Jumat, 04 April 2014

Renungan 3 April 2014

Renungan 3 April 2014 - Pdt. Eddy Tatimu Yesaya 50:1 "Beginilah firman TUHAN: "Di manakah gerangan surat cerai ibumu tanda Aku telah mengusir dia? Atau kepada siapakah di antara penagih hutang-Ku Aku pernah menjual engkau? Sesungguhnya, oleh karena kesalahanmu sendiri kamu terjual dan oleh karena pelanggaranmu sendiri ibumu diusir." TUHAN TIDAK PERNAH MENOLAK SESEORANG Kemurahan dan kasih karunia Allah nyata dari ayat ini. Allah tidak pernah menolak seseorang, tetapi yang membuat orang terbuang dari Dia adalah kesalahan orang tersebut. Pilihan kitalah yang menentukan apakah diterima dalam Kerajaan Allah atau ditolak. Bukan kehendak Tuhan, tetapi kehendak kita. Oleh sebab itu, bijaksana dan berhati-hatilah didalam menggunakan kehendak bebas anda, supaya jangan sampe anda terusir atau tertolak dari hadapan-Nya. Haleluyah! Amin.

Rabu, 02 April 2014

Renungan 2 April 2014

Renungan 2 April 2014 - Pdt. Eddy Tatimu Yesaya 59:2 "tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu." KEKUDUSAN ALLAH TIDAK MENTOLERANSI DOSA Kita bersyukur berada dalam zaman kemurahan Allah, yaitu suatu zaman yang penuh dengan kasih karunia. Dimana tidak ada dosa yang tidak dapat diampuni. Asal saja anda mau minta ampun akan dosa-dosamu, dan anda percaya anda sudah diampuni, maka anda pasti diampuni. Dan selanjutnya anda harus hidup dalam iman kepada Kristus Yesus. Dengan demikian keselamatan yang telah anda peroleh akan terpelihara sampai masuk dalam kemuliaan. Sebab keselamatan bisa hilang karena DOSA, karena Allah tidak mentolerir dosa, sehingga dosalah yang memisahkan manusia dari Allah. Sekalipun kita hidup pada zaman kasih karunia, tetapi kalau kita jatuh dalam dosa, maka dosa hukumnya hanya satu "MAUT" - Roma 6:23. Renungkanlah hal ini sambil mohon pecerahan lebih lanjut dari Allah Roh Kudus, biar Dia yang akan mengajar lebih jauh untuk keselamatan anda. Amin!

Kamis, 13 Maret 2014

Renungan 13 Maret 2014

Renungan 13 Maret 2014 - Pdt. Eddy Tatimu Ayub 2:9-10 "Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!" Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya." KUALITAS KARAKTER SESEORANG AKAN KELIATAN PADA SAAT MENGHADAPI PENCOBAAN Ayub adalah seorang yang sangat di puji oleh Allah, Allah berkata kepada Iblis, bahwa Ayub adalah seorang yang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan - Ayub 2:3. Tetapi pada saat istrinya mengeluarkan perkataan yang menyinggung Allah yang disembahnya, ayub menjadi sangat marah. Alkitab mengatakan bahwa kemarahan Ayub terhadap istrinya itu tidak salah. Karena istrinya hanya mau yang enak2 saja dari Allah tetapi tidak mau menerima yang buruk. Seharusnya sebagai istri dari seorang yang dihormati Allah istri Ayub harus dapat menopang sang suami ketika sedang berada dalam keadaan yang sangat berat oleh pencobaan. Tetapi sebaliknya karakter "gila"nya muncul disaat pencobaan menimpa keluarganya. Inilah masalahnya kalau seorang istri tidak dapat menjadi seorang penolong yang benar. Maka karakter aslinya akan muncul dan keliatan. Sehingga Nama Tuhan tidak dipermuliakan. Janganlah jadi seperti istri Ayub. Amin!

Rabu, 12 Maret 2014

Renungan 11 Maret 2016

Renungan 11 Maret 2014 - Pdt. Eddy Tatimu Amsal 21:9 "Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar." RUMAH TANGGA YANG MANDUL MASIH LEBIH BAHAGIA DARI PADA RUMAH TANGGA YANG SELALU HIDUP BERTENGKAR Apa rahasia keharmonisan sebuah rumah tangga? Jika Istri tunduk kepada suami dan suami mengasihi istri - Efesus 5:22-23. Jikalau aturan Allah ini tidak dipatuhi, yang terjadi dalam rumah tangga adalah sebuah kekacauan dan pertengkaran, serta doanya terhalang. Benarlah Amsal 17:1 katakan :" Lebih baik sekerat roti yang kering disertai dengan ketenteraman, dari pada makanan daging serumah disertai perbantahan." Oleh sebab itu, matikanlah ego masing-masing, dan turutilah Firman Tuhan, maka rumah tanggamu akan selamat dari kehancuran. Amin!

Senin, 10 Maret 2014

Renungan 10 Maret 2014 - Pdt. Eddy Tatimu Mazmur 31:5 "Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku." JARING ADALAH PERANGKAP UNTUK MENJEBAK IKAN ATAU BURUNG Banyak kali terjadi dalam kehidupan ini peristiwa-peristiwa yang mengejutkan, yang "tiba-tiba". Ibarat ikan yang lagi berenang dengan bebas, tiba-tiba masuk dalam jaring yang dipasang oleh nelayan, atau seperti burung yang lagi terbang bebas di udara, hinggap dari pohon satu ke pohon yang lain, berpindah dari cabang satu ke cabang yang lain dengan lincah sambil bersiul dengan riang, lalu tiba-tiba masuk dalam jerat penangkap burung. "Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak- anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba- tiba." Pengkhotbah 9:12 Begitulah kehidupan kita, kita tidak sadar apa yang akan terjadi kepada kita dan kapan itu akan terjadi. Entah kondisi kesehatan yang terganggu, entah bisnis yang tiba-tiba macet, dan lain sebagainya. Dan peristiwa yang "tiba-tiba" itu telah merobah arah jalan kehidupan kita. Kita mengeluh, menangis, tidak berdaya, tidak bisa lepas dari jerat tersebut. Tetapi Firman Allah mengingatkan kita, bahwa hanya TUHAN yang dapat keluarkan kita dari jaring itu. Amin.

Rabu, 05 Maret 2014

Renungan 5 Maret 2014

Renungan 5 Maret 2014 - Pdt. Eddy Tatimu Kejadian 26:13 "Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya." DITANGAN KIRINYA KEKAYAAN DAN KEHORMATAN - Ams 3:16b Ketaatan dari Ishak kepada perintah Allah yang mengatakan kepadanya :" Janganlah pergi ke Mesir, diamlah dinegeri yang akan Kukatakan kepadamu." Kejadia 26:2. Sedangkan saat itu bala kelaparan sedang melanda daerah Filistin. Tapi TUHAN yang perintah, "jadi tinggallah Ishak di Gerar." Kej 26:6. Disitulah dia tinggal dan bekerja, Ishak taat kepada perintah TUHAN, maka TUHAN memberkati dia "seratus kali lipat" - Kej 26:12. Sehingga dia menjadi kaya, kian lama kian kaya sehingga ia menjadi sangat kaya. Sangat mudah menjadi kaya kalau anda taat/takut/hormat kepada perintah Tuhan. Mazmur 112:1-3 katakan " Haleluyah! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintahNya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya....." Amin!

Selasa, 04 Maret 2014

Renungan 4 Maret 2014

Renungan 4 Maret 2014 - Pdt. Eddy Tatimu Amsal 10:2 "Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut." HARTA YANG SESUNGGUHNYA ADALAH KEBENARAN, DAN KEBENARAN ITU ADALAH FIRMAN, DAN FIRMAN ITU ADALAH YESUS KRISTUS Benarlah apa yang dikatakan oleh Firman ini : "Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut." Amsal 11:4. Allah tidak melarang umat-Nya menjadi kaya. Tuhan mengangkat tokoh-tokoh Alkitab yang sangat kaya pada masanya: Abraham, Ishak, Yakub, Ayub, Daud, Salomo dan masih banyak lagi sebagai contoh, bahwa Allah tidak membenci orang kaya. Menjadi kaya tidak berdosa. Menjadi hamba uang itulah baru dosa - 1 Timotius 6:10a. Tetapi menjadi kaya tanpa KEBENARAN sangat berbahaya, sebab kekayaan materi tidak dapat menyelamatkan manusia, bahkan "oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka." 1 Tim 6:10b. Bahkan yang lebih menyakitkan lagi adalah "Mereka tidak dapat diselamatkan oleh perak atau emas mereka pada hari kegemasan TUHAN...." Zefanya 1:18a. Kalau Harta yang anda miliki diperoleh dengan kerja keras dan tulus saja tidak dapat menyelamatkan anda, bagaimana kalau harta itu diperoleh dengan kefasikan? Oleh sebab itu, berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh harta yang sesungguhnya, yaitu Yesus, supaya " dimana Hartamu berada, disitu juga hatimu berada." - Matius 6:21. Amin!