Renungan 02 Maret 2010
WHY ME, LORD ? - Pdt. Eddy Tatimu
Mazmur 22:2
“Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.”
Seringkali pertanyaan “Mengapa” begitu santer kita dengar disekitar kita hampir setiap hari, kemungkinan juga pertanyaan ini “Mengapa” sedang menjadi pertanyaan anda sendiri saat ini.
“Mengapa?” Itulah respon seseorang secara umum terhadap sebuah malapetaka.
“Mengapa ini harus terjadi?”
“Mengapa usaha saya bangkrut?”
“Mengapa saudara kami meninggal begitu mendadak tanpa sakit?”
Dan seribu satu macam “Mengapa?” yang dihadapi manusia dari hari ke hari.
Yesus Yang Mahatahu, berseru “Mengapa” kepada Bapa-Nya pada puncak penderitaan-Nya menjelang kematian-Nya. – Matius 27:46.
Daud berseru “Mengapa” sementara dia berada didalam gua di padang gurun menghindar dari kejaran Raja Saul – Mazmur 57 (baca).
Musa bertanya “Mengapa” pada waktu bangsa Israel menangis minta makan daging – Bilangan 11:10-11 (baca).
Yeremia menangis dan bertanya “Mengapa” ketika ia berkabung atas kehancuran Yerusalem – Ratapan 5:1-22 (baca ).
Sesungguhnya pertanyaan “Mengapa” itu harus keluar dari hati kita karena terdorong ingin mencari pelajaran yang ingin Allah sampaikan kepada kita, kalau demikian halnya maka pertanyaan “mengapa” itu adalah suatu pencaharian yang jujur, dilakukan dengan iman, untuk mencari arti dari-Nya.
Sebaliknya pertanyaan “mengapa” akan menjadi hal yang kurang ajar terhadap Allah, apabila itu merupakan sebuah tantangan dan pemberontakan terhadap Allah, dalam arti kita tidak terima hal itu terjadi dalam hidup ini.
Sadarlah, bahwa penderitaan dan pencobaan seringkali membuat mata hati kita menjadi gelap dan emosional, tetapi berdasarkan kebenaran Firman Allah, maka anda boleh bertanya, tetapi bertanyalah dengan benar dan jujur kepada Allah. Sebab Dialah Sang Penjunan itu, dan anda adalah tanah liatnya. Dialah yang membentuk anda sesuka Dia, dan hanya Dialah yang dapat menjawab dengan jujur atas pertanyaan anda yang jujur pula – Yermia 18:3-4. Amin.
Selasa, 02 Maret 2010
Senin, 01 Maret 2010
Renungan 1 Maret 2010
Renungan 01 Maret 2010
MENGHADAPI UJIAN IMAN - Pdt. Eddy Tatimu
Yesaya 43:2
“Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.”
Jangkar iman anda diuji secara hebat dan luar biasa ketika angin pencobaan dan gelombang malapetaka mencapai puncaknya. Pada saat-saat demikian anda akan menjadi mudah sekali kehilangan pegangan kepada Allah. Emosi anda yang mungkin sedang terluka akan menggangu perasaan anda dan mengaburkan konsentrasi anda serta melemahkan daya tahan rohani anda.
dalam keadaan yang demikian anda harus tetap berpegang kepada kebenaran ini:
Anda harus mengingat pada pertolongan Allah kepada anda pada waktu yang lampau. Pada saat anda diterpa badai yang hebat dapat saja anda melupakan pertolongan Allah pada anda di waktu-waktu yang lampau. tetapi jika saja anda mau merenungkan kasih Allah sebelumnya yang pernah menyelamatkan anda, dan percalah bahwa Ia akan melakukannya lagi.
Anda harus yakin akan janji-janji Allah. Bahwa Allah tidak mungkin berdusta. Firman-Nya Ya dan Amin. Haleluyah! Dalam pencobaan yang hebat sekalipun anda dapat mengandalkan janji-janji Firman Allah untuk menguatkan anda – Bilangan 23:19 (baca).
Anda harus mengandalkan kasih Allah yang tidak pernah berobah. Allah adalah Allah yang baik, pengasih dan penyayang. Dia selalu hadir tepat waktu-Nya. Pertolongan-Nya juga tidak pernah terlambat. Dia selalu bekerja demi kepentingan anda. Dia tidak akan pernah mengecewakan anda. Tidak akan pernah! Tetapi Dia selalu akan menolong anda, selalu dan selalu! Dan jika apa yang Dia sudah mulai dalam kehidupan anda, Dia akan lanjutkan sampai selesai! Janganlah takut, tetaplah berpegang pada kebenaran-kebenaran ini, dan iman anda akan berdiri tegak kembali sampai badai itu meredah dan tenang kembali. Puji Tuhan. Amin.
MENGHADAPI UJIAN IMAN - Pdt. Eddy Tatimu
Yesaya 43:2
“Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.”
Jangkar iman anda diuji secara hebat dan luar biasa ketika angin pencobaan dan gelombang malapetaka mencapai puncaknya. Pada saat-saat demikian anda akan menjadi mudah sekali kehilangan pegangan kepada Allah. Emosi anda yang mungkin sedang terluka akan menggangu perasaan anda dan mengaburkan konsentrasi anda serta melemahkan daya tahan rohani anda.
dalam keadaan yang demikian anda harus tetap berpegang kepada kebenaran ini:
Anda harus mengingat pada pertolongan Allah kepada anda pada waktu yang lampau. Pada saat anda diterpa badai yang hebat dapat saja anda melupakan pertolongan Allah pada anda di waktu-waktu yang lampau. tetapi jika saja anda mau merenungkan kasih Allah sebelumnya yang pernah menyelamatkan anda, dan percalah bahwa Ia akan melakukannya lagi.
Anda harus yakin akan janji-janji Allah. Bahwa Allah tidak mungkin berdusta. Firman-Nya Ya dan Amin. Haleluyah! Dalam pencobaan yang hebat sekalipun anda dapat mengandalkan janji-janji Firman Allah untuk menguatkan anda – Bilangan 23:19 (baca).
Anda harus mengandalkan kasih Allah yang tidak pernah berobah. Allah adalah Allah yang baik, pengasih dan penyayang. Dia selalu hadir tepat waktu-Nya. Pertolongan-Nya juga tidak pernah terlambat. Dia selalu bekerja demi kepentingan anda. Dia tidak akan pernah mengecewakan anda. Tidak akan pernah! Tetapi Dia selalu akan menolong anda, selalu dan selalu! Dan jika apa yang Dia sudah mulai dalam kehidupan anda, Dia akan lanjutkan sampai selesai! Janganlah takut, tetaplah berpegang pada kebenaran-kebenaran ini, dan iman anda akan berdiri tegak kembali sampai badai itu meredah dan tenang kembali. Puji Tuhan. Amin.
Sabtu, 27 Februari 2010
Renungan 27 Februari 2010
Renungan 27 Pebruari 2010
INDAHNYA FIRMAN TUHAN - Pdt. Eddy Tatimu
Mazmur 19:8-11, 15
“Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya, lebih indah daripada emas, bahkan daripada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah…… Muda-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.”
Firman Tuhan harus direnungkan perlahan-lahan, secara mantap dan pasti, dicerna berulang-ulang sampai anda mendapatkan sarinya. Disinilah memerlukan kecermatan, kesabaran dan ketekunan untuk membaca, mendengar dan merenungkan Firman Allah, anda pasti akan memperoleh manfaat yang besar. Tetapi, didalam merenungkan Firman Tuhan, anda bisa dirintangi oleh dua hal.
Pertama, KESIBUKAN. Anda diganggu secara terus menerus untuk bekerja dan bekerja. Anda diharuskan bergegas bahkan dihari-hari sepi sekalipun. Sedangkan merenungkan Firman membutuhkan waktu, kesabaran dan ketenangan dimana desakan tugas dan tanggungjawab dengan sengaja diredam.
Kedua, KUANTITAS. Seringkali anda di atur oleh program membaca Alkitab setahun selesai dari Kejadian sampai Wahyu. Memang ini adalah suatu pelatihan yang baik dan menguntungkan, tetapi keuntungannya bisa hilang jika hati anda tidak mempunyai kerinduan untuk mencerna bagian-bagian Firman Tuhan yang sedang anda baca itu, sedangkan Allah seringkali akan memfokuskan perhatian anda pada satu ayat saja.
Sebab itu, buatlah satu jadwal yang tepat dimana anda bisa masuk dalam keheningan bersama Tuhan didalam perenungan Firman-Nya. Amin.
INDAHNYA FIRMAN TUHAN - Pdt. Eddy Tatimu
Mazmur 19:8-11, 15
“Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya, lebih indah daripada emas, bahkan daripada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah…… Muda-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.”
Firman Tuhan harus direnungkan perlahan-lahan, secara mantap dan pasti, dicerna berulang-ulang sampai anda mendapatkan sarinya. Disinilah memerlukan kecermatan, kesabaran dan ketekunan untuk membaca, mendengar dan merenungkan Firman Allah, anda pasti akan memperoleh manfaat yang besar. Tetapi, didalam merenungkan Firman Tuhan, anda bisa dirintangi oleh dua hal.
Pertama, KESIBUKAN. Anda diganggu secara terus menerus untuk bekerja dan bekerja. Anda diharuskan bergegas bahkan dihari-hari sepi sekalipun. Sedangkan merenungkan Firman membutuhkan waktu, kesabaran dan ketenangan dimana desakan tugas dan tanggungjawab dengan sengaja diredam.
Kedua, KUANTITAS. Seringkali anda di atur oleh program membaca Alkitab setahun selesai dari Kejadian sampai Wahyu. Memang ini adalah suatu pelatihan yang baik dan menguntungkan, tetapi keuntungannya bisa hilang jika hati anda tidak mempunyai kerinduan untuk mencerna bagian-bagian Firman Tuhan yang sedang anda baca itu, sedangkan Allah seringkali akan memfokuskan perhatian anda pada satu ayat saja.
Sebab itu, buatlah satu jadwal yang tepat dimana anda bisa masuk dalam keheningan bersama Tuhan didalam perenungan Firman-Nya. Amin.
Kamis, 25 Februari 2010
Renungan 25 Februari 2010
Renungan 25 Pebruari 2010
KERINDUAN KEPADA ALLAH - Pdt. Eddy Tatimu
Mazmur 63:1-9
“Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu. Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji. Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai. Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.”
Dalam kesibukan sehari-hari, mengerjakan pekerjaan, mengurusi rumah tangga, dan mengelola tugas-tugas lainnya, semua itu dapat menyita waktu anda dan akan membuat anda kehilangan keseimbangan rohani. Dan pada akhirnya akan membuat anda seringkali mengambil langkah-langkah yang salah.
Oleh karena itu anda perlu dan sangat perlu mengambil waktu di tempat yang tenang entah di malam hari atau kapan saja, duduk diam di kaki Tuhan sambil merenungkan Firman Allah. Bawalah Alkitab anda, dan bacalah Firman perlahan-lahan dan dengan seksama, sambil membiarkan kebenaran-Nya meresap masuk ke dalam hati anda.
Naikkan pujian kepada-Nya sambil sembah Dia, ucapkan syukur kepada-Nya atas kebaikan-Nya dan fokuskan perhatian anda kepada kuasa-Nya dan bukan kepada keadaan anda, sambil carilah Dia.
Merenungkan Kitab Suci akan mengisi pikiran anda dengan pikiran-Nya sendiri, dengan demikian akan membersihkan dan menjernihkan pikiran anda, dengan pikiran yang jernih akan membuat hati tenang, dengan hati yang tenang jiwa anda disegarkan. Amin.
KERINDUAN KEPADA ALLAH - Pdt. Eddy Tatimu
Mazmur 63:1-9
“Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu. Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji. Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai. Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.”
Dalam kesibukan sehari-hari, mengerjakan pekerjaan, mengurusi rumah tangga, dan mengelola tugas-tugas lainnya, semua itu dapat menyita waktu anda dan akan membuat anda kehilangan keseimbangan rohani. Dan pada akhirnya akan membuat anda seringkali mengambil langkah-langkah yang salah.
Oleh karena itu anda perlu dan sangat perlu mengambil waktu di tempat yang tenang entah di malam hari atau kapan saja, duduk diam di kaki Tuhan sambil merenungkan Firman Allah. Bawalah Alkitab anda, dan bacalah Firman perlahan-lahan dan dengan seksama, sambil membiarkan kebenaran-Nya meresap masuk ke dalam hati anda.
Naikkan pujian kepada-Nya sambil sembah Dia, ucapkan syukur kepada-Nya atas kebaikan-Nya dan fokuskan perhatian anda kepada kuasa-Nya dan bukan kepada keadaan anda, sambil carilah Dia.
Merenungkan Kitab Suci akan mengisi pikiran anda dengan pikiran-Nya sendiri, dengan demikian akan membersihkan dan menjernihkan pikiran anda, dengan pikiran yang jernih akan membuat hati tenang, dengan hati yang tenang jiwa anda disegarkan. Amin.
Rabu, 24 Februari 2010
Renungan 24 Februari 2010
Renungan 24 Pebruai 2010
BERKAT MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN - Pdt. Eddy Tatimu
Mazmur 104:34
“Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN.”
Dalam kemengan pada suatu cabang olah raga tertentu, mustahil akan terjadi kemenangan itu tanpa latihan yang keras, teratur, telaten, tekun, sabar, melelahkan dan membosankan. Demikian halnya dengan berdoa dan merenungkan Firman Allah.
Merenungkan Firman Allah merupakan suatu disiplin yang tidak ada pada sebagian besar orang, oleh karena mereka tidak melihat keuntungannya. Sebab merenungkan Firman Allah di anggap sebagai sesuatu yang menghabiskan waktu dan tenaga serta membosankan.
Perenungan Firman Allah sebenarnya adalah lahan pelatihan untuk hikmat dan pengertian. Penelahaan Kitab Suci yang dilakukan secara progresif, dipadukan dengan kepekaan akan suara Roh Kudus, akan memperbaharui pikiran dan menyiapkannya untuk suatu keputusan yang bijak dalam masalah pelik.
Merenungkan Firman Allah akan membersihkan hati. Barangkali ada dosa-dosa yang anda sendiri tidak tahu sedang bersembunyi di dalam hati anda, itu dapat di bawa ke permukaan sehingga menjadi jelas melalui pekerjaan Roh Kudus. Hal ini mungkin akan membuat anda terkejut dan menyakitkan anda, tetapi apabila anda sadar dan bertobat bahwa itu adalah kebaikan Allah untuk dibukakan kepada anda akan kesalahan anda, maka anda akan dibebaskan, dan anda dapat menjalankan kehidupan yang kudus dan murni.
Perenungan Firman Tuhan akan meningkatkan lepatuhan anda. Allah selalu berbicara dengan tenang di hati anda supaya anda bisa mematuhi-Nya dan memperoleh berkat-Nya. Dengarkan dan tunggu dengan sabar dan taat akan bisikan-Nya, anda akan menerima berkat yang amat besar. Amin.
BERKAT MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN - Pdt. Eddy Tatimu
Mazmur 104:34
“Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN.”
Dalam kemengan pada suatu cabang olah raga tertentu, mustahil akan terjadi kemenangan itu tanpa latihan yang keras, teratur, telaten, tekun, sabar, melelahkan dan membosankan. Demikian halnya dengan berdoa dan merenungkan Firman Allah.
Merenungkan Firman Allah merupakan suatu disiplin yang tidak ada pada sebagian besar orang, oleh karena mereka tidak melihat keuntungannya. Sebab merenungkan Firman Allah di anggap sebagai sesuatu yang menghabiskan waktu dan tenaga serta membosankan.
Perenungan Firman Allah sebenarnya adalah lahan pelatihan untuk hikmat dan pengertian. Penelahaan Kitab Suci yang dilakukan secara progresif, dipadukan dengan kepekaan akan suara Roh Kudus, akan memperbaharui pikiran dan menyiapkannya untuk suatu keputusan yang bijak dalam masalah pelik.
Merenungkan Firman Allah akan membersihkan hati. Barangkali ada dosa-dosa yang anda sendiri tidak tahu sedang bersembunyi di dalam hati anda, itu dapat di bawa ke permukaan sehingga menjadi jelas melalui pekerjaan Roh Kudus. Hal ini mungkin akan membuat anda terkejut dan menyakitkan anda, tetapi apabila anda sadar dan bertobat bahwa itu adalah kebaikan Allah untuk dibukakan kepada anda akan kesalahan anda, maka anda akan dibebaskan, dan anda dapat menjalankan kehidupan yang kudus dan murni.
Perenungan Firman Tuhan akan meningkatkan lepatuhan anda. Allah selalu berbicara dengan tenang di hati anda supaya anda bisa mematuhi-Nya dan memperoleh berkat-Nya. Dengarkan dan tunggu dengan sabar dan taat akan bisikan-Nya, anda akan menerima berkat yang amat besar. Amin.
Renungan 24 Februari 2010
Renungan 24 Pebruai 2010
BERKAT MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN - Pdt. Eddy Tatimu
Mazmur 104:34
“Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN.”
Dalam kemengan pada suatu cabang olah raga tertentu, mustahil akan terjadi kemenangan itu tanpa latihan yang keras, teratur, telaten, tekun, sabar, melelahkan dan membosankan. Demikian halnya dengan berdoa dan merenungkan Firman Allah.
Merenungkan Firman Allah merupakan suatu disiplin yang tidak ada pada sebagian besar orang, oleh karena mereka tidak melihat keuntungannya. Sebab merenungkan Firman Allah di anggap sebagai sesuatu yang menghabiskan waktu dan tenaga serta membosankan.
Perenungan Firman Allah sebenarnya adalah lahan pelatihan untuk hikmat dan pengertian. Penelahaan Kitab Suci yang dilakukan secara progresif, dipadukan dengan kepekaan akan suara Roh Kudus, akan memperbaharui pikiran dan menyiapkannya untuk suatu keputusan yang bijak dalam masalah pelik.
Merenungkan Firman Allah akan membersihkan hati. Barangkali ada dosa-dosa yang anda sendiri tidak tahu sedang bersembunyi di dalam hati anda, itu dapat di bawa ke permukaan sehingga menjadi jelas melalui pekerjaan Roh Kudus. Hal ini mungkin akan membuat anda terkejut dan menyakitkan anda, tetapi apabila anda sadar dan bertobat bahwa itu adalah kebaikan Allah untuk dibukakan kepada anda akan kesalahan anda, maka anda akan dibebaskan, dan anda dapat menjalankan kehidupan yang kudus dan murni.
Perenungan Firman Tuhan akan meningkatkan lepatuhan anda. Allah selalu berbicara dengan tenang di hati anda supaya anda bisa mematuhi-Nya dan memperoleh berkat-Nya. Dengarkan dan tunggu dengan sabar dan taat akan bisikan-Nya, anda akan menerima berkat yang amat besar. Amin.
BERKAT MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN - Pdt. Eddy Tatimu
Mazmur 104:34
“Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN.”
Dalam kemengan pada suatu cabang olah raga tertentu, mustahil akan terjadi kemenangan itu tanpa latihan yang keras, teratur, telaten, tekun, sabar, melelahkan dan membosankan. Demikian halnya dengan berdoa dan merenungkan Firman Allah.
Merenungkan Firman Allah merupakan suatu disiplin yang tidak ada pada sebagian besar orang, oleh karena mereka tidak melihat keuntungannya. Sebab merenungkan Firman Allah di anggap sebagai sesuatu yang menghabiskan waktu dan tenaga serta membosankan.
Perenungan Firman Allah sebenarnya adalah lahan pelatihan untuk hikmat dan pengertian. Penelahaan Kitab Suci yang dilakukan secara progresif, dipadukan dengan kepekaan akan suara Roh Kudus, akan memperbaharui pikiran dan menyiapkannya untuk suatu keputusan yang bijak dalam masalah pelik.
Merenungkan Firman Allah akan membersihkan hati. Barangkali ada dosa-dosa yang anda sendiri tidak tahu sedang bersembunyi di dalam hati anda, itu dapat di bawa ke permukaan sehingga menjadi jelas melalui pekerjaan Roh Kudus. Hal ini mungkin akan membuat anda terkejut dan menyakitkan anda, tetapi apabila anda sadar dan bertobat bahwa itu adalah kebaikan Allah untuk dibukakan kepada anda akan kesalahan anda, maka anda akan dibebaskan, dan anda dapat menjalankan kehidupan yang kudus dan murni.
Perenungan Firman Tuhan akan meningkatkan lepatuhan anda. Allah selalu berbicara dengan tenang di hati anda supaya anda bisa mematuhi-Nya dan memperoleh berkat-Nya. Dengarkan dan tunggu dengan sabar dan taat akan bisikan-Nya, anda akan menerima berkat yang amat besar. Amin.
Selasa, 23 Februari 2010
Renungan 23 Februari 2010
Renungan 22 Pebruari 2010
PERLUNYA MERENUNGKAN FIRMAN ALLAH - Pdt. Eddy Tatimu
Kolose 3:1-3
“Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, dimana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.:
Seringkali aktivitas rohani kita hanya membahas persembahan tubuh kita sebagi korban yang hidup yang kudus dan yang berkenan kepada Allah…..dan lain sebagainya, dimana itu merupakan tindakan ibadah kita, yaitu mempersembahkan pikiran dan hati. Selanjutnya yang harus dilakukan adalah membiarkan pikiran kita diperbaharui dan karakter kita diubahkan.
Mintalah kepada Roh Kudus untuk membantu anda, dan anda harus membuka pikiran anda pada pekerjaan-Nya dan menyerahkan diri kepada pengendalian-Nya dan sambil memikirkan perkara-perkara yang diatas/rohani, bukan hal-hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Dan anda akan merasakan bagaimana Allah yang Maha Kuasa bekerja dari dalam diri anda menuntun anda kepada apa yang Dia ingin lakukan. Puji Tuhan!
Disaat anda merenungkan Firman Tuhan, jangan biarkan pikiran melayang-layang, tetapi pikirkanlah Kristus sebagai sahabat dan kekasih jiwamu, dan bukan pada hal-hal duniawi. Anda bisa ambil satu atau beberapa ayat sebagai bahan untuk direnungkan, diulang dengan tenang berkali-kali sampai anda diberikan pengetahuan untuk lebih mengenal Dia lebih jauh. Pilihlah tempat yang tenang atau suasana yang hening dan tenang sambil merenungkan Firman Tuhan. Masuklah ruang Maha Kudus-Nya dengan Penyembahan dan Pujian, sebagaimana Pemazmur berkata :”Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.” Mazmur 119:48. Amin.
PERLUNYA MERENUNGKAN FIRMAN ALLAH - Pdt. Eddy Tatimu
Kolose 3:1-3
“Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, dimana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.:
Seringkali aktivitas rohani kita hanya membahas persembahan tubuh kita sebagi korban yang hidup yang kudus dan yang berkenan kepada Allah…..dan lain sebagainya, dimana itu merupakan tindakan ibadah kita, yaitu mempersembahkan pikiran dan hati. Selanjutnya yang harus dilakukan adalah membiarkan pikiran kita diperbaharui dan karakter kita diubahkan.
Mintalah kepada Roh Kudus untuk membantu anda, dan anda harus membuka pikiran anda pada pekerjaan-Nya dan menyerahkan diri kepada pengendalian-Nya dan sambil memikirkan perkara-perkara yang diatas/rohani, bukan hal-hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Dan anda akan merasakan bagaimana Allah yang Maha Kuasa bekerja dari dalam diri anda menuntun anda kepada apa yang Dia ingin lakukan. Puji Tuhan!
Disaat anda merenungkan Firman Tuhan, jangan biarkan pikiran melayang-layang, tetapi pikirkanlah Kristus sebagai sahabat dan kekasih jiwamu, dan bukan pada hal-hal duniawi. Anda bisa ambil satu atau beberapa ayat sebagai bahan untuk direnungkan, diulang dengan tenang berkali-kali sampai anda diberikan pengetahuan untuk lebih mengenal Dia lebih jauh. Pilihlah tempat yang tenang atau suasana yang hening dan tenang sambil merenungkan Firman Tuhan. Masuklah ruang Maha Kudus-Nya dengan Penyembahan dan Pujian, sebagaimana Pemazmur berkata :”Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.” Mazmur 119:48. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)
