Senin, 25 Januari 2010

Renungan 25 Januari 2010

Renungan 25 Januari 2010
KOMPAS KEHIDUPAN - Pdt. Eddy Tatimu
Ibrani 12:1-2
“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.”

Kalau anda membuat gambar perjalanan kehidupan anda disecarik kertas, anda akan mendapati ada gunung-gunung yang menjulang tinggi ke atas, dan juga ada jurang curam yang terjal menukik turun ke lembah-lembah yang dalam. Inilah gambaran kehidupan rohani anda. Ada kalanya iman kitanda seperti terbang tinggi ke angkasa permai, tetapi ada kalanya terjun turun begitu menakutkan.
Penyebab utama dari hal-hal tersebut adalah, ketika anda di berkati, semangat anda melayang tinggi, anda bergairah, tetapi begitu anda menghadapi keadaan yang sebaliknya, anda terguncang, dan semangat anda menjadi lemah, bahkan keadaan rohani anda menurun tajam kebawah.
Inilah sebabnya didalam anda membangun hubungan dengan Tuhan, anda terlalu bergantung kepada hal-hal lahiriah/external yang naik turun tidak menentu.Tuhan tidak pernah merancang demikian. Sebagai orang percaya, kita mempunyai Yesus yang diam di dalam kita, Dia tidak berubah, baik kuasa-Nya, kasih-Nya maupun kesetiaan-Nya kekal selama-lamanya. Dialah yang menangani dan memecahkan segala problem hidupmu dan menyelesaikannya untukmu.
Dia mengendalikan engkau dari dalam dirimu dan menuntun anda berjalan pada jalan yang sudah direncanakan-Nya bersama Dia. Sebab itu, apapun yang terjadi, berpalinglah pada-Nya – Kristus Yesus Allah yang Maha Kuasa. Amin

Minggu, 24 Januari 2010

Renungan 23 Januari 2010

Renungan 23 Januari 2010
HADAPILAH HIDUP DENGAN IMAN - Pdt. Eddy tatimu
1 Tesalonika 5:24
“Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.”

Banyak hal yang kita tidak ketahui dalam kehidupan ini, dan banyak perkara yang kita tidak mengerti mengapa itu harus terjadi. Tapi semua seperti langit runtuh menimpa hidup kita. Sasaran-sasaran yang tidak kesampaian, perobahan-perobahan yang terjadi dalam kehidupan yang tidak dapat dijelaskan. Semuanya kita tidak mengerti.
Tetapi ketahuilah, salah satu cara Allah menilai iman kita ialah dengan membiarkan hal-hal yang tidak diketahui dalam kehidupan ini menyelinap masuk menyerang kehidupan kita. Abraham dipanggil Allah pergi menuju ke suatu tempat yang tidak diketahuinya. Ia tanpa bertanya dan tanpa ragu “Lalu pergilah Abram seperti yang difirman TUHAN kepadanya.......” Kejadian 12:4. Dan di kemudian hari, dicatat dalam Alkitab “Karena iman Abraham taat, ketika ia di panggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.” Ibrani 11:8. Dan akhirnya, Bangsa Israel memiliki Tanah Perjanjian itu sampai hari ini.
Kisah yang lain dalam Alkitab menceriterakan tentang Daud yang diurapi oleh Nabi Samuel sebagai raja Israel. Tetapi tidak pernah diberitahukan kepadanya mengenai penangguhan bertahun-tahun sebelum ia bisa menjadi raja Israel. Daud menjadi buronan dari Raja Saul yang iri hati. Seharusnya Daud melalui beberapa kali kesempatan, ia dapat membunuh Saul, tetapi ia menyadari bahwa jalan Allah bukanlah jalan manusia, sehingga ia membiarkan Saul tetap hidup, dan menyerahkan seluruh proses jalan hidupnya sendiri kepada Allah yang Maha Kuasa.
Semua kejadian yang tak disangka-sangka didalam kehidupan ini berada didalam kendali Allah yang berkuasa. Jika Ia menjanjikan sesuatu kepada Anda, berpeganglah teguh kepada janji-Nya itu, sebab Ia akan melalukannya bagi Anda. Amin.

Jumat, 22 Januari 2010

Renungan 22 Januari 2010

Renungan 22 Januari 2010
MENJADI SERUPA DENGAN GAMBARAN KRISTUS - Pdt. Eddy Tatimu
Roma 8:29
“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”

Adalah kehendak Allah bagi kita semua supaya menjadi serupa dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. Dalam panggilan Allah kepada anda dan saya, tidak peduli apakah anda seorang profesional, ataukah anda seorang pebisnis, ataukah anda seorang kepala keluarga, atau ibu rumah tangga dan lain sebagainya, Allah mau supaya dalam panggilan-Nya, kita semua dapat mencerminkan Kristus didalam kehidupan kita.
Kita berkarya dalam bidang kita masing-masing, kita membuat rencana-rencana yang baik, tetapi apa yang kita rencanakan banyak yang tidak tercapai sesuai dengan apa yang kita harapkan. Apakah kita harus kecewa? Apakah kita harus berhenti berkarya? Tentunya tidak! Kita seharusnya menyadari, bahwa Allah, didalam membentuk kita supaya sesuai dengan gambaran Anak-Nya, selalu memakai berbagai macam cara untuk memprosesnya. Sampai kita menjadi serupa dengan Yesus. Haleluyah!
Berkaryalah terus, sambil melayani Tuhan. Biarkan Allah memakai baik keberhasilan anda maupun kegagalan anda, untuk menjadikan anda dari hari ke sehari menjadi sama seperti gambaran Anak-Nya.
“Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.” 2 Korintus 5:9. Amin.

Kamis, 21 Januari 2010

Renungan 21 Januari 2010

Renungan 21 Januari 2010
TELITI CARA HIDUPMU - Pdt. Eddy Tatimu
1 Petrus 2:12
“Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.”

Seringkali kita membaca dari sejarah ada yang berjuang untuk membela iman Kristen, melalui suatu cita-cita spiritual yang mulia, seperti Perang Salib. Tetapi cara-cara yang dipergunakan sama sekali salah. Begitu pula dengan sasaran atau target yang sudah anda tentukan tahun ini, penting sekali untuk diperhatikan apa metode dan cara yang anda gunakan untuk mencapainya. Apakah itu bisnis anda, atau pelayanan anda.
Penting sekali anda bertanya, apakah cara atau metodeku sejalan dengan kehendak dan prinsip yang di katakan oleh Alkitab? Atau jangan-jangan tujuannya kelihatan mulia, tetapi cara yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut sangat bertentangan dengan Firman Allah. Barangkali anda merindukan sebuah posisi yang menurut anda dengan posisi tersebut anda dapat menjalankan program-program pelayanan anda, yaitu membantu fakir miskin, yatim piatu dan janda-janda; serta lebih jauh lagi anda punya mimpi yang besar untuk dapat memimpin dari posisi itu untuk kemajuan Injil. Tetapi untuk naik ke posisi tersebut, anda telah menyikut dan menendang begitu banyak orang dengan fitnah dan dengan cara-cara yang tidak terhormat.
Atau mungkin dalam berbisnis anda ingin meraup keuntungan yang besar, dengan tujuan anda akan melayani Tuhan, membantu pekerjaan Tuhan dan lain sebagainya, tetapi cara-cara yang anda pakai dalam berbisnis tidak sesuai dengan prinsi-prinsip Alkitab, ini pun salah.
Oleh sebab itu telitilah cara-cara anda di dalam semua aspek kehidupan anda, dan usahakanlah sedemikian rupa, supaya nama Tuhan dipermuliakan melalui perbuatan dan tindakan anda. Amin.

Rabu, 20 Januari 2010

Renungan 20 Januari 2010

Renungan 20 Januari 2010
BUKTI ANDA BERTUMBUH - Pdt. Eddy Tatimu
Yesaya 42:8
“Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyuharan-Ku kepada patung-patung.”

Didalam sebuah bukunya, John Piper menulis demikian: “Komitmen Tuhan bagi umat-Nya tidak didasarkan pada umat itu sendiri, tetapi pada diri-Nya. Keinginan-Nya untuk menyelamatkan dan memurnikan mengalir bukan dari prinsip kita yang dangkal tetapi dari prinsip-Nya yang dalam dan tak terbatas.” Sebuah ungkapan yang kuat dan tegas.
Nabi Yesaya berkata bahwa Alah tidak akan memberikan kemuliaan-Nya kepada yang lain, termasuk kepada Anda, supaya anda sadar, bahwa tujuan UTAMA Allah adalah memasyurkan nama-Nya bukan nama anda. Kalau anda menyadari hal ini, maka anda berada didalam posisi berpikir yang benar.
Tetapi sayangnya banyak orang Kristen zaman ini tidak dapat menerima kenyataan ini. Mereka terlalu sombong, berbicara besar, tidak ada kerendahan hati, mereka berpikir bahwa Tuhan hadir untuk memenuhi keinginan mereka, dan bukannya mereka yang harus melakukan kehendak-Nya. Mereka lebih mementingkan reputasi dan kehormatan pribadi daripada kemuliaan-Nya. Mereka berkata: “Bagaimana aku harus sukses?” “Bagaimana aku dapat menyelesaikan berbagai macam persoalanku?” “Bagaimana aku harus ..... aku harus.... aku harus.......” dan seterusnya. Kalau demikian jadinya, berarti anda tidak dapat mengerti bahwa Tuhan mau, melalui ujian yang anda alami, itu akan menjadikan anda rendah hati dan dapat menyembah Tuhan serta memandang pada kebaikan dan kemuliaan-Nya, “......Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.” Yesaya 57:15.
Allah mau supaya anda memuliakan Dia, supaya anda boleh menjadi manusia yang utuh. Ketika anda mulai memuliakan Dia dan lebih mengutamakan reputasi-Nya dari pada reputasi anda, berarti anda mulai bertumbuh dalam kehidupan Kristen. Amin.

Selasa, 19 Januari 2010

Renungan 19 Januari 2010

Renungan 19 Januari 2010
MENGHADAPI KEKECAWAAN - Pdt. Eddy Tatimu
Roma 15:13
“Semoga Allah, sumber pengharapan memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.”

Perasaan dan emosi seringkali membuat orang bersemangat, tetapi tidak kalah seringnya membuat orang berhadapan dengan kekecewaan.
Begitu pula dengan perjalanan hidup anda. Anda pastikan bahwa itu akan berhasil, bahwa itu akan menjadi milik anda. Tetapi pada kenyataannya, semuanya hanya menjadi impian belaka. Lalu anda kecewa, frustrasi.
Ingatlah ini, bahwa Allah tidak pernah salah mengatur jalan hidup anda. Dia lebih tahu tentang anda ketimbang anda mengenal diri anda sendiri. Sebab Dia adalah Allah Yang Maha Tahu. Oleh sebab itu, Anda boleh percaya kepada-Nya, dan Anda boleh tetap berharap kepada-Nya, pengharapan anda harus di kobarkan kembali, jangan biarkan hati anda diliputi kekecewaan terus-menerus. Sebab ingat, bahwa “Harapan yang tertunda menyedihkan hati” – Amsal 13:12, artinya harapan yang belum terpenuhi membuat hati kecewa. Dan oleh karena itu, kekecewaan hanya dapat diobati dengan harapan yang dihidupkan kembali.
Tuhan masih memegang kendali atas hidupmu. Bersabarlah dan jangan menyerah, berdoalah seperti Daud berdoa: “Dan sekarang,apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan? Kepadamu-Mulah aku berharap.” – Mazmur 39:8. Amin!

Senin, 18 Januari 2010

Renungan 18 Januari 2010

Renungan 18 Januari 2010
KUASA UCAPAN SYUKUR - Pdt. Eddy Tatimu
Efesus 5:20-21
“Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus”.

Kehidupan orang Kristen, tidak terlepas dari mengucap syukur. Ada kuasa dibalik ucapan syukur. Kita mengucap syukur bukan hanya pada saat kita berada dalam keberkatan, sehat, bahagia dan lain sebagainya, tetapi Firman Allah katakana dalam 1 Tesalonika 5:18 “ ….mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus”. Artinya mengucap syukur baik dalam keadaan senang maupun susah. Sulit bagi seseorang untuk bersyukur ketika ia berada dalam keadaan susah, sebab sangat berat untuk melakukannya. Tetapi itulah yang Tuhan mau kita lakukan, karena ada maksud Allah dibalik semuanya itu, yaitu semata-mata untuk kebaikan kita.
Salah satu tujuan Allah supaya kita mempersembahkan syukur sebagai korban adalah supaya kita memuliakan Allah – Mazmur 50:23.
Setiap persembahan syukur, itu merupakan suatu korban. Kata “korban” adalah pemberian untuk menyatakan bakti dan kesetiaan (Kamus Besar Bhs Indonesia). Sedangkan berkorban ialah menjadi korban, menderita rugi. Jadi dari pengertian ini, kita tahu sekarang bahwa mempersembahkan syukur adalah mengorbankan sesuatu sebagai tanda bakti dan kesetiaan kita sekalipun keadaan yang kita hadapi tidak nyaman bagi “daging” kita. Tetapi inilah salah satu cara kita memuliakan Allah.
Selain itu, ketika kita berada di dalam kesesakan atau keadaan yang seperti itu, kalau kita mau mempersembahkan syukur sebagai korban kepada Allah dan membayar nazar kita kepada-Nya, maka Dia akan meluputkan kita dari semua hal itu – Mazmur 50:14-15. Bahkan dalam hal jasmanipun, Tuhan memberi jaminan kepada kita – Filipi 4:6-7.
Oleh karena, belajarlah mulai sekarang berani mengucap syukur di dalam segala hal. Mohon kekuatan dan kesanggupan dari Tuhan Yesus supaya kita sanggup melakukan Firman-Nya ini. Dan saudara akan mengalami mujizat yang heran, sesuatu yang ajaib akan terjadi di dalam hidupmu. Sebab ada kuasa di balik ucapan syukur. Dan kuasa dan mujizat itu Tuhan sediakan bagi kita semua. Amin !