4 Lilin
Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka. Yang pertama berkata,
“Aku adalah Damai. Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Yang kedua berkata,
“Aku adalah Iman. Sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran lilin ketiga bicara,
“Aku adalah Cinta. Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah lilin ketiga.
Tanpa terduga...Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan, ia pun berkata,
“Eh, apa yang terjadi? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu lilin keempat berkata,
"Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya."
"Akulah HARAPAN.”
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita, dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya.
From:email
Senin, 07 Desember 2009
Jumat, 04 Desember 2009
Teratai
Teratai
Teratai adalah bunga yang hidupnya di atas air yang tenang dan kotor, dimana banyak serangga dan sumber penyakit hidup. Daunnya yang besar terapung di atas air dan dijadikan tempat loncatan kodok.
Dengan kondisi yang sedemikian kotornya, orang akan menganggapnya sebagai yang tidak berharga dan kotor, yang tidak pantas untuk diraih karena demikian kotornya tempat ia hidup.
Tapi tahukah Anda, bunga teratai mempunyai bunga yang sangat indah dan bersih, bertolak belakang dengan lingkungannya yang kotor. Dia tampil dengan keindahan bunganya yang sangat menawan bagi yang melihatnya. Dia hidup dengan keindahan dan kebersihan yang demikian tanpa dipengaruhi oleh lingkungannya yang kotor. Betatapun kotornya tempat dia hidup, tapi keindahannya tetap terjaga dengan baik. Bahkan lingkungannya yang ingin merusak dirinya, bunga teratai tetap tumbuh dengan indahnya tanpa merusak lingkungannya.
Kehidupan kita juga ibaratkan bunga teratai, yang hidup di lingkungan yang terkadang dan bahkan tidak bersahabat dengan kita. Tidak jarang, alam sekitar memaksa kita untuk menerima dan menyesuaikan dengan lingkungannya.
Manusia dilahirkan sebagai makhluk dengan keindahan dan kesempurnaan yang akan membawa kebaikan bagi lingkungan dan alam sekitarnya. Keindahan manusia akan terlihat dari seberapa besar pengaruh lingkungan terhadap dirinya.
Banyak orang yang tidak menyadari, bahwa dirinya yang indah dipengaruhi oleh lingkungan yang menjadikannya tidak lagi indah dan bersahaja. Banyak orang yang tadinya merupakan panutan bagi orang lain, tapi menjadi parasit kemudian.
Seberapa besarkah Anda bisa bertahan di lingkungan Anda yang demikian kotornya. Apakah Anda akan membiarkan diri Anda kotor untuk bisa diterima oleh lingkungan Anda, atau Anda akan memeprlihatkan kepada lingkungan Anda bahwa Anda adalah orang yang bersahaja walaupun Anda berada dilingkungan yang kotor.
Jadilah Anda sebagai bunga teratai, walaupun Anda hidup di lingkungan yang kotor. Jadilah Anda yang anggun walaupun lignkungan ingin merusak Anda, dan jadikanlah Anda sebagai yang akan menentukan kualitas lingkungan Anda.
From:email
Teratai adalah bunga yang hidupnya di atas air yang tenang dan kotor, dimana banyak serangga dan sumber penyakit hidup. Daunnya yang besar terapung di atas air dan dijadikan tempat loncatan kodok.
Dengan kondisi yang sedemikian kotornya, orang akan menganggapnya sebagai yang tidak berharga dan kotor, yang tidak pantas untuk diraih karena demikian kotornya tempat ia hidup.
Tapi tahukah Anda, bunga teratai mempunyai bunga yang sangat indah dan bersih, bertolak belakang dengan lingkungannya yang kotor. Dia tampil dengan keindahan bunganya yang sangat menawan bagi yang melihatnya. Dia hidup dengan keindahan dan kebersihan yang demikian tanpa dipengaruhi oleh lingkungannya yang kotor. Betatapun kotornya tempat dia hidup, tapi keindahannya tetap terjaga dengan baik. Bahkan lingkungannya yang ingin merusak dirinya, bunga teratai tetap tumbuh dengan indahnya tanpa merusak lingkungannya.
Kehidupan kita juga ibaratkan bunga teratai, yang hidup di lingkungan yang terkadang dan bahkan tidak bersahabat dengan kita. Tidak jarang, alam sekitar memaksa kita untuk menerima dan menyesuaikan dengan lingkungannya.
Manusia dilahirkan sebagai makhluk dengan keindahan dan kesempurnaan yang akan membawa kebaikan bagi lingkungan dan alam sekitarnya. Keindahan manusia akan terlihat dari seberapa besar pengaruh lingkungan terhadap dirinya.
Banyak orang yang tidak menyadari, bahwa dirinya yang indah dipengaruhi oleh lingkungan yang menjadikannya tidak lagi indah dan bersahaja. Banyak orang yang tadinya merupakan panutan bagi orang lain, tapi menjadi parasit kemudian.
Seberapa besarkah Anda bisa bertahan di lingkungan Anda yang demikian kotornya. Apakah Anda akan membiarkan diri Anda kotor untuk bisa diterima oleh lingkungan Anda, atau Anda akan memeprlihatkan kepada lingkungan Anda bahwa Anda adalah orang yang bersahaja walaupun Anda berada dilingkungan yang kotor.
Jadilah Anda sebagai bunga teratai, walaupun Anda hidup di lingkungan yang kotor. Jadilah Anda yang anggun walaupun lignkungan ingin merusak Anda, dan jadikanlah Anda sebagai yang akan menentukan kualitas lingkungan Anda.
From:email
Rabu, 02 Desember 2009
Bentuk-bentuk Pikiran Rumit
Bentuk-bentuk pikiran yang Rumitz...
Ada seorang terpelajar jalan china kuno, berkata:" wahh ikan-ikan di kolam ini sungguh bahagia yah bisa berenang kian kemari..."
temannya berkata: "wahhh gimana kamu bisa tahu kalau mereka bahagia? kamu bukan ikan, mana tahu isi hati ikan-ikan disana?"
Pelajar itu pun membalas "kamu bukan saya bagaimana kamu bisa tahu isi pikiranku? kamu juga bukan ikan bagaimana tahu kalau mereka tidak bahagia?"
Nah renungan ini hanyalah menunjukan sulitnya jadi manusia
bila kita saja tidak bisa mengenali bentuk-bentuk pikiran kita, mengapa harus pusing-pusing mikirin bentuk-bentuk pikiran orang lain?
Bila seharusnya kita hanya memandang keindahan dari ikan yang berenang, mengapa kita harus terlibat perdebatan dengan orang yang memiliki pandangan yang beda dengan kita....
Ada satu cerita lagi...
Seorang putri menunjuk Bulan purnama di Langit... dan berkata:"wahh sungguh indah bulan di langit sana, tapi sayang tidak bisa dibawa untukku"
Seorang Terpelajar pun berkata:" Jauh-jauh melihat keatas dan berharap sesuatu yang tidak mungkin, coba lihat ke kolam ini, bulan begitu dekat dengan dirimu... Ia ada di permukaan kolam ini. dan kau dapat mengambilnya serta membawanya kemanapun kau mau, wahai tuan puteri...!"
Tuan Puteri berkata dengan nada tinggi: "Ha... kau ini tidak tahu bahwa Bulan di langit sana itu asli, dan bukan cuma bayangannya, aku mau membawa yang asli... lagian dari mana kau bisa memberikan bulan untuk aku bawa-bawa kemanapun aku pergi?"
Pelajar itu berkata:"ini ada gayung, saya akan mengambilkan bulan untukmu, dan akau akan membuktikan bahwa bulanmu tidak dapat diambil, tetapi bulanku dapat kuberikan padamu!" seraya menyendok air dari dalam kolam.
Tentu saja gayung tadi memantulkan bulan purmana di permukaannya, dan inilah yang membuat tuan puteri jatuh hati pada sang terpelajar tersebut.
Inilah pikiran manusia yang selalu tidak pernah puas, berharap yang tidak mungkin, berharap terlalu tinggi, dan tidak mau melihat yang dekat dengan realita hidupnya.
Kadang persoalan memang muncul dari diri sendiri, dari pikiran kita yang sulit dikendalikan. padahal pikiran itu snediri masih dapat dimanipulasi, pikiran masih dapat diubah, dan pikiran itu dapat di program.
mau berpikir yang baik atau yang tidak baik, itu semua tergantung pada pikiran kita.......
From:email
Ada seorang terpelajar jalan china kuno, berkata:" wahh ikan-ikan di kolam ini sungguh bahagia yah bisa berenang kian kemari..."
temannya berkata: "wahhh gimana kamu bisa tahu kalau mereka bahagia? kamu bukan ikan, mana tahu isi hati ikan-ikan disana?"
Pelajar itu pun membalas "kamu bukan saya bagaimana kamu bisa tahu isi pikiranku? kamu juga bukan ikan bagaimana tahu kalau mereka tidak bahagia?"
Nah renungan ini hanyalah menunjukan sulitnya jadi manusia
bila kita saja tidak bisa mengenali bentuk-bentuk pikiran kita, mengapa harus pusing-pusing mikirin bentuk-bentuk pikiran orang lain?
Bila seharusnya kita hanya memandang keindahan dari ikan yang berenang, mengapa kita harus terlibat perdebatan dengan orang yang memiliki pandangan yang beda dengan kita....
Ada satu cerita lagi...
Seorang putri menunjuk Bulan purnama di Langit... dan berkata:"wahh sungguh indah bulan di langit sana, tapi sayang tidak bisa dibawa untukku"
Seorang Terpelajar pun berkata:" Jauh-jauh melihat keatas dan berharap sesuatu yang tidak mungkin, coba lihat ke kolam ini, bulan begitu dekat dengan dirimu... Ia ada di permukaan kolam ini. dan kau dapat mengambilnya serta membawanya kemanapun kau mau, wahai tuan puteri...!"
Tuan Puteri berkata dengan nada tinggi: "Ha... kau ini tidak tahu bahwa Bulan di langit sana itu asli, dan bukan cuma bayangannya, aku mau membawa yang asli... lagian dari mana kau bisa memberikan bulan untuk aku bawa-bawa kemanapun aku pergi?"
Pelajar itu berkata:"ini ada gayung, saya akan mengambilkan bulan untukmu, dan akau akan membuktikan bahwa bulanmu tidak dapat diambil, tetapi bulanku dapat kuberikan padamu!" seraya menyendok air dari dalam kolam.
Tentu saja gayung tadi memantulkan bulan purmana di permukaannya, dan inilah yang membuat tuan puteri jatuh hati pada sang terpelajar tersebut.
Inilah pikiran manusia yang selalu tidak pernah puas, berharap yang tidak mungkin, berharap terlalu tinggi, dan tidak mau melihat yang dekat dengan realita hidupnya.
Kadang persoalan memang muncul dari diri sendiri, dari pikiran kita yang sulit dikendalikan. padahal pikiran itu snediri masih dapat dimanipulasi, pikiran masih dapat diubah, dan pikiran itu dapat di program.
mau berpikir yang baik atau yang tidak baik, itu semua tergantung pada pikiran kita.......
From:email
Selasa, 01 Desember 2009
Segenggam Ketenangan
Segenggam ketenangan
Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.
Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut.
Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.
"Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini ?", tanya si tukang kayu.
"Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada", jawab anak itu.
Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam 'kesibukan dan kegaduhan'. Ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan.
"Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin."
From:email
Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.
Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut.
Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.
"Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini ?", tanya si tukang kayu.
"Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada", jawab anak itu.
Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam 'kesibukan dan kegaduhan'. Ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan.
"Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin."
From:email
Selasa, 20 Oktober 2009
Ruth 1
Khotbah: Pdt. Eddy Tatimu
Ruth 1
RUTH adalah kitab yang bahasanya penuh dengan lambing-lambang dan perumpamaan-perumpamaan. Ruth – Typology – menjadi pelajaran mengenai gereja yang sempurna. Ruth 1:1-2 – dikisahkan bahwa pada jaman hakim-hakim terjadi bala kelaparan di tanah Israel. Ada sebuah keluarga, Elimelekh adalah kepada keluarganya. Keluarga ini mau menghindar dari kelaparan tersebut dan menyingkir ke daerah yang dinamakan Moab. Elimelekh membawa serta istri dan 2 (dua) orang anaknya. Lalu mereka diam di Moab, yang artinya ‘tinggal tetap’. Kedua ayat-ini dapat dibagi menjadi dibagi 2 (dua) bagian:
1. Berbicara mengenai kelaparan di Kanaan
2. Berbicara mengenai tindakan Elimelekh
Pertama: Masa kelaparan ini terjadi pada zaman hakim-hakim. Peristiwa ini terjadi diantara hakim yang pertama dan hakim yang kedua. Ruth 4:22. Boas adalah anak dari Salmon. Matius 1:5 – Ruth juga termasuk dari garis keturunan Yesus Kristus.Mengapa terjadi kelaparan? Hakim 3:7-8. Pada masa itu, Israel dijajah secara bergantian oleh bangsa-bangsa disekitarnya – sehingga Israel menjadi sangat susah. Sehingga banyak terjadi hal-hal yang sangat berat bagi bangsa Israel. Hakim 3:12-14, Israel kembali ada di dalam masa penjajahan, dikarenakan mereka menolak Tuhan. Hidup bangsa Israel tidak nyaman. Mereka diserang oleh bangsa-bangsa lain, salah satunya bangsa Amalekh. Amalekh berbicara mengenai dunia, juga Moab berbicara mengenai dunia. Israel dijajah 8 tahun ditambah 16 tahun jadi 24 tahun. Musuh-musuh Israel sangat merendahkan bangsa Israel. Tuhan sangat menyayangi bangsa Israel. Oleh sebab itu setiap kali Israel mengalami kesulitan/kesusahan, maka Tuhan selalu menolong. Tuhan senantiasa turun tangan. Tapi setelah menerima pertolongan Tuhan, seringkali bangsa Israel melupakan apa yang Tuhan sudah kerjakan. Hakim 6:1-6. Oleh sebab Israel senantiasa melakukan hal-hal yang bodoh tersebut, maka Israel tetap menjadi bangsa yang melarat, karena kedegilan hati mereka. Keluaran 3:8 – padahal janji Tuhan kepada Abraham bahwa Tuhan akan memberi semua berkat-berkat-Nya asal kita taat. Imamat 26:14-20, bahwa hukuman yang kita teriam akan terus menerus sampai tujuh kali lipat. Inilah penyebab timbulnya kelaparan di Israel. Penyebaba utamanya adalah dosa. Oleh karena dosa maka pekerjaan kita akan menjadi sia-sia. Karena dosa juga makan tanah di Israel berubah menjadi tanah yang tandus dan gersang. Tidak ada hujan. Mereka – bangsa Israel tidak menuruti perintah Allah. Tapi sebenarnya kalau mereka taat mereka akan diberkati Tuhan. Imamat 26:1-13. Jika ada sesuatu yang kita utamakan lebih daripada Tuhan, maka itu disebut berhala. Tadi sudah disebutkan diatas bahwa mengapa terjadi Kelaparan di tanah Israel, karena dosa bangsa Israel. Oleh sebab itu jangan seali-sekali kita menduakan Tuhan.
Kedua: Tindakan Elimelekh
Pada waktu Elimelekh menghadapi masalah:
1. Dia lari dari masalah. Ini kesalahan yang luar biasa. Dia pergi sebagai pengecut. Dia tidak memliki sifat sebagai seorang yang Genlement. Dia tidak mau memecahkan masalah, tapi lari dari masalah. Padahal kelaparan yang terjadi tersebut adalah karena dosa. Padahal Tuhan tidak pernah tinggalkan masalah. Yesus ketika disalib-pun tidak lari dari salib, tapi Dia menghadapi salib. Oleh sebab itu Elimelekh seharusnya menghadapi masalah dan selesaikan.
2. Elimelekh sebagai kepala keluarga. Dalam sebuah keluarga keputusan seorang kepala keluarga sangat menentukan. Kalau kepalanya salah mengambil keputusan,jadi ketika kepala keluarga melakukan kesalahan, maka seluruh anggota keluarga juga akan membuat langkah yang salah. Roma 5:19 – pemimpin artinya memimpin terhadap yang dipimpin.
Bersambung
Ruth 1
RUTH adalah kitab yang bahasanya penuh dengan lambing-lambang dan perumpamaan-perumpamaan. Ruth – Typology – menjadi pelajaran mengenai gereja yang sempurna. Ruth 1:1-2 – dikisahkan bahwa pada jaman hakim-hakim terjadi bala kelaparan di tanah Israel. Ada sebuah keluarga, Elimelekh adalah kepada keluarganya. Keluarga ini mau menghindar dari kelaparan tersebut dan menyingkir ke daerah yang dinamakan Moab. Elimelekh membawa serta istri dan 2 (dua) orang anaknya. Lalu mereka diam di Moab, yang artinya ‘tinggal tetap’. Kedua ayat-ini dapat dibagi menjadi dibagi 2 (dua) bagian:
1. Berbicara mengenai kelaparan di Kanaan
2. Berbicara mengenai tindakan Elimelekh
Pertama: Masa kelaparan ini terjadi pada zaman hakim-hakim. Peristiwa ini terjadi diantara hakim yang pertama dan hakim yang kedua. Ruth 4:22. Boas adalah anak dari Salmon. Matius 1:5 – Ruth juga termasuk dari garis keturunan Yesus Kristus.Mengapa terjadi kelaparan? Hakim 3:7-8. Pada masa itu, Israel dijajah secara bergantian oleh bangsa-bangsa disekitarnya – sehingga Israel menjadi sangat susah. Sehingga banyak terjadi hal-hal yang sangat berat bagi bangsa Israel. Hakim 3:12-14, Israel kembali ada di dalam masa penjajahan, dikarenakan mereka menolak Tuhan. Hidup bangsa Israel tidak nyaman. Mereka diserang oleh bangsa-bangsa lain, salah satunya bangsa Amalekh. Amalekh berbicara mengenai dunia, juga Moab berbicara mengenai dunia. Israel dijajah 8 tahun ditambah 16 tahun jadi 24 tahun. Musuh-musuh Israel sangat merendahkan bangsa Israel. Tuhan sangat menyayangi bangsa Israel. Oleh sebab itu setiap kali Israel mengalami kesulitan/kesusahan, maka Tuhan selalu menolong. Tuhan senantiasa turun tangan. Tapi setelah menerima pertolongan Tuhan, seringkali bangsa Israel melupakan apa yang Tuhan sudah kerjakan. Hakim 6:1-6. Oleh sebab Israel senantiasa melakukan hal-hal yang bodoh tersebut, maka Israel tetap menjadi bangsa yang melarat, karena kedegilan hati mereka. Keluaran 3:8 – padahal janji Tuhan kepada Abraham bahwa Tuhan akan memberi semua berkat-berkat-Nya asal kita taat. Imamat 26:14-20, bahwa hukuman yang kita teriam akan terus menerus sampai tujuh kali lipat. Inilah penyebab timbulnya kelaparan di Israel. Penyebaba utamanya adalah dosa. Oleh karena dosa maka pekerjaan kita akan menjadi sia-sia. Karena dosa juga makan tanah di Israel berubah menjadi tanah yang tandus dan gersang. Tidak ada hujan. Mereka – bangsa Israel tidak menuruti perintah Allah. Tapi sebenarnya kalau mereka taat mereka akan diberkati Tuhan. Imamat 26:1-13. Jika ada sesuatu yang kita utamakan lebih daripada Tuhan, maka itu disebut berhala. Tadi sudah disebutkan diatas bahwa mengapa terjadi Kelaparan di tanah Israel, karena dosa bangsa Israel. Oleh sebab itu jangan seali-sekali kita menduakan Tuhan.
Kedua: Tindakan Elimelekh
Pada waktu Elimelekh menghadapi masalah:
1. Dia lari dari masalah. Ini kesalahan yang luar biasa. Dia pergi sebagai pengecut. Dia tidak memliki sifat sebagai seorang yang Genlement. Dia tidak mau memecahkan masalah, tapi lari dari masalah. Padahal kelaparan yang terjadi tersebut adalah karena dosa. Padahal Tuhan tidak pernah tinggalkan masalah. Yesus ketika disalib-pun tidak lari dari salib, tapi Dia menghadapi salib. Oleh sebab itu Elimelekh seharusnya menghadapi masalah dan selesaikan.
2. Elimelekh sebagai kepala keluarga. Dalam sebuah keluarga keputusan seorang kepala keluarga sangat menentukan. Kalau kepalanya salah mengambil keputusan,jadi ketika kepala keluarga melakukan kesalahan, maka seluruh anggota keluarga juga akan membuat langkah yang salah. Roma 5:19 – pemimpin artinya memimpin terhadap yang dipimpin.
Bersambung
Kamis, 13 Agustus 2009
Determination
DETERMINATON
In 1883, a creative engineer named John Roebling was inspired by an idea to build a spectacular bridge connecting New York with the Long Island. However bridge building experts throughout the world thought that this was an impossible feat and told Roebling to forget the idea. It just could not be done. It was not practical. It had never been done before.
Roebling could not ignore the vision he had in his mind of this bridge. He thought about it all the time and he knew deep in his heart that it could be done. He just had to share the dream with someone else. After much discussion and persuasion he managed to convince his son Washington, an up and coming engineer, that the bridge in fact could be built.
Working together for the first time, the father and son developed concepts of how it could be accomplished and how the obstacles could be overcome. With great excitement and inspiration, and the headiness of a wild challenge before them, they hired their crew and began to build their dream bridge.
The project started well, but when it was only a few months underway a tragic accident on the site took the life of John Roebling. Washington was injured and left with a certain amount of brain damage, which resulted in him not being able to walk or talk or even move.
"We told them so."
"Crazy men and their crazy dreams."
"It`s foolish to chase wild visions."
Everyone had a negative comment to make and felt that the project should be scrapped since the Roeblings were the only ones who knew how the bridge could be built. In spite of his handicap Washington was never discouraged and still had a burning desire to complete the bridge and his mind was still as sharp as ever.
He tried to inspire and pass on his enthusiasm to some of his friends, but they were too daunted by the task. As he lay on his bed in his hospital room, with the sunlight streaming through the windows, a gentle breeze blew the flimsy white curtains apart and he was able to see the sky and the tops of the trees outside for just a moment.
It seemed that there was a message for him not to give up. Suddenly an idea hit him. All he could do was move one finger and he decided to make the best use of it. By moving this, he slowly developed a code of communication with his wife.
He touched his wife's arm with that finger, indicating to her that he wanted her to call the engineers again. Then he used the same method of tapping her arm to tell the engineers what to do. It seemed foolish but the project was under way again.
For 13 years Washington tapped out his instructions with his finger on his wife's arm, until the bridge was finally completed. Today the spectacular Brooklyn Bridge stands in all its glory as a tribute to the triumph of one man's indomitable spirit and his determination not to be defeated by circumstances. It is also a tribute to the engineers and their team work, and to their faith in a man who was considered mad by half the world. It stands too as a tangible monument to the love and devotion of his wife who for 13 long years patiently decoded the messages of her husband and told the engineers what to do.
Perhaps this is one of the best examples of a never-say-die attitude that overcomes a terrible physical handicap and achieves an impossible goal.
Often when we face obstacles in our day-to-day life, our hurdles seem very small in comparison to what many others have to face. The Brooklyn Bridge shows us that dreams that seem impossible can be realised with determination and persistence, no matter what the odds are.
Even the most distant dream can be realized with determination and persistence.
From:email
In 1883, a creative engineer named John Roebling was inspired by an idea to build a spectacular bridge connecting New York with the Long Island. However bridge building experts throughout the world thought that this was an impossible feat and told Roebling to forget the idea. It just could not be done. It was not practical. It had never been done before.
Roebling could not ignore the vision he had in his mind of this bridge. He thought about it all the time and he knew deep in his heart that it could be done. He just had to share the dream with someone else. After much discussion and persuasion he managed to convince his son Washington, an up and coming engineer, that the bridge in fact could be built.
Working together for the first time, the father and son developed concepts of how it could be accomplished and how the obstacles could be overcome. With great excitement and inspiration, and the headiness of a wild challenge before them, they hired their crew and began to build their dream bridge.
The project started well, but when it was only a few months underway a tragic accident on the site took the life of John Roebling. Washington was injured and left with a certain amount of brain damage, which resulted in him not being able to walk or talk or even move.
"We told them so."
"Crazy men and their crazy dreams."
"It`s foolish to chase wild visions."
Everyone had a negative comment to make and felt that the project should be scrapped since the Roeblings were the only ones who knew how the bridge could be built. In spite of his handicap Washington was never discouraged and still had a burning desire to complete the bridge and his mind was still as sharp as ever.
He tried to inspire and pass on his enthusiasm to some of his friends, but they were too daunted by the task. As he lay on his bed in his hospital room, with the sunlight streaming through the windows, a gentle breeze blew the flimsy white curtains apart and he was able to see the sky and the tops of the trees outside for just a moment.
It seemed that there was a message for him not to give up. Suddenly an idea hit him. All he could do was move one finger and he decided to make the best use of it. By moving this, he slowly developed a code of communication with his wife.
He touched his wife's arm with that finger, indicating to her that he wanted her to call the engineers again. Then he used the same method of tapping her arm to tell the engineers what to do. It seemed foolish but the project was under way again.
For 13 years Washington tapped out his instructions with his finger on his wife's arm, until the bridge was finally completed. Today the spectacular Brooklyn Bridge stands in all its glory as a tribute to the triumph of one man's indomitable spirit and his determination not to be defeated by circumstances. It is also a tribute to the engineers and their team work, and to their faith in a man who was considered mad by half the world. It stands too as a tangible monument to the love and devotion of his wife who for 13 long years patiently decoded the messages of her husband and told the engineers what to do.
Perhaps this is one of the best examples of a never-say-die attitude that overcomes a terrible physical handicap and achieves an impossible goal.
Often when we face obstacles in our day-to-day life, our hurdles seem very small in comparison to what many others have to face. The Brooklyn Bridge shows us that dreams that seem impossible can be realised with determination and persistence, no matter what the odds are.
Even the most distant dream can be realized with determination and persistence.
From:email
Selasa, 11 Agustus 2009
Team Work Synergy
TEAM WORK SYNERGY
TAK SEORANGPUN YANG BISA JADI SUPERMAN
Almarhum Christopher Reeve menjadi sangat terkenal ketika ia memerankan tokoh Superman. Superman tokoh fantasi idola anak-anak sedunia karena kehebatan dan kekuatannya yang tak terkalahkan. Ia digambarkan senang menolong dan selalu menang atas berbagai kejahatan.
Namun, di akhir hidupnya Reeve mengalami kecelakaan hebat yang mengakibatkan ia lumpuh total. Namun, semangatnya tak terpadamkan. Dengan bantuan istri, keluarga, rekan-rekan dan peralatan medis, ia sanggup menjadi sutradara film. Apa yang dapat kita simak dari peristiwa ini? Sungguh tak seorangpun yang benar-benar bisa menjadi superman. Kita semua ternyata saling membutuhkan. Sebuah kekuatan dan kehebatan terletak dari kerja sama dan sinergi yang harmonis.
KEGAGALAN THE LONE RANGER
Memang benar ada orang yang memiliki banyak talenta dan sanggup mengerjakan berbagai pekerjaan sekaligus (multitasking), namun ia tidak memiliki segalanya. Ia tetap membutuhkan orang lain. Untuk sementara ia kelihatan unggul, tapi sesungguhnya ia tak akan mampu ber-saing menghadapi kekuatan sebuah tim.
Pernah ada seorang pemilik perusahaan yang bermaksud mencari rekanan untuk jasa training di kantornya. Ia menghubungi sebuah perusahaan training dan melakukan interview pada sang trainer. Si pengusaha menanyakan perihal kompetensi sang trainer. Dengan bangga sang trainer menjawab bahwa ia sanggup mengajarkan semua bidang keahlian yang diinginkan pemilik perusahaan. Harapannya, ia pasti memperoleh pekerjaan tersebut. Namun ia harus kecewa, karena ternyata si bos mencari trainer yang expert pada bidang tertentu dan bukan yang bisa segalanya.
DI TENGAH ERA GLOBALISASI, KITA MEMERLUKAN SPESIALISASI
Apa yang dilakukan Yesus ketika Ia siap memulai pelayanan? Yesus tidak sekadar berkhotbah, melakukan mukjizat, dan mengajar orang banyak. Tapi, Ia juga memanggil murid-murid-Nya yang pertama. Yesus membangun teamwork. Ia menyadari tugas mahapenting yang harus dilakukan, karena tidak untuk selama-lamanya Ia berada di dunia ini.
Ada hal yang menarik ketika Yesus memanggil para rasul-Nya. Yang merupakan prinsip-prinsip utama dari sebuah teamwork :
Spesifik - Mereka berasal dari latar belakang dan profesi yang berbeda. Yesus memanggil nelayan, pemungut cukai, dokter, pejuang kaum Zelot, dan lain-lainnya untuk menjadi rasul-rasul. Keragaman memperkaya khazanah dan kompetensi teamwork.
Network - Mereka dipanggil untuk menjadi penjala bukan pemancing.Sebuah jala berbeda dengan pancing. Pancing adalah usaha perorangan. Sedangkan jala berbicara tentang kerja sama. Saling mengisi, mendukung, dan menolong satu sama lain.
Delegasi - Mereka dipercayai melakukan tanggung jawab masing-masing. Secara mendadak murid-murid pernah diperintahkan untuk memberi makan 5.000 orang. Filipus segera menghitung anggaran biaya. Andreas bagian humas menemukan seorang anak dengan bekal roti dan ikan. Yesus memberkati dan murid-murid membagikannya. Mukjizat dan kuasa ada pada Yesus, namun teamwork yang ada selalu berfungsi sebagai pelaksana andal.
MEMBIASAKAN DIRI BEKERJA SECARA TEAM WORK
Tidak banyak yang memiliki bakat alamiah sebagai pemimpin. Namun sebagian besar pemimpin sulit mendelegasikan atau bekerja sama dengan orang lain. Ego yang kuat dan sulit memercayai merupakan halangan terbesar dalam teamwork. Namun hal ini dapat dikelola dan dilatih agar kita tidak terjebak dalam kegagalan the lone ranger.
Seperti halnya seorang pemimpin tidak dilahirkan, melainkan dibentuk. Demikian pula sebuah teamwork harus dibangun dengan melewati berbagai proses pembentukan. Diawali dengan tahap pengenalan pribadi dan sesama anggota, lalu ada tahap konflik dan perbedaan pendapat. Kemudian terjadi proses saling memahami dan penyesuaian pribadi yang dilanjutkan dengan kemampuan untuk saling mengisi dan sinergi. Ketika seorang merasa lemah, maka anggota tim yang lain akan dapat menolong. Itulah keunggulan sebuah sinergi teamwork.
From:email
TAK SEORANGPUN YANG BISA JADI SUPERMAN
Almarhum Christopher Reeve menjadi sangat terkenal ketika ia memerankan tokoh Superman. Superman tokoh fantasi idola anak-anak sedunia karena kehebatan dan kekuatannya yang tak terkalahkan. Ia digambarkan senang menolong dan selalu menang atas berbagai kejahatan.
Namun, di akhir hidupnya Reeve mengalami kecelakaan hebat yang mengakibatkan ia lumpuh total. Namun, semangatnya tak terpadamkan. Dengan bantuan istri, keluarga, rekan-rekan dan peralatan medis, ia sanggup menjadi sutradara film. Apa yang dapat kita simak dari peristiwa ini? Sungguh tak seorangpun yang benar-benar bisa menjadi superman. Kita semua ternyata saling membutuhkan. Sebuah kekuatan dan kehebatan terletak dari kerja sama dan sinergi yang harmonis.
KEGAGALAN THE LONE RANGER
Memang benar ada orang yang memiliki banyak talenta dan sanggup mengerjakan berbagai pekerjaan sekaligus (multitasking), namun ia tidak memiliki segalanya. Ia tetap membutuhkan orang lain. Untuk sementara ia kelihatan unggul, tapi sesungguhnya ia tak akan mampu ber-saing menghadapi kekuatan sebuah tim.
Pernah ada seorang pemilik perusahaan yang bermaksud mencari rekanan untuk jasa training di kantornya. Ia menghubungi sebuah perusahaan training dan melakukan interview pada sang trainer. Si pengusaha menanyakan perihal kompetensi sang trainer. Dengan bangga sang trainer menjawab bahwa ia sanggup mengajarkan semua bidang keahlian yang diinginkan pemilik perusahaan. Harapannya, ia pasti memperoleh pekerjaan tersebut. Namun ia harus kecewa, karena ternyata si bos mencari trainer yang expert pada bidang tertentu dan bukan yang bisa segalanya.
DI TENGAH ERA GLOBALISASI, KITA MEMERLUKAN SPESIALISASI
Apa yang dilakukan Yesus ketika Ia siap memulai pelayanan? Yesus tidak sekadar berkhotbah, melakukan mukjizat, dan mengajar orang banyak. Tapi, Ia juga memanggil murid-murid-Nya yang pertama. Yesus membangun teamwork. Ia menyadari tugas mahapenting yang harus dilakukan, karena tidak untuk selama-lamanya Ia berada di dunia ini.
Ada hal yang menarik ketika Yesus memanggil para rasul-Nya. Yang merupakan prinsip-prinsip utama dari sebuah teamwork :
Spesifik - Mereka berasal dari latar belakang dan profesi yang berbeda. Yesus memanggil nelayan, pemungut cukai, dokter, pejuang kaum Zelot, dan lain-lainnya untuk menjadi rasul-rasul. Keragaman memperkaya khazanah dan kompetensi teamwork.
Network - Mereka dipanggil untuk menjadi penjala bukan pemancing.Sebuah jala berbeda dengan pancing. Pancing adalah usaha perorangan. Sedangkan jala berbicara tentang kerja sama. Saling mengisi, mendukung, dan menolong satu sama lain.
Delegasi - Mereka dipercayai melakukan tanggung jawab masing-masing. Secara mendadak murid-murid pernah diperintahkan untuk memberi makan 5.000 orang. Filipus segera menghitung anggaran biaya. Andreas bagian humas menemukan seorang anak dengan bekal roti dan ikan. Yesus memberkati dan murid-murid membagikannya. Mukjizat dan kuasa ada pada Yesus, namun teamwork yang ada selalu berfungsi sebagai pelaksana andal.
MEMBIASAKAN DIRI BEKERJA SECARA TEAM WORK
Tidak banyak yang memiliki bakat alamiah sebagai pemimpin. Namun sebagian besar pemimpin sulit mendelegasikan atau bekerja sama dengan orang lain. Ego yang kuat dan sulit memercayai merupakan halangan terbesar dalam teamwork. Namun hal ini dapat dikelola dan dilatih agar kita tidak terjebak dalam kegagalan the lone ranger.
Seperti halnya seorang pemimpin tidak dilahirkan, melainkan dibentuk. Demikian pula sebuah teamwork harus dibangun dengan melewati berbagai proses pembentukan. Diawali dengan tahap pengenalan pribadi dan sesama anggota, lalu ada tahap konflik dan perbedaan pendapat. Kemudian terjadi proses saling memahami dan penyesuaian pribadi yang dilanjutkan dengan kemampuan untuk saling mengisi dan sinergi. Ketika seorang merasa lemah, maka anggota tim yang lain akan dapat menolong. Itulah keunggulan sebuah sinergi teamwork.
From:email
Langganan:
Postingan (Atom)
