Renungan 1 Februari 2010
JANGAN DI TUNDA LAGI - Pdt. Eddy Tatimu
Markus 1:35
“Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi keluar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.”
Betapa pentingnya kehidupan doa itu. Doa – adalah hubungan intim anda dengan Allah, oleh karena itu merupakan salah satu unsur paling penting dalam kehidupan keKristenan. Dan keintiman dengan Allah merupakan perjalanan sukacita dan kebahagiaan seumur hidup. Belajar mengasihi Allah memerlukan waktu, selain anda harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengenal Dia lebih jauh. Yesus melakukannya dengan bangun pagi-pagi dan pergi ke tempat yang sunyi lalu bersendirian dengan Bapa.
Tidak ada tempat yang lebih indah daripada Hadirat Allah, walaupun kehidupan ini begitu rumit. Tetapi di dalam persekutuan dengan-Nya anda akan menemukan jawaban.
Raja Daud bermazmur demikian; “Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.” Mazmur 63:2-3. Saat itu Daud berada dalam pengejaran raja Saul dan tinggal di padang gurun, dia berada pada situasi yang sangat kepepet, tapi dalam situasi yang demikian, Daud mendekatkan diri dan berseruh kepada Allah dan “.......Dan selama waktu itu Saul mencari dia, tetapi Allah tidak menyerahkan dia ke dalam tangannya.”: 1 Samuel 23:14.
Anda barangkali pernah mengalami hal-hal yang demikian yang seperti Daud alami, atau mungkin dalam bentuk yang lain. Ingat! Allah menanti anda. Dialah yang telah memelihara anda selama ini, dan Dia tahu benar apa yang menjadi kebutuhan anda.
Dengan menyendiri bersama Dia, anda akan memperoleh tuntunan dan pertolongan yang ajaib dari Dia. Bagaimana anda akan merasakan hal itu, kalau anda sendiri belum pernah memberi waktu bersendirian dengan Dia. Mulailah sekarang. Dia sedang menunggu Anda. Amin.
Senin, 01 Februari 2010
Renungan 2 Februari 2010
Renungan 2 Pebruari 2010
PERSEKUTUAN DENGAN ALLAH - Pdt. Eddy Tatimu
Mazmur 23:3
“Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar, oleh karena nama-Nya.”
Daud memaparkan suatu pengalaman yang indah di kala dia berjalan bersama Tuhan. Bahwa Tuhan selalu menyegarkan jiwanya yang kering. Karena banyak saat dia berada dalam keadaan putus asa, tetapi dia tidak pernah melupakan Tuhan. Sebaliknya di dalam keadaan yang demikian, Daud lebih suka mendekatkan dirinya dan berseru kepada-Nya “Segarkanlah aku” disaat yang lain dia beteriak “Pulihkanlah aku yang Tuhan”. Dalam banyak mazmurnya, Daud sering menangis kepada Tuhan, lalu dia berdoa, dan hasilnya dia selalu di tolong oleh Tuhan. Daud mempunyai hasrat yang kuat untuk mengenal Allah secara lebih intim lagi.
Dalam segala keadaan, Daud selalu mencari Tuhan melalui doa. Tidak heran Tuhan selalu menyertai dia di dalam setiap persoalan yang dia hadapi. Demikian pula dengan anda, anda juga memerlukan pembaharuan spiritual untuk menyegarkan jiwa anda, yaitu melalui perobahan gaya hidup rohani anda melalui renungan Firman Allah disertai dengan doa yang tulus. Anda akan merasakan kehadiran Allah begitu kuat dalam hidup anda, dan anda akan berjalan dengan kepercayaan diri yang kuat, bahwa Allah akan menolong anda. Persoalan anda mungkin tidak bergeser, keadaan anda tidak berobah, tetapi anda tahu bahwa Allah memegang kendali hidup anda. Sehingga anda terpusat pada kesanggupan Allah, bukan pada ketidak sanggupan diri sendiri.
Mulailah mengadakan persekutuan pribadi dengan-Nya. Melalui pertemuan pribadi akan membantu anda melihat kelemahan anda, sekali gus kasih Kristus dinyatakan terhadap anda. Disinilah terjadi pertemuan yang paling luar biasa yang dapat menyegarkan jiwa anda sekering apapun. Amin.
PERSEKUTUAN DENGAN ALLAH - Pdt. Eddy Tatimu
Mazmur 23:3
“Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar, oleh karena nama-Nya.”
Daud memaparkan suatu pengalaman yang indah di kala dia berjalan bersama Tuhan. Bahwa Tuhan selalu menyegarkan jiwanya yang kering. Karena banyak saat dia berada dalam keadaan putus asa, tetapi dia tidak pernah melupakan Tuhan. Sebaliknya di dalam keadaan yang demikian, Daud lebih suka mendekatkan dirinya dan berseru kepada-Nya “Segarkanlah aku” disaat yang lain dia beteriak “Pulihkanlah aku yang Tuhan”. Dalam banyak mazmurnya, Daud sering menangis kepada Tuhan, lalu dia berdoa, dan hasilnya dia selalu di tolong oleh Tuhan. Daud mempunyai hasrat yang kuat untuk mengenal Allah secara lebih intim lagi.
Dalam segala keadaan, Daud selalu mencari Tuhan melalui doa. Tidak heran Tuhan selalu menyertai dia di dalam setiap persoalan yang dia hadapi. Demikian pula dengan anda, anda juga memerlukan pembaharuan spiritual untuk menyegarkan jiwa anda, yaitu melalui perobahan gaya hidup rohani anda melalui renungan Firman Allah disertai dengan doa yang tulus. Anda akan merasakan kehadiran Allah begitu kuat dalam hidup anda, dan anda akan berjalan dengan kepercayaan diri yang kuat, bahwa Allah akan menolong anda. Persoalan anda mungkin tidak bergeser, keadaan anda tidak berobah, tetapi anda tahu bahwa Allah memegang kendali hidup anda. Sehingga anda terpusat pada kesanggupan Allah, bukan pada ketidak sanggupan diri sendiri.
Mulailah mengadakan persekutuan pribadi dengan-Nya. Melalui pertemuan pribadi akan membantu anda melihat kelemahan anda, sekali gus kasih Kristus dinyatakan terhadap anda. Disinilah terjadi pertemuan yang paling luar biasa yang dapat menyegarkan jiwa anda sekering apapun. Amin.
Sabtu, 30 Januari 2010
Renungan 30 Januari 2010
Renungan 30 Januari 2010
DENGAR-DENGARANLAH DENGAN SUARA TUHAN - Pdt. Eddy Tatimu
Yesaya 30:21
“Dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: “Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya,” entah kamu menganan atau mengiri.”
Jalan setapak di Pegunungan Appalachia di Amerika Utara, adalah sebuah jalan sempit dan berbahaya. Berpetualang melalui jalan ini merupakan sebuah pengalaman yang menegangkan. Jalan setapak ini membentang dari Gunung Katahdin di Maine sampai ke Gunung Springer di Georgia, perjalanan ini menawarkan pemandangan yang menakjubkan, wilayah yang sangat menantang, tetapi sekaligus menawarkan ketenangan dan kedamaian serta keheningan alam yang menakjubkan.
Sejak 1984, Appalachian Trail Confrence (ATC), yaitu sekelompok relawan dan sesama pejalan kaki, memelihara jalan itu. Mereka bekerja sepanjang tahun untuk menjaga agar jalan setapak itu bebas sampah dan perintang berbahaya. Tetapi ATC tidak bertanggung jawab atas jalan setapak di samping yang tidak sah yang datang dari arah lain ke atas menuju ke tempat lain dari jalan setapak utama yang resmi.Jika anda ingin menikmati jalan setapak itu, para relawan ATC akan memberitahu anda agar melatih cara-cara keselamatan dan membeli peta Jalan Setapak Appalachia yang resmi. Mengikuti jalan setapak yang tidak ditandai bisa sangat membahayakan.
Seringkali sebagian besar dari kita melakukan hal seperti itu di dalam kehidupan ini. Membeli peta palsu dan mengambil jalan yang tidak ditandai yang akibatnya membawa kita jauh dari rencana Allah, sehingga bukannya mendapat ketenangan dan keselamatan, tetapi terperosok ke dalam jurang kebinasaan.
Oleh sebab itu, sadarlah, kalau anda merasa sudah mengambil jalan yang salah, bertobatlah dan berbaliklah. Dengarlah suara Tuhan melalui Firman-Nya supaya engkau kembali kepada Jalan yang sudah diberitahukan-Nya.
“Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” Amsal 14:12. Amin.
DENGAR-DENGARANLAH DENGAN SUARA TUHAN - Pdt. Eddy Tatimu
Yesaya 30:21
“Dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: “Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya,” entah kamu menganan atau mengiri.”
Jalan setapak di Pegunungan Appalachia di Amerika Utara, adalah sebuah jalan sempit dan berbahaya. Berpetualang melalui jalan ini merupakan sebuah pengalaman yang menegangkan. Jalan setapak ini membentang dari Gunung Katahdin di Maine sampai ke Gunung Springer di Georgia, perjalanan ini menawarkan pemandangan yang menakjubkan, wilayah yang sangat menantang, tetapi sekaligus menawarkan ketenangan dan kedamaian serta keheningan alam yang menakjubkan.
Sejak 1984, Appalachian Trail Confrence (ATC), yaitu sekelompok relawan dan sesama pejalan kaki, memelihara jalan itu. Mereka bekerja sepanjang tahun untuk menjaga agar jalan setapak itu bebas sampah dan perintang berbahaya. Tetapi ATC tidak bertanggung jawab atas jalan setapak di samping yang tidak sah yang datang dari arah lain ke atas menuju ke tempat lain dari jalan setapak utama yang resmi.Jika anda ingin menikmati jalan setapak itu, para relawan ATC akan memberitahu anda agar melatih cara-cara keselamatan dan membeli peta Jalan Setapak Appalachia yang resmi. Mengikuti jalan setapak yang tidak ditandai bisa sangat membahayakan.
Seringkali sebagian besar dari kita melakukan hal seperti itu di dalam kehidupan ini. Membeli peta palsu dan mengambil jalan yang tidak ditandai yang akibatnya membawa kita jauh dari rencana Allah, sehingga bukannya mendapat ketenangan dan keselamatan, tetapi terperosok ke dalam jurang kebinasaan.
Oleh sebab itu, sadarlah, kalau anda merasa sudah mengambil jalan yang salah, bertobatlah dan berbaliklah. Dengarlah suara Tuhan melalui Firman-Nya supaya engkau kembali kepada Jalan yang sudah diberitahukan-Nya.
“Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” Amsal 14:12. Amin.
Jumat, 29 Januari 2010
Renungan 29 Januari 2010
Renungan 29 Januari 2010
BILA KEHIDUPAN MENANTANG ANDA - Pdt. Eddy Tatimu
Efesus 6:14
“Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran………”
Kehidupan Kekristenan bukan suatu kehidupan yang bebas dari persoalan, tetapi sebaliknya, dengan berbagai macam problem dan persoalan yang anda hadapi dalam kehidupan ini akan menanamkan secara mendalam suatu kenyataan yang memampukan anda mencari kehendak Allah. Bersyukurlah kalau anda termasuk tipe orang Kristen yang demikian. Sebab ada sebagian orang Kristen, tidak ingin menghadapi problem dalam hidup mereka, bahkan mereka sangat senang kalau ada orang memberi penekanan bahwa orang Kristen itu HARUS makmur dan bebas dari masalah, sebab itulah yang disediakan Allah bagi orang-orang yang mengasihi Dia.
Memang ini menarik bagi kedagingan anda, tetapi ini suatu pemikiran yang salah. Tentu saja Allah sanggup memberikan kemakmuran dan kehidupan yang kelihatannya tanpa masalah. Tetapi ini bukan gambaran secara umum. Yang benar adalah, bahwa kehidupan Kristen adakalanya seperti lomba lari rintangan, berlari di tanah datar sebentar, dan kemudian anda seperti melayang tinggi di udara untuk melompati rintangan. Kadang juga anda menjadi seperti teh celup, tidak banyak berarti sampai anda di masukkan kedalam air panas.
Sewaktu masalah datang, janganlah anda berpura-pura seperti tidak ada masalah, anda berpikir dengan demikian masalah anda akan berlalu. Pandangan yang salah. Berpura-pura bukan pola kehidupan Kristen, itu adalah lawan dari kejujuran. Orang Kristen haruslah menjadi orang yang terbuka dan jujur dalam segala hal. Oleh sebab itu, dikala anda berhadapan dengan problema hidup, hadapilah itu dengan tidak berpura-pura dan menyangkalinya, tetapi sebaliknya “Berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran ...” Efesus 6:14. Amin.
BILA KEHIDUPAN MENANTANG ANDA - Pdt. Eddy Tatimu
Efesus 6:14
“Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran………”
Kehidupan Kekristenan bukan suatu kehidupan yang bebas dari persoalan, tetapi sebaliknya, dengan berbagai macam problem dan persoalan yang anda hadapi dalam kehidupan ini akan menanamkan secara mendalam suatu kenyataan yang memampukan anda mencari kehendak Allah. Bersyukurlah kalau anda termasuk tipe orang Kristen yang demikian. Sebab ada sebagian orang Kristen, tidak ingin menghadapi problem dalam hidup mereka, bahkan mereka sangat senang kalau ada orang memberi penekanan bahwa orang Kristen itu HARUS makmur dan bebas dari masalah, sebab itulah yang disediakan Allah bagi orang-orang yang mengasihi Dia.
Memang ini menarik bagi kedagingan anda, tetapi ini suatu pemikiran yang salah. Tentu saja Allah sanggup memberikan kemakmuran dan kehidupan yang kelihatannya tanpa masalah. Tetapi ini bukan gambaran secara umum. Yang benar adalah, bahwa kehidupan Kristen adakalanya seperti lomba lari rintangan, berlari di tanah datar sebentar, dan kemudian anda seperti melayang tinggi di udara untuk melompati rintangan. Kadang juga anda menjadi seperti teh celup, tidak banyak berarti sampai anda di masukkan kedalam air panas.
Sewaktu masalah datang, janganlah anda berpura-pura seperti tidak ada masalah, anda berpikir dengan demikian masalah anda akan berlalu. Pandangan yang salah. Berpura-pura bukan pola kehidupan Kristen, itu adalah lawan dari kejujuran. Orang Kristen haruslah menjadi orang yang terbuka dan jujur dalam segala hal. Oleh sebab itu, dikala anda berhadapan dengan problema hidup, hadapilah itu dengan tidak berpura-pura dan menyangkalinya, tetapi sebaliknya “Berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran ...” Efesus 6:14. Amin.
Kamis, 28 Januari 2010
Renungan 28 Januari 2010
Renungan 28 Januari 2010
GPS TERBAIK UNTUK ANDA - Pdt. Eddy Tatimu
2 Korintus 5:7
“Hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.”
Dengan kemajuan teknologi yang mutakhir saat ini, khususnya di bidang pemetaan, dimobil-mobil, handphone-handphone, orang dengan mudah mencari lokasi yang hendak ditujunya, yaitu dengan menggunakan sebuah sistim yang disebut GPS (Global Positioning System). Cukup anda menyetel lokasi yang hendak di tuju, maka sistim alat ini akan bekerja memberikan arah kepada anda, sampai anda tiba di tempat tujuan. Bahkan yang lebih canggih lagi, anda cukup MENGATAKAN dengan mengucapkan tempat tujuan anda, maka sistim alat ini akan bekerja memberikan arah kepada anda.
Tetapi sementara alat itu mengatur posisi perjalanan anda, alat itu tidak memberitahukan kepada anda mengenai apa yang ada dalam perjalanan anda itu. Misalnya jalanan berlobang-lobang, tanjakan, tikungan tajam, restoran, dan rincian lain di perjalanan itu yang hanya bisa terungkap sementara perjalanan itu berlangsung.
Untuk mengerti kehendak Allah, itu mirip dengan mengadakan sebuah perjalanan. Allah punya rencana bagi hidup anda, tetapi rincian yang sangat ingin anda ketahui hanya setelah anda terikat dalam perjalanan ibadah dan mengikuti-Nya dengan taat. Firman Tuhan berkata demikian:” Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Amsal 3:5-6
Maka penting sekali anda beribadah, berdoa dan mempelajari Alkitab, maka rincian dari rencana pribadi-Nya kepada anda akan disingkapkan satu demi satu. Dia mau anda mengetahui kehendak-Nya. Oleh karena itu bersukacitalah dalam Dia, dan konsentrasikanlah perhatian anda pada ketaatan, kepercayaan, dan hubungan pribadi anda dengan Dia. Maka jawaban yang anda nantikan akan terjawab. Amin.
GPS TERBAIK UNTUK ANDA - Pdt. Eddy Tatimu
2 Korintus 5:7
“Hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.”
Dengan kemajuan teknologi yang mutakhir saat ini, khususnya di bidang pemetaan, dimobil-mobil, handphone-handphone, orang dengan mudah mencari lokasi yang hendak ditujunya, yaitu dengan menggunakan sebuah sistim yang disebut GPS (Global Positioning System). Cukup anda menyetel lokasi yang hendak di tuju, maka sistim alat ini akan bekerja memberikan arah kepada anda, sampai anda tiba di tempat tujuan. Bahkan yang lebih canggih lagi, anda cukup MENGATAKAN dengan mengucapkan tempat tujuan anda, maka sistim alat ini akan bekerja memberikan arah kepada anda.
Tetapi sementara alat itu mengatur posisi perjalanan anda, alat itu tidak memberitahukan kepada anda mengenai apa yang ada dalam perjalanan anda itu. Misalnya jalanan berlobang-lobang, tanjakan, tikungan tajam, restoran, dan rincian lain di perjalanan itu yang hanya bisa terungkap sementara perjalanan itu berlangsung.
Untuk mengerti kehendak Allah, itu mirip dengan mengadakan sebuah perjalanan. Allah punya rencana bagi hidup anda, tetapi rincian yang sangat ingin anda ketahui hanya setelah anda terikat dalam perjalanan ibadah dan mengikuti-Nya dengan taat. Firman Tuhan berkata demikian:” Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Amsal 3:5-6
Maka penting sekali anda beribadah, berdoa dan mempelajari Alkitab, maka rincian dari rencana pribadi-Nya kepada anda akan disingkapkan satu demi satu. Dia mau anda mengetahui kehendak-Nya. Oleh karena itu bersukacitalah dalam Dia, dan konsentrasikanlah perhatian anda pada ketaatan, kepercayaan, dan hubungan pribadi anda dengan Dia. Maka jawaban yang anda nantikan akan terjawab. Amin.
Rabu, 27 Januari 2010
Renungan 27 Januari 2010
Renungan 27 Januari 2010
PILIHAN DI TANGAN ANDA - Pdt. Eddy Tatimu
Yohanes 14:6
“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Sebagai orang percaya kepada Yesus Kristus,anda mengetahui bahwa jalan yang sempit dan sulit, yaitu jalan yang ditawarkan Yesus, adalah satu-satunya jalan menuju ke surga. Tetapi jalan itu begitu sulitnya, sudah sempit berbatu-batu pula, penuh pencobaan dan godaan. Tantangannya sangat berat.
Lalu anda patah semangat, anda memilih jalan yang rata, berumput hijau dan lembut. Anda berpikir:” Ah, ini adalah jalan pintas. Jalan yang lain menuju ke surga.” Dalam perjalanan ini, tidak lama kemudian anda jatuh terperosok kedalam jebakan Putus Asa, dan kemudian anda baru sadar, bahwa anda sedang berjalan kearah yang sedang menjauhi Kristus.
Sebab itu saudara, mengertilah siapakah sebenarnya Kristus, maka Ia akan menjaga anda agar tidak membuat pilihan palsu. Tidak ada yang sebanding dengan Dia. Yesus berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Yohanes 14:6.
Tidak ada jalan lain yang dapat membawa kepada kehidupan yang kekal. Tidak ada jalan pengganti, tidak ada jalan pintas. Jalan sudah Dia bentangkan dihadapan anda melalui pengorbanan-Nya di Golgota, anda hanya perlu percaya kepada-Nya. Sekalipun jalan itu mungkin sulit, tetapi itulah satu-satunya jalan yang terbaik menuju kepada kehidupan yang kekal. “Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.” Amsal 3:17. Amin.
PILIHAN DI TANGAN ANDA - Pdt. Eddy Tatimu
Yohanes 14:6
“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Sebagai orang percaya kepada Yesus Kristus,anda mengetahui bahwa jalan yang sempit dan sulit, yaitu jalan yang ditawarkan Yesus, adalah satu-satunya jalan menuju ke surga. Tetapi jalan itu begitu sulitnya, sudah sempit berbatu-batu pula, penuh pencobaan dan godaan. Tantangannya sangat berat.
Lalu anda patah semangat, anda memilih jalan yang rata, berumput hijau dan lembut. Anda berpikir:” Ah, ini adalah jalan pintas. Jalan yang lain menuju ke surga.” Dalam perjalanan ini, tidak lama kemudian anda jatuh terperosok kedalam jebakan Putus Asa, dan kemudian anda baru sadar, bahwa anda sedang berjalan kearah yang sedang menjauhi Kristus.
Sebab itu saudara, mengertilah siapakah sebenarnya Kristus, maka Ia akan menjaga anda agar tidak membuat pilihan palsu. Tidak ada yang sebanding dengan Dia. Yesus berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Yohanes 14:6.
Tidak ada jalan lain yang dapat membawa kepada kehidupan yang kekal. Tidak ada jalan pengganti, tidak ada jalan pintas. Jalan sudah Dia bentangkan dihadapan anda melalui pengorbanan-Nya di Golgota, anda hanya perlu percaya kepada-Nya. Sekalipun jalan itu mungkin sulit, tetapi itulah satu-satunya jalan yang terbaik menuju kepada kehidupan yang kekal. “Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.” Amsal 3:17. Amin.
Selasa, 26 Januari 2010
Renungan 26 Januari 2010
Renungan 26 Januari 2010
SIKAP ANDA DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN - Pdt. Eddy Tatimu
Yesaya 58:11
“TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.”
Satu ketika anda ditawarkan untuk mengajar di sebuah sekolah Alkitab. Disaat yang sama anda ditawarkan posisi yang baru dalam pekerjaan anda di kota yang lain. Anda harus memberikan keputusan, dibalik itu, anda tergiur dengan peluang yang ditawarkan, anda pikir itu untuk masa depan anda. Bagaimana anda tahu apa yang harus anda lakukan?
Firman Tuhan adalah Penuntun yang paling dapat dipercaya. Bangsa Israel dihadapkan dengan perintah yang besar dari Tuhan yaitu mereka harus menyeberang sungai Yordan dalam tiga hari untuk pergi menduduki negeri yang akan diberikan Tuhan kepada mereka. Ada banyak rintang dalam perjalanan itu, arus air yang deras, musuh di seberang sungai yang sedang menanti. Tetapi Umat Israel mematuhi Perintah Allah, dan akhirnya berkat dan kemurahan Allah mereka terima – Yosua 1:1-2, 10-18, 3:1-17. Haleluyah!
Disinilah anda perlu kepekaan kepada kehendak Allah. Untuk memiliki kepekaan tersebut anda harus melatihnya terus menerus dengan mendekatkan diri anda dengan Tuhan melalui Firman-Nya. Yosua melakukan hal itu berdasarkan perintah Tuhan, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” Yosua 1:8. Amin.
SIKAP ANDA DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN - Pdt. Eddy Tatimu
Yesaya 58:11
“TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.”
Satu ketika anda ditawarkan untuk mengajar di sebuah sekolah Alkitab. Disaat yang sama anda ditawarkan posisi yang baru dalam pekerjaan anda di kota yang lain. Anda harus memberikan keputusan, dibalik itu, anda tergiur dengan peluang yang ditawarkan, anda pikir itu untuk masa depan anda. Bagaimana anda tahu apa yang harus anda lakukan?
Firman Tuhan adalah Penuntun yang paling dapat dipercaya. Bangsa Israel dihadapkan dengan perintah yang besar dari Tuhan yaitu mereka harus menyeberang sungai Yordan dalam tiga hari untuk pergi menduduki negeri yang akan diberikan Tuhan kepada mereka. Ada banyak rintang dalam perjalanan itu, arus air yang deras, musuh di seberang sungai yang sedang menanti. Tetapi Umat Israel mematuhi Perintah Allah, dan akhirnya berkat dan kemurahan Allah mereka terima – Yosua 1:1-2, 10-18, 3:1-17. Haleluyah!
Disinilah anda perlu kepekaan kepada kehendak Allah. Untuk memiliki kepekaan tersebut anda harus melatihnya terus menerus dengan mendekatkan diri anda dengan Tuhan melalui Firman-Nya. Yosua melakukan hal itu berdasarkan perintah Tuhan, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” Yosua 1:8. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)
