Selasa, 06 April 2010

Renungan 6 April 2010

Renungan 6 April 2010
APA ARTI SALIB BAGI ANDA?-Pdt. Eddy Tatimu
Roma 5:1
“Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.”

Penyiksaan yang sadis, kejam, daging yang bertebaran dan darah yang bercipratan serta kepedihan dan kesakitan di salib yang terjadi atas diri Kristus semua sudah diketahui oleh semua orang termasuk mereka yang tidak percaya dan penganut agama lain.
Salib, bukan hanya sekedar alat penyiksaan yang kejam, bahkan jauh lebih dalam artinya daripada sekedar lambang drama sejarah yang menyedihkan. Kepentingan salib bukan terletak pada pengalaman emosional dari mereka yang terlibat di dalamnya, tetapi di dalam realita dari apa yang Allah capai melalui kematian Anak-Nya.
Di atas salib, dosa-dosa anda diampuni. Upah dosa adalah maut. Kristus menderita dan memikul hukuman yang seharusnya kita tanggung, tetapi Dia telah menukarkan posisi tersebut sehingga dengan demikian memungkinkan Allah mengampuni semua pelanggaran kita berdasarkan pengorbanan Kristus yang mengorbankan diri-Nya untuk kita
Disalib kematian di kalahkan. Karena Kristus telah mati dan pada hari ke tiga Dia bangkit dari antara orang mati. Sehingga kematian tidak lagi berkuasa di atas mereka yang percaya kepada-Nya. Kristus telah menang atas maut. Anda juga harusnya menang atas dosa dan maut.
Ketahuilah bahwa Kristus telah mati bagi dosa-dosa anda, oleh sebab itu, datanglah kepada-Nya untuk pengampunan atas dosa-dosa anda, dan milikilah kehidupan yang kekal. Amin!

Senin, 05 April 2010

Apakah Engkau Sudah Selamat?

Apakah engkau sudah selamat?
Kisah 16:19-34


Yang sangat dibutuhkan oleh manusia hari-hari ini sesungguhnya adalah keselamatan.
Memang, dalam kehidupan ini, kita masih butuh makan, pakai, rumah tinggal, bekerja, pendidikan, kesehatan dan masih banyak lagi. Tetapi sadarkah saudara, kehidupan kita didunia ini sangat terbatas oleh usia? Berap kuat saudara dapat bertahan hidup didunia ini? 70 tahun? 90 tahun? Atau mungkin lebih? Tetapi tetap ada batasnya, sekali kelak mau atau tidak mau saudara akan meninggalkan dunia ini.

Apakah saudara juga tahu, bahwa kematian bukan berarti selesainya segala perkara? Dengan kata lain, bahwa setelah mati habis perkara? Oh tidak saudaraku! Kuburan hanya akhir dari kehidupan didunia ini, dan dibalik kuburan masih ada kehidupan yang lain, dimana kita semua akan berdiri “menghadap takhta pengadilan Kristus….” 2 Korintus 5:10, untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita didunia ini.

Siapapun manusia itu, sekali kelak akan mati, setelah itu dihakimi – Ibrani 9:27. Betapa ngerinya kalau kematian itu terjadi pada saat seseorang belum diselamatkan.

Renungkanlah sebentar pengalaman yang dialami oleh Kepala Penjara Filipi (Kisah 16:19-34). Dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, bahwa tanpa bantuan siapapun, pintu-pintu penjara terbuka dan membebaskan hamba-hamba Tuhan yaitu Paulus dan Silas yang di pasung didalam penjara yang dijaga ketat. Tetapi kuasa Allah telah melepaskan mereka dengan cara yang ajaib.

Oleh kejadian ini, menjadi takutlah kepala penjara Filipi, sehingga ia dengan gemetar tersungkur dihadapan hamba-hamba Allah ini, dan bertanya:” Apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” Jawab mereka “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Kisah 16:30-31.

Jalan untuk memperoleh keselamatan hanya: Percaya kepada Yesus Kristus! Anak Domba Allah yang sudah disembelih untuk pengampunan dosa isi dunia ini.

Betapa mudanya untuk memperoleh keselamatan itu. Jangan keraskan hatimu! Percayalah kepada-Nya sekarang, bertobatlah dari segala dosa-dosamu, kembalilah kepada Allah dalam Yesus Kristus, sebab Allah “tidak berkenan akan kematian seseorang yang harus ditanggungnya…..” Yehezkiel 18:32.

Segala Puji dan Hormat hanya bagi Dia yang sekarang duduk disebelah kanan Allah Bapa di sorga – Yesus Kristus ! Amin.

Kamis, 01 April 2010

Renungan 1 April 2010

Renungan 1 April 2010
SALIB, ANUGERAH PENGAMPUNAN - Pdt. Eddy Tatimu
Kisah Para Rasul 26:18
“Untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.”

Selama ini hiasan Salib ada dimana-mana. Diatas gereja, di pintu gereja, di dinding gereja, di mimbar gereja. Di jadikan perhiasan-perhiasan: buah kalung, gelang, anting. Bros. Ada yang di rajut dikain menjadi sulaman salib, kerawang salib dan lain sebagainya. Namun sebagian orang hanya mempunyai pengetahuan yang sedikit dan kabur mengenai arti yng sebenarnya dari Salib. Ironis!
Apa sebenarnya arti Salib bagi kita? Apa yang terjadi di Salib? Apakah Salib begitu penting sehingga perlu diketahui artinya dan sebagainya?
Ada tiga musuh besar umat manusia yang dihadapi dan dikalahkan oleh Yesus Kristus Anak Allah di atas Sasib, itu adalah: Dosa, Kematian dan Iblis. Yesus mati bagi dosa kita semua, yaitu segala perbuatan yang tidak berkenan kepada Allah dan yang memisahkan kita dari hadirat Allah. Yesus telah menggantikan kita memikul dosa-dosa kita di Salib. Ia menanggung penghukuman Allah yang seharus kita tanggung. Seharusnya kita yang harus mati karena dosa-dosa kita, tetapi Dia telah menukarkan tempat dimana seharusnya kita berada, dan Dia telah mati menggantikan kita. Kemarahan Allah yang tidak mengenal kompromi terhadap dosa dengan demikian telah ditebus. Haleluyah!
Di Salib, Iblis dan semua kuasanya dikalahkan. Walaupun kuasanya masih ada, tetapi nasibnya sudah ditentukan, dan kita memiliki hak Kristus atas iblis. Kita sudah dipindahkan dari kerajaan kegelapan ke kerajaan terang, dari kuasa dosa kepada kuasa Allah. Sebab itu, jika anda memandang ke Salib, ingat, bahwa dosa anda sudah diampuni, maut sudah dikalahkan dan Iblis sudah ditaklukkan di Kalvari. Puji Tuhan! Amin.

Rabu, 31 Maret 2010

Renungan 31 Maret 2010

Renungan 31 Maret 2010
PENDERITAAN MENDATANGKAN KEMULIAAN - Pdt. Eddy Tatimu
Filipi 1:29
“Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.”

Seringkali kita bertanya-tanya :”Apa arti penderitaan dalam hidup ini?” “Mengapa orang Kristen harus menderita?” Dan berbagai pertanyaan lain yang berkaitan dengan hal tersebut.
Tidak ada manusia yang mau menderita, itu wajar! Dan karena kita ingin mengalami makna sejati dalam kehidupan, maka penderitaan yang menurut kita justru tidak punya makna, maka kita menjauhinya.
Apa sih makna sebuah kebangkrutan usaha? Apa sih makna sebuah kecelakaan kendaraan yang mengakibatkan seseorang cacat seumur hidup hanya karena gara-gara ulah orang lain yang sedang mabuk? Apa sih makna kehancuran keluarga? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan sekitar penderitaan manusia.
Maknanya yang sebenarnya adalah: bahwa kita ditempatkan di dunia ini untuk mengenal dan memuliakan Allah. Pada saat penderitaan datang dan kita berpaling kepada Kristus, maka kita memperoleh kedua tujuan tersebut, yaitu mengenal-Nya lebih dekat dan memuliakan-Nya. Sebab hanya dengan pengenalan yang sungguh akan Kristuslah orang bisa mengalami dan melihat damai sejahtera Allah diam di dalamnya. Dengan ketabahannya, maka ketahanannya dalam penderitaan yang lama bisa bersinar di dalam kegelapan kesusahan dengan cahaya kemuliaan yang terang benderang. Firman Allah katakan “Dan bukan hanya itu saja, kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” – Roma 5:3-5. Amin!

Selasa, 30 Maret 2010

Renungan 30 Maret 2010

Renungan 30 Maret 2010
DIA TURUT MERASAKAN YANG ANDA RASAKAN - Pdt. Eddy Tatimu
Ibrani 4:14-16
“Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punyai, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.”

Ketika bencana Tsunami melanda Aceh, ribuan nyawa hilang binasa, ribuan orang kehilangan keluarga, dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal dan masih ribuan orang lagi yang kehilangan pekerjaan. Gedung-gedung, perumahan dan fasilitas kota lainnya yang tadinya tegar berdiri, dalam hitungan menit, semuanya berobah menjadi lautan dan menyeret segala sesuatu yang ada didaratan menjadi puing-puing sampah yang mengapung diatas permukaan air yang menenggelamkan kota. Tangisan dan teriakan histeris terdengar dimana-mana oleh mereka yang kehilangan keluarga. Dibalik ini semua Tuhan punya rencana. Haleluyah!
Yesus meratap dengan anda sebagaimana Ia menangisi kematian Lazarus. Dalam penderitaan anda, Ia juga merasakan sakit. Ia bukan Allah yang jauh, dan tidak merasakan penderitaan anda. Ia adalah Imam Besar Agung yang penuh belas kasihan yang “turut merasakan kelemahan-kelemahan kita” – Ibrani 4:15.
Yesus datang sebagai Mesias yang menderita, Anak Domba Allah yang dibantai dengan kejam dan tak berperikemanusiaan, Dialah Sang Juruselamat yang bersimbahkan air mata dan menumpahkan darah. Ia mengerti dan menghibur anda yang berada dalam penderitaan yang paling dalam.
‎​Ia bukan saja mengerti tetapi sesungguhnya meminta kepada anda untuk melimpahkan beban anda dan meletakkan penderitaan anda pada bahu-Nya supaya Ia dapat menopang anda dalam kesusahan anda. Ia tahu bagaimana perasaan anda saat ini, dan dengan lemah lembut Ia datang mau membantu dan menolong anda. Bersyukurlah anda masih berada dalam genggaman tangan-Nya yang kuat! Amin.R

Senin, 29 Maret 2010

Renungan 29 Maret 2010

‎​‎​Renungan 29 Maret 2010
AIR MATA PENDERITAAN MENGHASILKAN BUAH YANG INDAH - Pdt. Eddy Tatimu
1 Petrus 1:3-9
“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu – yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api – sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus kristus menyatakan diri-Nya. Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.”

Pohon Pir memerlukan beberapa hari tertentu yang bersuhu dingin di musim dingin untuk bisa menghasilkan buah pir yang bermutu. Demikian pula buah Leci, memerlukan suhu yang dingin untuk berbunga, dan memerlukan panas yang terik untuk menghasilkan buah Leci yang manis dan bermutu.

Demikian juga dengan kehidupan anda. Buah rohani yang sejati tidak mungkin berkembang sepenuhnya kecuali jika anda ditempatkan ke dalam ek dalam keadaan yang berat dan sukar. Dalam kemalangan dan penderitaan anda bertumbuh dalam kasih karunia, sebab kemuliaan kasih karunia, kekuatannya dan manfaatnya dilepaskan dan diberikan kepada kita di saat kesusahan. Kasih karunia membantu yang lemah supaya berdiri, menyembuhkan yang luka, menyegarkan yang gerah. Dalam kesusahan anda belajar menjadi “kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.” – 2 Timotius 2:1.
Anda perlu bertumbuh dalam pengetahuan mengenai Allah sebagaimana Paulus ingin mengenal Allah di atas segala-galanya, ia berkata “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.” – Filipi 3:10. Kesusahan akan membawa anda berurusan muka dengan muka dengan Bapa.
Anda juga akan bertumbuh dalam kasih anda akan Firman Allah, seperti Daud berkata “Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.” Mazmur 119:71. Buah rohani yang bermutu dihasilkan oleh aliran-aliran air mata penderitaan. Kiranya Tuhan tolong kita semua. Amin!

Sabtu, 27 Maret 2010

Renungan 27 Maret 2010

Renungan 27 Maret 2010
BERGANTUNGLAH KEPADA ALLAH - Pdt.Eddy Tatimu
2 Korintus 12:7-10
“Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku:”Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”

Ada kalanya kita yang menabur benih mala petaka kita sendiri karena keinginan diri sendiri. Ada kalanya kita menjadi korban karena kekejaman orang lain. Pada saat yang lain Allah-lah yang mengijinkan pencobaan itu datang menimpa kita.
Sebagai orang yang dewasa rohani, anda menyadari, bahwa permasalahan merupakan tempat pelatihan iman yang paling baik, dimana Allah melatih melalui masalah-masalah duniawi. Dan melalui ujian-ujian tersebut, Allah ingin iman anda diperteguhkan, dikuatkan dan dimantabkan. Haleluyah!
Untuk mengenal iman anda yang sejati, adalah melalui mempercayai Allah di dalam situasi kegelapan sedang meliputi anda, apabila anda dalam keadaan ragu dan bimbang, apabila anda tidak mengerti. Percaya kepada Allah adalah ketika anda berdiri diatas kebenaran-kebenaran Allah yaitu Firman Allah. Anda bisa mempercayai-Nya karena Ia dapat dipercaya. Anda bisa bergantung sepenuhnya kepada-Nya karena Ia dapat diandalkan. Tuhan kiranya tolongan anda sekalian. Amin.