetapi setelah diselamatkan oleh pelayanan Paulus mereka mengenal Allah. Lama kelamaan mereka kembali kepada cara penyembahan mereka yang lama, sehingga Paulus menulis surat kepada mereka dalam Galatia 4:9-11 “….. kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun……” Inilah yang banyak dilakukan oleh orang-orang Kristen akhir zaman. Kalau ada perayaan suka lihat hari, bulan, tahun, bahkan jam-jam tertentu. Ini sama dengan yang Yesus katakan kepada orang Yahudi “Munafik”- Markus 7:6.
Kita sekalian tidak mau disebut orang munafik ‘kan! Makanya jangan ikut-ikutan dengan tradisi-tradisi yang mengandung unsur ritual dan kepercayaan. Anda mau saling kunjungi keluarga besok, silahkan. Itu Alkitabiah sebab memelihara persatuan keluarga dan saling mengasihi antara saudara yang satu dengan saudara yang lain – 1 Yoh. 4:20-21. Mau makan bersama? Silahkan. Mau kasih Ang Pao atau terima Ang Pao, silahkan. Pendeta pun mau “Ang Pao”.
Saya bukan mau kompromi dengan tradisi Tiong Hoa, tetapi apa yang wajar-wajar saja yang kita lakukan. Yang terpenting kita jangan mempercayai kepercayaan-kepercayaan yang ada dibalik tradisi-tradisi dan adat istiadat nenek moyang itu. Sebagaimana Firman Allah katakan dalam Kolose 2:8 “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.” Terlalu banyak tradisi dan adat-istiadat Tionghoa kalau mau dibicarakan. Dari perkawinan, kehamilan, kelahiran anak, usaha bisnis, pekerjaan, rumah tinggal, sampai kematian, pekuburan semua ada tata cara tradisinya. Oleh karena itu, saudara-saudara harus sangat berhati-hati dengan semuanya itu, jangan sampai terpengaruh atau tertawan dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia. Tetapi sebaliknya marilah kita meninggalkan segala tradisi-tradisi dan adat-istiadat leluhur yang hampa dan tidak berarti itu, dan lakukanlah segala sesuatu menurut ajaran dan perintah Kristus. Amin!

Rabu, 28 Januari 2009

Samson's Riddle

SAMSON’S RIDDLE
By: Donny Tatimu

Judges 14:14,18 (AMP)
And he said to them, Out of the eater came forth food, and out of the strong came forth sweetness. And they could not solve the riddle in three days.
What is sweeter than honey? What is stronger than a lion?


What is the answer to this riddle?
I believed the answer to this riddle, can effect our way of life, how we think, how we decided something, how we treat other people, how we behave, even how we set our own mind.
Why? It is simply because that is what happen to Samson!

"Out of the STRONG, came forth SWEETNESS..." this was the riddle.
What is the "strong"?
Songs 8:6, "Set me like a seal upon your heart, like a seal upon your arm; FOR LOVE IS as STRONG as death, jealousy is as hard and cruel as Sheol (the place of the dead). Its flashes are flashes of fire, a most vehement flame [the very flame of the Lord]"
LOVE is strong

What is the "sweetness"?
Psalms 119:103,"How sweet are Your words to my taste,"
WORDS [or, promises, something nice that came out from mouth] is sweet.

Now, let me make this riddle clear to you. Please allow me to change the last question from Judges 14:18. "What is stronger than a lion", into "what is love you more than a lion?"
For this question, The Bible gave us three answers about that:
1. Man can be a lion ;
Deut. 33:22; 2 Sam 23:20.
But worse than that: a whore can be a lion with honey in her mouth (Prov. 5:3-10)
This is the first answer to Samson’s riddle. And this was Samson’s answered. Almost all the day of his life, he fall in LOVE to whores, and to their SWEET WORDS.
For study: Judges 14:1, 18-20; Judg. 16.
Samson did nothing for Israel! Samson fought the Philistines, JUST BECAUSE of women! This was Samson’s biggest mistake, WRONG ANSWER!

2. Devil can be a lion;
The second answer "a lion" can point to Devil himself, 1 Peter 5:8, "for that enemy of yours, the devil, roams around like a lion roaring [in fierce hunger], seeking someone to seize upon and devour."
What is the Devil’s secret weapon? His "roar", his words, his promises. When you believe, or fall in his deception, you loose! You’ve got a WRONG ANSWER! The Devil give nothing for free!
Ephesians 6:11

3. God is a lion.
Rev. 5:5, "Then one of the elders [of the heavenly Sanhedrin] said to me, Stop weeping! See, the Lion of the tribe of Judah, the Root (Source) of David, has won (has overcome and conquered)! He can open the scroll and break its seven seals!"
If God is always the answer of your life, you get the RIGHT ANSWER, for the RIGHT PERSON, in the RIGHT TIME and the RIGHT PLACE, on the RIGHT WAY.
"What is sweeter than honey?" The answer is God’s promise is SWEETER than honey (Ps. 119:103)
What a man, or a woman, and devil and the world can offer, is HONEY! Not more than that! But what God offer to us, is something SWEETER than anything can give, it is His Living Words!

What is your answer? Man’s love and all that he can promise to give to you; or, Devil’s love and all that he can promise to give to you (Luke 4), he tried once, when he offered the world to Jesus. Or, God’s love, and ALL the GRACE and GLORY and POWER that He already provided for us?

Selasa, 27 Januari 2009

6 Pertanyaan dan Jawaban

6 pertanyaan dan jawaban

Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..
Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.. .
Pertama...
"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab...
"orang tua", "guru", "teman", dan "kerabatnya" ...
Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar...
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian".. .
Sebab kematian adalah PASTI adanya....

Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua...
"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab...
"negara Cina", "bulan", "matahari", dan "bintang-bintang" ...
Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan
adalah benar...
Tapi yang paling benar adalah "masa lalu"...
Siapa pun kita... bagaimana pun kita...dan betapa kayanya kita...
tetap kita
TIDAK bisa kembali ke masa lalu...
Sebab itu kita harus menjaga hari ini... dan hari-hari yang akan datang..

Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga...
"Apa yang paling besar di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab
"gunung", "bumi", dan "matahari".. .
Semua jawaban itu benar kata Sang Guru ...
Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu"...
Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya...
Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu...
Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini... jangan sampai
nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)...

Pertanyaan keempat adalah...
"Apa yang paling berat di dunia ini...???"
Di antara muridnya ada yang menjawab...
"baja", "besi", dan "gajah"...
"Semua jawaban hampir benar...", kata Sang Guru ..
tapi yang paling berat adalah "memegang amanah"...

Pertanyaan yang kelima adalah... "Apa yang paling ringan di dunia ini...???"
Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu", dan "daun-daunan" ...
"Semua itu benar...", kata Sang Guru...
tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan ibadah"...

Lalu pertanyaan keenam adalah...
"Apakah yang paling tajam di dunia ini...???"
Murid-muridnya menjawab dengan serentak... "PEDANG...!! !"
"(hampir) Benar...", kata Sang Guru
tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia"...
Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati... dan
melukai perasaan saudaranya sendiri...

Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN...
senantiasa belajar dari MASA LALU...
dan tidak memperturutkan NAFSU...???
Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun...
dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH....
serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita...???

(From:email)

Jumat, 23 Januari 2009

Kegelapan Yang Paling Gelap 9

Kegelapan Yang Paling Gelap 10
Oleh: Pdt. A.H. Mandey

Kedua, maka kita membaca tadi dalam Matius 22, seorang yang masuk dalam pesta perkawinan tidak mempunyai pakaian pasta nikah. Dia dibuang kedalam kegelapan yang paling gelap juga. Apakah konteksnya? Apakah sebabnya dia dibuang? Tidak mempunyai pakain pesta. Apakah pakaian itu? Berbicara dari hal kebenaran.

Pertama soal iman, kedua soal kebenaran, ketiga soal apakah ini? Soal talenta.

Ada lima menjadi 5+5, dua menjadi 2+2, satu menjadi nol. Akhirnya diambil daripadanya diberikan kepada yang mempunyai sepuluh. Satu malah jadi nol. dengan lain kata, talentanya tidak berkembang seperti yang lain.

Nah, apakah yang membuat talenta dapat berkembang? Apa? Rohul Kudus. Roh Kudus mempunyai sifat berkembang.

Saudara inget barangkali tutupan atau peti perjanjian yang selalu diusung oleh bangsa Israel. Apakah yang ada di dalamnya? Dua log batu, bokor berisi mana. Dua log batu Taurat, bayangan dari Allah Bapa, lalu bokor berisi mana, roti bayangan daripada Allah Anak, Yesus berkata:"Akulah roti kehidupan", lalu ada satu tongkat Harus yang bertunas. Ditangan tau-taunya bertunas dia. Itu berbicara dari hal Allah Roh Kudus. Roh Kudus selalu digambarkan seperti sesuatu yang banyak. Misalnya bintang-bintang dilangit. Berbicara dari apakah itu? Dari hal Roh Kudus.

Nah, jadi dalam Matius 25 ini, kita melihat, bahwa orang ini, dia dibuang ke dalam kegelapan yang paling gelap, adalah karena dia tidak mempunyai sesuatu yang dapat berkembang. Maksudnya tidak mempunyai Roh Kudus.

Jadi tiga hal yang kita melihat di dalam tiga cerita ini, tentang kegelapan yang paling gelap. Matius 22 berbicara dari hal orang yang dibuang karena tidak mencapai kesatuan iman seperti Efesus 4:13 katakan, tapi selamat atau tidak mereka? Apakah kegelapan yang paling gelap diluar itu neraka? Bukan. Nerak tidak digambarkan sebagai tempat yang gelap. Tidak. Kegelapan yang paling gelap itu berbicara dari hal: MASA ANIAYA DIBAWAH ANTI-KRISTUS.