Kamis, 21 Januari 2010

Renungan 21 Januari 2010

Renungan 21 Januari 2010
TELITI CARA HIDUPMU - Pdt. Eddy Tatimu
1 Petrus 2:12
“Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.”

Seringkali kita membaca dari sejarah ada yang berjuang untuk membela iman Kristen, melalui suatu cita-cita spiritual yang mulia, seperti Perang Salib. Tetapi cara-cara yang dipergunakan sama sekali salah. Begitu pula dengan sasaran atau target yang sudah anda tentukan tahun ini, penting sekali untuk diperhatikan apa metode dan cara yang anda gunakan untuk mencapainya. Apakah itu bisnis anda, atau pelayanan anda.
Penting sekali anda bertanya, apakah cara atau metodeku sejalan dengan kehendak dan prinsip yang di katakan oleh Alkitab? Atau jangan-jangan tujuannya kelihatan mulia, tetapi cara yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut sangat bertentangan dengan Firman Allah. Barangkali anda merindukan sebuah posisi yang menurut anda dengan posisi tersebut anda dapat menjalankan program-program pelayanan anda, yaitu membantu fakir miskin, yatim piatu dan janda-janda; serta lebih jauh lagi anda punya mimpi yang besar untuk dapat memimpin dari posisi itu untuk kemajuan Injil. Tetapi untuk naik ke posisi tersebut, anda telah menyikut dan menendang begitu banyak orang dengan fitnah dan dengan cara-cara yang tidak terhormat.
Atau mungkin dalam berbisnis anda ingin meraup keuntungan yang besar, dengan tujuan anda akan melayani Tuhan, membantu pekerjaan Tuhan dan lain sebagainya, tetapi cara-cara yang anda pakai dalam berbisnis tidak sesuai dengan prinsi-prinsip Alkitab, ini pun salah.
Oleh sebab itu telitilah cara-cara anda di dalam semua aspek kehidupan anda, dan usahakanlah sedemikian rupa, supaya nama Tuhan dipermuliakan melalui perbuatan dan tindakan anda. Amin.

Rabu, 20 Januari 2010

Renungan 20 Januari 2010

Renungan 20 Januari 2010
BUKTI ANDA BERTUMBUH - Pdt. Eddy Tatimu
Yesaya 42:8
“Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyuharan-Ku kepada patung-patung.”

Didalam sebuah bukunya, John Piper menulis demikian: “Komitmen Tuhan bagi umat-Nya tidak didasarkan pada umat itu sendiri, tetapi pada diri-Nya. Keinginan-Nya untuk menyelamatkan dan memurnikan mengalir bukan dari prinsip kita yang dangkal tetapi dari prinsip-Nya yang dalam dan tak terbatas.” Sebuah ungkapan yang kuat dan tegas.
Nabi Yesaya berkata bahwa Alah tidak akan memberikan kemuliaan-Nya kepada yang lain, termasuk kepada Anda, supaya anda sadar, bahwa tujuan UTAMA Allah adalah memasyurkan nama-Nya bukan nama anda. Kalau anda menyadari hal ini, maka anda berada didalam posisi berpikir yang benar.
Tetapi sayangnya banyak orang Kristen zaman ini tidak dapat menerima kenyataan ini. Mereka terlalu sombong, berbicara besar, tidak ada kerendahan hati, mereka berpikir bahwa Tuhan hadir untuk memenuhi keinginan mereka, dan bukannya mereka yang harus melakukan kehendak-Nya. Mereka lebih mementingkan reputasi dan kehormatan pribadi daripada kemuliaan-Nya. Mereka berkata: “Bagaimana aku harus sukses?” “Bagaimana aku dapat menyelesaikan berbagai macam persoalanku?” “Bagaimana aku harus ..... aku harus.... aku harus.......” dan seterusnya. Kalau demikian jadinya, berarti anda tidak dapat mengerti bahwa Tuhan mau, melalui ujian yang anda alami, itu akan menjadikan anda rendah hati dan dapat menyembah Tuhan serta memandang pada kebaikan dan kemuliaan-Nya, “......Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.” Yesaya 57:15.
Allah mau supaya anda memuliakan Dia, supaya anda boleh menjadi manusia yang utuh. Ketika anda mulai memuliakan Dia dan lebih mengutamakan reputasi-Nya dari pada reputasi anda, berarti anda mulai bertumbuh dalam kehidupan Kristen. Amin.

Selasa, 19 Januari 2010

Renungan 19 Januari 2010

Renungan 19 Januari 2010
MENGHADAPI KEKECAWAAN - Pdt. Eddy Tatimu
Roma 15:13
“Semoga Allah, sumber pengharapan memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.”

Perasaan dan emosi seringkali membuat orang bersemangat, tetapi tidak kalah seringnya membuat orang berhadapan dengan kekecewaan.
Begitu pula dengan perjalanan hidup anda. Anda pastikan bahwa itu akan berhasil, bahwa itu akan menjadi milik anda. Tetapi pada kenyataannya, semuanya hanya menjadi impian belaka. Lalu anda kecewa, frustrasi.
Ingatlah ini, bahwa Allah tidak pernah salah mengatur jalan hidup anda. Dia lebih tahu tentang anda ketimbang anda mengenal diri anda sendiri. Sebab Dia adalah Allah Yang Maha Tahu. Oleh sebab itu, Anda boleh percaya kepada-Nya, dan Anda boleh tetap berharap kepada-Nya, pengharapan anda harus di kobarkan kembali, jangan biarkan hati anda diliputi kekecewaan terus-menerus. Sebab ingat, bahwa “Harapan yang tertunda menyedihkan hati” – Amsal 13:12, artinya harapan yang belum terpenuhi membuat hati kecewa. Dan oleh karena itu, kekecewaan hanya dapat diobati dengan harapan yang dihidupkan kembali.
Tuhan masih memegang kendali atas hidupmu. Bersabarlah dan jangan menyerah, berdoalah seperti Daud berdoa: “Dan sekarang,apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan? Kepadamu-Mulah aku berharap.” – Mazmur 39:8. Amin!

Senin, 18 Januari 2010

Renungan 18 Januari 2010

Renungan 18 Januari 2010
KUASA UCAPAN SYUKUR - Pdt. Eddy Tatimu
Efesus 5:20-21
“Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus”.

Kehidupan orang Kristen, tidak terlepas dari mengucap syukur. Ada kuasa dibalik ucapan syukur. Kita mengucap syukur bukan hanya pada saat kita berada dalam keberkatan, sehat, bahagia dan lain sebagainya, tetapi Firman Allah katakana dalam 1 Tesalonika 5:18 “ ….mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus”. Artinya mengucap syukur baik dalam keadaan senang maupun susah. Sulit bagi seseorang untuk bersyukur ketika ia berada dalam keadaan susah, sebab sangat berat untuk melakukannya. Tetapi itulah yang Tuhan mau kita lakukan, karena ada maksud Allah dibalik semuanya itu, yaitu semata-mata untuk kebaikan kita.
Salah satu tujuan Allah supaya kita mempersembahkan syukur sebagai korban adalah supaya kita memuliakan Allah – Mazmur 50:23.
Setiap persembahan syukur, itu merupakan suatu korban. Kata “korban” adalah pemberian untuk menyatakan bakti dan kesetiaan (Kamus Besar Bhs Indonesia). Sedangkan berkorban ialah menjadi korban, menderita rugi. Jadi dari pengertian ini, kita tahu sekarang bahwa mempersembahkan syukur adalah mengorbankan sesuatu sebagai tanda bakti dan kesetiaan kita sekalipun keadaan yang kita hadapi tidak nyaman bagi “daging” kita. Tetapi inilah salah satu cara kita memuliakan Allah.
Selain itu, ketika kita berada di dalam kesesakan atau keadaan yang seperti itu, kalau kita mau mempersembahkan syukur sebagai korban kepada Allah dan membayar nazar kita kepada-Nya, maka Dia akan meluputkan kita dari semua hal itu – Mazmur 50:14-15. Bahkan dalam hal jasmanipun, Tuhan memberi jaminan kepada kita – Filipi 4:6-7.
Oleh karena, belajarlah mulai sekarang berani mengucap syukur di dalam segala hal. Mohon kekuatan dan kesanggupan dari Tuhan Yesus supaya kita sanggup melakukan Firman-Nya ini. Dan saudara akan mengalami mujizat yang heran, sesuatu yang ajaib akan terjadi di dalam hidupmu. Sebab ada kuasa di balik ucapan syukur. Dan kuasa dan mujizat itu Tuhan sediakan bagi kita semua. Amin !

Sabtu, 16 Januari 2010

Renungan 16 Januari 2010

​Renungan 16 Januari 2010
RENCANA ALLAH BAGI ANDA - Pdt. Eddy Tatimu
Roma 8:28
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Mungkin anda berpikir bahwa kehidupan itu adalah suatu misteri, tetapi bagi Allah, tidak demikian. Kehidupan anda berada di dalam tangan Tuhan, di dalam rencana-Nya yang sudah pasti.
Banyak rencana-rencana yang indah yang kita buat, untuk studi kita, usaha kita, keluarga kita, pelayanan kita. Semua ini baik, sebagai sarana untuk mempraktekkan dan mewujudkan iman kita. Alkitab pun mengajar kita, dalam melakukan sesuatu supaya di buat rencana yang matang dan saksama – Amsal 24:6 “Karena hanya dengan perencana-an engkau dapat berperang.....”
Tetapi apa yang akan terjadi dengan kehidupan ini tidak ada seorang pun yang mengeta-huinya. Apa yang sudah di rencanakannya, tiba-tiba gagal berantakan. Bisnis yang hancur, studi yang tidak sampai selesai, rumah-tangga yang kacau balau. Apa yang kita lakukan dalam keadaan seperti ini? Apakah anda gagal? Apakah kita harus menyerah?
Tidak! Anda tidak gagal. Sebab ketahuilah, sebagai orang beriman, semua rencana anda harus terjadi sesuai dengan kehendak Tuhan – 1 Yohanes 5:14 “....bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.”
Dia akan membentuk kita melalui rencana-rencana yang kita buat, untuk menjadikan kita suatu pribadi yang tangguh yang selalu berharap dan bersandar kepada kehendak Allah. Amin!

Jumat, 15 Januari 2010

Renungan 15 Januari 2010

CARA ALLAH YANG HARUS DIPATUHI - Pdt. Eddy Tatimu
1 Samuel 15:22
“Tetapi jawab Samuel: Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.”

Kita dapati dalam kisah ini, Saul diurapi menjadi raja atas Israel, dan dia ingin menjadi raja yang baik, dia berperang melawan musuh-musuhnya dan mengalahkan mereka – 1 Samuel 14:47-52. Dia melakukan semuanya ini dengan mengikuti jalan-jalan Allah. Tetapi sayang motifnya tidak murni. Karena suatu ketika perbuatannya diketahui orang pada saat ia dihadapkan dengan suatu keputusan besar.
Tuhan memerintah supaya seluruh bangsa Amalek tua muda besar kecil laki perempuan beserta seluruh hewan milik mereka supaya ditumpas habis. Dan Saul menaatinya. Dia mematuhi perintah Tuhan dan menuju medan pertempuran.
Tetapi yang terjadi adalah begitu pertempuran berakhir, Saul tidak mematuhi Firman Tuahn yang di sampaikan oleh Nabi Samuel, yaitu untuk menghabisi raja Amalek dan seluruh bangsanya dan hewan-hewannya. Saul ditegur oleh Samuel, dan Saul mencoba untuk berargumentasi dengan Samuel, dengan mengatakan bahwa dia menyelamatkan yang terbaik dari barang rampasan itu untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Sebenarnya bukan kepatuhan yang memotivasi Saul, tetapi kesombongan. Akibatnya dia harus bayar mahal, yaitu Tuhan telah menolak dia sebagai raja – 1 Samuel 15:1-35
Belajarlah patuh kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh bukan separoh-separoh, sebab di mata Tuhan perbuatan demikian tidak ada maaf. Kita harus menggunakan cara Allah untuk mencapai apa yang sudah Dia sediakan bagi kita. Taatilah selalu Firman Tuhan, Amin!

Selasa, 12 Januari 2010

Kisah Si Induk Bebek

KISAH SI INDUK BEBEK

Waktu itu disaat para hewan hidup rukun seperti manusia …

Suatu ketika seekor induk bebek duduk di peternakan. Seekor ayam jago datang menghampirinya dan berkata, “Oh induk bebek yang baik hati maukah menolongku membersihkan bulu-buluku yang kotor ?”

“Baiklah, mari kusikat dan kubersihkan bulu-bulumu wahai paman Ayam ” jawab induk bebek ” Terima kasih, kau baik sekali” Ayam jago sangat senang.

Tak lama setelah induk bebek selesai membersihkan bulu-bulu paman ayam, datanglah seekor Keledai dan berkata kepada induk bebek, “Oh induk bebek cintaku, maukah menolongku membawakan kantong2 ini…berat sekali, aku tak kuat membawanya sendiri”

“Baiklah mari ku bantu membawakannya untukmu” jawab induk bebek “Terima kasih, kau baik sekali” Nona Keledai sangat senang.

Kemudian datanglah lagi seekor kucing kepada induk bebek dan berkata, “Oh induk bebek, aku mengotori lantai rumah majikanku. Maukah kau menolongku membersihkannya?”

“Aku lelah, tapi baiklah…aku akan menolongmu membersihkan lantai rumah majikanmu” jawab induk bebek “Terima kasih, kau baik sekali, aku akan mengingat kebaikanmu”. Pak Kucing senang sekali sambil tersenyum ramah.

“Induk bebek…kemarilah…maukah menolongku?” Nona sapi tampak kebingungan. “Ada apa nona sapi?” induk bebek bertanya, “Kau kelihatan begitu bingung”.

“Lonceng kecil di leherku tidak mau berbunyi…maukah kau melihat dan memperbaikinya?”, “Oh tentu…tenanglah sebentar, aku akan menolongmu” jawab induk bebek.

“Terima kasih, kau baik sekali kawan” sekarang aku dapat berjalan lagi dengan nyaman. Nona sapi senang sambil tersenyum malu - malu.

” benar -benar hari yang sangat melelahkan…aku menghabiskan waktu untuk melakukan pekerjaan ini dan itu, tapi aku senang dapat membantu kawan - kawanku” . Induk bebek beristirahat karena hari sudah sangat malam.

Keesokan harinya, dipagi yang cerah..induk bebek pergi ke ladang gandum. Di pinggir lumbung Ia bertemu dengan Ayam jago.

“Selamat pagi Ayam jago, aku hendak ke ladang gandum…maukah kau membantuku memotong gandum?” induk bebek bertanya. “Oh aku sedang sibuk sekali induk bebek” jawab paman Ayam sambil menyisir bulu –bulunya yang indah.

“Ya…,baiklah kalau begitu biar ku potong sendiri gandum – gandum ini”.

Setelah memotong gandum, induk bebek pergi memetik apel. Di Bawah pohon apel, Nona Keledai sedang duduk bercermin.

“Selamat pagi Nona Keledai, aku hendak memetik apel, maukah kau membantuku mengumpulkannya? induk bebek bertanya. “Oh maaf induk bebek, aku sedang terburu-buru…aku harus pergi sekarang “, jawab Nona keledai sambil membereskan peralatan kosmetiknya yang berceceran.

“Ya…,baiklah kalau begitu biar kupetik dan kukumpulkan sendiri apel -apel itu nanti”. Induk bebek bekerja sendiri.

Sepulangnya dari memetik apel, induk bebek pergi ke gudang mengambil sekantong gula, sekantong tepung, sebotol sirup, sepuluh butir telur dan dua bongkah besar mentega. Di depan pintu gudang ia bertemu dengan Pak Kucing dan induk bebek bertanya, ” Pak Kucing maukah membantuku membawakan barang-barang ini ke dapur bersamaku?”. “Oh aku tidak sempat induk bebek, banyak pekerjaan yang harus kulakukan” jawab Pak Kucing sambil menjilati tangannya.

“Ya…,baiklah kalau begitu biar kubawa sendiri barang-barang ini ke dapur” jawab induk bebek masgul.

Dan sesampainya di dapur, induk bebek harus mengeluarkan sekarung besar batu bara. Tapi untunglah, Nona sapi ada di dekat sana.

“Hai Nona Sapi, kemarilah sebentar. Maukah kau menolongku mengeluarkan sekarung batu bara ini?” pinta induk bebek. “Oh induk bebek, kotor sekali karung itu…lagipula aku ada janji dengan paman Ayam, Nona Keledai dan Pak Kucing” jawab Nona Sapi.

“Ya…,baiklah kalau begitu biar kuangkat sendiri karung batubara ini” jawab induk bebek.

Sesudah itu mulailah induk bebek membuat kue tart apel yang besar dan enak, karena semua bahan yang dia butuhkan sudah lengkap. Kue itu kemudian ditaruh di pinggir jendela dapur.

“Oh..oh apakah kalian juga menciumnya, harum sekali…ini pasti kue apel yang sangat enak” kata Pak Kucing. “Tentu,tentu kami juga dapat menciumnya….ayo kita cari darimana asalnya” jawab Ayam jago, Nona Keledai dan Nona Sapi.

Di depan jendela, induk bebek sudah bersiap-siap menikmati kue tart apelnya ketika kawan - kawannya datang dan berkata, “Induk bebek, maukah kau membagi kue tart apelmu kepada kami, enak sekali kelihatannya” kata mereka.

“Oh…aku membuatnya seorang diri dan kalian tidak mau membantuku, jadi akupun akan memakannya seorang diri” kata induk bebek. Mendengar itu, Ayam jago, Nona Keledai, Pak Kucing dan Nona Sapi tampak kecewa dan malu.

Induk bebek lalu berkata,” Tapi karena kalian adalah kawan-kawanku, aku akan memberikan kue tart apel ini juga kepada kalian”. Akhirnya merekapun makan bersama dengan bahagia

Sifat manusia terkadang seperti nona keledai, nona sapi dll, membutuhkan disaat mereka dalam keadaan susah saja, tetapi di saat teman dalam kesusahan mereka tidak peduli. Apakah Anda masih seperti nona keledai, nona sapi, pak kucing dan ayam??

From:email