Renungan 27 Pebruari 2010
INDAHNYA FIRMAN TUHAN - Pdt. Eddy Tatimu
Mazmur 19:8-11, 15
“Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya, lebih indah daripada emas, bahkan daripada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah…… Muda-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.”
Firman Tuhan harus direnungkan perlahan-lahan, secara mantap dan pasti, dicerna berulang-ulang sampai anda mendapatkan sarinya. Disinilah memerlukan kecermatan, kesabaran dan ketekunan untuk membaca, mendengar dan merenungkan Firman Allah, anda pasti akan memperoleh manfaat yang besar. Tetapi, didalam merenungkan Firman Tuhan, anda bisa dirintangi oleh dua hal.
Pertama, KESIBUKAN. Anda diganggu secara terus menerus untuk bekerja dan bekerja. Anda diharuskan bergegas bahkan dihari-hari sepi sekalipun. Sedangkan merenungkan Firman membutuhkan waktu, kesabaran dan ketenangan dimana desakan tugas dan tanggungjawab dengan sengaja diredam.
Kedua, KUANTITAS. Seringkali anda di atur oleh program membaca Alkitab setahun selesai dari Kejadian sampai Wahyu. Memang ini adalah suatu pelatihan yang baik dan menguntungkan, tetapi keuntungannya bisa hilang jika hati anda tidak mempunyai kerinduan untuk mencerna bagian-bagian Firman Tuhan yang sedang anda baca itu, sedangkan Allah seringkali akan memfokuskan perhatian anda pada satu ayat saja.
Sebab itu, buatlah satu jadwal yang tepat dimana anda bisa masuk dalam keheningan bersama Tuhan didalam perenungan Firman-Nya. Amin.
Sabtu, 27 Februari 2010
Kamis, 25 Februari 2010
Renungan 25 Februari 2010
Renungan 25 Pebruari 2010
KERINDUAN KEPADA ALLAH - Pdt. Eddy Tatimu
Mazmur 63:1-9
“Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu. Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji. Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai. Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.”
Dalam kesibukan sehari-hari, mengerjakan pekerjaan, mengurusi rumah tangga, dan mengelola tugas-tugas lainnya, semua itu dapat menyita waktu anda dan akan membuat anda kehilangan keseimbangan rohani. Dan pada akhirnya akan membuat anda seringkali mengambil langkah-langkah yang salah.
Oleh karena itu anda perlu dan sangat perlu mengambil waktu di tempat yang tenang entah di malam hari atau kapan saja, duduk diam di kaki Tuhan sambil merenungkan Firman Allah. Bawalah Alkitab anda, dan bacalah Firman perlahan-lahan dan dengan seksama, sambil membiarkan kebenaran-Nya meresap masuk ke dalam hati anda.
Naikkan pujian kepada-Nya sambil sembah Dia, ucapkan syukur kepada-Nya atas kebaikan-Nya dan fokuskan perhatian anda kepada kuasa-Nya dan bukan kepada keadaan anda, sambil carilah Dia.
Merenungkan Kitab Suci akan mengisi pikiran anda dengan pikiran-Nya sendiri, dengan demikian akan membersihkan dan menjernihkan pikiran anda, dengan pikiran yang jernih akan membuat hati tenang, dengan hati yang tenang jiwa anda disegarkan. Amin.
KERINDUAN KEPADA ALLAH - Pdt. Eddy Tatimu
Mazmur 63:1-9
“Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu. Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji. Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai. Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.”
Dalam kesibukan sehari-hari, mengerjakan pekerjaan, mengurusi rumah tangga, dan mengelola tugas-tugas lainnya, semua itu dapat menyita waktu anda dan akan membuat anda kehilangan keseimbangan rohani. Dan pada akhirnya akan membuat anda seringkali mengambil langkah-langkah yang salah.
Oleh karena itu anda perlu dan sangat perlu mengambil waktu di tempat yang tenang entah di malam hari atau kapan saja, duduk diam di kaki Tuhan sambil merenungkan Firman Allah. Bawalah Alkitab anda, dan bacalah Firman perlahan-lahan dan dengan seksama, sambil membiarkan kebenaran-Nya meresap masuk ke dalam hati anda.
Naikkan pujian kepada-Nya sambil sembah Dia, ucapkan syukur kepada-Nya atas kebaikan-Nya dan fokuskan perhatian anda kepada kuasa-Nya dan bukan kepada keadaan anda, sambil carilah Dia.
Merenungkan Kitab Suci akan mengisi pikiran anda dengan pikiran-Nya sendiri, dengan demikian akan membersihkan dan menjernihkan pikiran anda, dengan pikiran yang jernih akan membuat hati tenang, dengan hati yang tenang jiwa anda disegarkan. Amin.
Rabu, 24 Februari 2010
Renungan 24 Februari 2010
Renungan 24 Pebruai 2010
BERKAT MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN - Pdt. Eddy Tatimu
Mazmur 104:34
“Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN.”
Dalam kemengan pada suatu cabang olah raga tertentu, mustahil akan terjadi kemenangan itu tanpa latihan yang keras, teratur, telaten, tekun, sabar, melelahkan dan membosankan. Demikian halnya dengan berdoa dan merenungkan Firman Allah.
Merenungkan Firman Allah merupakan suatu disiplin yang tidak ada pada sebagian besar orang, oleh karena mereka tidak melihat keuntungannya. Sebab merenungkan Firman Allah di anggap sebagai sesuatu yang menghabiskan waktu dan tenaga serta membosankan.
Perenungan Firman Allah sebenarnya adalah lahan pelatihan untuk hikmat dan pengertian. Penelahaan Kitab Suci yang dilakukan secara progresif, dipadukan dengan kepekaan akan suara Roh Kudus, akan memperbaharui pikiran dan menyiapkannya untuk suatu keputusan yang bijak dalam masalah pelik.
Merenungkan Firman Allah akan membersihkan hati. Barangkali ada dosa-dosa yang anda sendiri tidak tahu sedang bersembunyi di dalam hati anda, itu dapat di bawa ke permukaan sehingga menjadi jelas melalui pekerjaan Roh Kudus. Hal ini mungkin akan membuat anda terkejut dan menyakitkan anda, tetapi apabila anda sadar dan bertobat bahwa itu adalah kebaikan Allah untuk dibukakan kepada anda akan kesalahan anda, maka anda akan dibebaskan, dan anda dapat menjalankan kehidupan yang kudus dan murni.
Perenungan Firman Tuhan akan meningkatkan lepatuhan anda. Allah selalu berbicara dengan tenang di hati anda supaya anda bisa mematuhi-Nya dan memperoleh berkat-Nya. Dengarkan dan tunggu dengan sabar dan taat akan bisikan-Nya, anda akan menerima berkat yang amat besar. Amin.
BERKAT MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN - Pdt. Eddy Tatimu
Mazmur 104:34
“Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN.”
Dalam kemengan pada suatu cabang olah raga tertentu, mustahil akan terjadi kemenangan itu tanpa latihan yang keras, teratur, telaten, tekun, sabar, melelahkan dan membosankan. Demikian halnya dengan berdoa dan merenungkan Firman Allah.
Merenungkan Firman Allah merupakan suatu disiplin yang tidak ada pada sebagian besar orang, oleh karena mereka tidak melihat keuntungannya. Sebab merenungkan Firman Allah di anggap sebagai sesuatu yang menghabiskan waktu dan tenaga serta membosankan.
Perenungan Firman Allah sebenarnya adalah lahan pelatihan untuk hikmat dan pengertian. Penelahaan Kitab Suci yang dilakukan secara progresif, dipadukan dengan kepekaan akan suara Roh Kudus, akan memperbaharui pikiran dan menyiapkannya untuk suatu keputusan yang bijak dalam masalah pelik.
Merenungkan Firman Allah akan membersihkan hati. Barangkali ada dosa-dosa yang anda sendiri tidak tahu sedang bersembunyi di dalam hati anda, itu dapat di bawa ke permukaan sehingga menjadi jelas melalui pekerjaan Roh Kudus. Hal ini mungkin akan membuat anda terkejut dan menyakitkan anda, tetapi apabila anda sadar dan bertobat bahwa itu adalah kebaikan Allah untuk dibukakan kepada anda akan kesalahan anda, maka anda akan dibebaskan, dan anda dapat menjalankan kehidupan yang kudus dan murni.
Perenungan Firman Tuhan akan meningkatkan lepatuhan anda. Allah selalu berbicara dengan tenang di hati anda supaya anda bisa mematuhi-Nya dan memperoleh berkat-Nya. Dengarkan dan tunggu dengan sabar dan taat akan bisikan-Nya, anda akan menerima berkat yang amat besar. Amin.
Renungan 24 Februari 2010
Renungan 24 Pebruai 2010
BERKAT MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN - Pdt. Eddy Tatimu
Mazmur 104:34
“Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN.”
Dalam kemengan pada suatu cabang olah raga tertentu, mustahil akan terjadi kemenangan itu tanpa latihan yang keras, teratur, telaten, tekun, sabar, melelahkan dan membosankan. Demikian halnya dengan berdoa dan merenungkan Firman Allah.
Merenungkan Firman Allah merupakan suatu disiplin yang tidak ada pada sebagian besar orang, oleh karena mereka tidak melihat keuntungannya. Sebab merenungkan Firman Allah di anggap sebagai sesuatu yang menghabiskan waktu dan tenaga serta membosankan.
Perenungan Firman Allah sebenarnya adalah lahan pelatihan untuk hikmat dan pengertian. Penelahaan Kitab Suci yang dilakukan secara progresif, dipadukan dengan kepekaan akan suara Roh Kudus, akan memperbaharui pikiran dan menyiapkannya untuk suatu keputusan yang bijak dalam masalah pelik.
Merenungkan Firman Allah akan membersihkan hati. Barangkali ada dosa-dosa yang anda sendiri tidak tahu sedang bersembunyi di dalam hati anda, itu dapat di bawa ke permukaan sehingga menjadi jelas melalui pekerjaan Roh Kudus. Hal ini mungkin akan membuat anda terkejut dan menyakitkan anda, tetapi apabila anda sadar dan bertobat bahwa itu adalah kebaikan Allah untuk dibukakan kepada anda akan kesalahan anda, maka anda akan dibebaskan, dan anda dapat menjalankan kehidupan yang kudus dan murni.
Perenungan Firman Tuhan akan meningkatkan lepatuhan anda. Allah selalu berbicara dengan tenang di hati anda supaya anda bisa mematuhi-Nya dan memperoleh berkat-Nya. Dengarkan dan tunggu dengan sabar dan taat akan bisikan-Nya, anda akan menerima berkat yang amat besar. Amin.
BERKAT MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN - Pdt. Eddy Tatimu
Mazmur 104:34
“Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN.”
Dalam kemengan pada suatu cabang olah raga tertentu, mustahil akan terjadi kemenangan itu tanpa latihan yang keras, teratur, telaten, tekun, sabar, melelahkan dan membosankan. Demikian halnya dengan berdoa dan merenungkan Firman Allah.
Merenungkan Firman Allah merupakan suatu disiplin yang tidak ada pada sebagian besar orang, oleh karena mereka tidak melihat keuntungannya. Sebab merenungkan Firman Allah di anggap sebagai sesuatu yang menghabiskan waktu dan tenaga serta membosankan.
Perenungan Firman Allah sebenarnya adalah lahan pelatihan untuk hikmat dan pengertian. Penelahaan Kitab Suci yang dilakukan secara progresif, dipadukan dengan kepekaan akan suara Roh Kudus, akan memperbaharui pikiran dan menyiapkannya untuk suatu keputusan yang bijak dalam masalah pelik.
Merenungkan Firman Allah akan membersihkan hati. Barangkali ada dosa-dosa yang anda sendiri tidak tahu sedang bersembunyi di dalam hati anda, itu dapat di bawa ke permukaan sehingga menjadi jelas melalui pekerjaan Roh Kudus. Hal ini mungkin akan membuat anda terkejut dan menyakitkan anda, tetapi apabila anda sadar dan bertobat bahwa itu adalah kebaikan Allah untuk dibukakan kepada anda akan kesalahan anda, maka anda akan dibebaskan, dan anda dapat menjalankan kehidupan yang kudus dan murni.
Perenungan Firman Tuhan akan meningkatkan lepatuhan anda. Allah selalu berbicara dengan tenang di hati anda supaya anda bisa mematuhi-Nya dan memperoleh berkat-Nya. Dengarkan dan tunggu dengan sabar dan taat akan bisikan-Nya, anda akan menerima berkat yang amat besar. Amin.
Selasa, 23 Februari 2010
Renungan 23 Februari 2010
Renungan 22 Pebruari 2010
PERLUNYA MERENUNGKAN FIRMAN ALLAH - Pdt. Eddy Tatimu
Kolose 3:1-3
“Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, dimana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.:
Seringkali aktivitas rohani kita hanya membahas persembahan tubuh kita sebagi korban yang hidup yang kudus dan yang berkenan kepada Allah…..dan lain sebagainya, dimana itu merupakan tindakan ibadah kita, yaitu mempersembahkan pikiran dan hati. Selanjutnya yang harus dilakukan adalah membiarkan pikiran kita diperbaharui dan karakter kita diubahkan.
Mintalah kepada Roh Kudus untuk membantu anda, dan anda harus membuka pikiran anda pada pekerjaan-Nya dan menyerahkan diri kepada pengendalian-Nya dan sambil memikirkan perkara-perkara yang diatas/rohani, bukan hal-hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Dan anda akan merasakan bagaimana Allah yang Maha Kuasa bekerja dari dalam diri anda menuntun anda kepada apa yang Dia ingin lakukan. Puji Tuhan!
Disaat anda merenungkan Firman Tuhan, jangan biarkan pikiran melayang-layang, tetapi pikirkanlah Kristus sebagai sahabat dan kekasih jiwamu, dan bukan pada hal-hal duniawi. Anda bisa ambil satu atau beberapa ayat sebagai bahan untuk direnungkan, diulang dengan tenang berkali-kali sampai anda diberikan pengetahuan untuk lebih mengenal Dia lebih jauh. Pilihlah tempat yang tenang atau suasana yang hening dan tenang sambil merenungkan Firman Tuhan. Masuklah ruang Maha Kudus-Nya dengan Penyembahan dan Pujian, sebagaimana Pemazmur berkata :”Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.” Mazmur 119:48. Amin.
PERLUNYA MERENUNGKAN FIRMAN ALLAH - Pdt. Eddy Tatimu
Kolose 3:1-3
“Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, dimana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.:
Seringkali aktivitas rohani kita hanya membahas persembahan tubuh kita sebagi korban yang hidup yang kudus dan yang berkenan kepada Allah…..dan lain sebagainya, dimana itu merupakan tindakan ibadah kita, yaitu mempersembahkan pikiran dan hati. Selanjutnya yang harus dilakukan adalah membiarkan pikiran kita diperbaharui dan karakter kita diubahkan.
Mintalah kepada Roh Kudus untuk membantu anda, dan anda harus membuka pikiran anda pada pekerjaan-Nya dan menyerahkan diri kepada pengendalian-Nya dan sambil memikirkan perkara-perkara yang diatas/rohani, bukan hal-hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Dan anda akan merasakan bagaimana Allah yang Maha Kuasa bekerja dari dalam diri anda menuntun anda kepada apa yang Dia ingin lakukan. Puji Tuhan!
Disaat anda merenungkan Firman Tuhan, jangan biarkan pikiran melayang-layang, tetapi pikirkanlah Kristus sebagai sahabat dan kekasih jiwamu, dan bukan pada hal-hal duniawi. Anda bisa ambil satu atau beberapa ayat sebagai bahan untuk direnungkan, diulang dengan tenang berkali-kali sampai anda diberikan pengetahuan untuk lebih mengenal Dia lebih jauh. Pilihlah tempat yang tenang atau suasana yang hening dan tenang sambil merenungkan Firman Tuhan. Masuklah ruang Maha Kudus-Nya dengan Penyembahan dan Pujian, sebagaimana Pemazmur berkata :”Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.” Mazmur 119:48. Amin.
Senin, 22 Februari 2010
Renungan 22 Februari 2010
Renungan 21 Pebruari 2010
ALLAH MENJAWAB DOA DENGAN CARANYA SENDIRI - Pdt. Eddy Tatimu
Matius 26:44
“Ia membiarkan mereka disitu lalu pergi dan berdoa untuk ke tiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.”
Pernakah anda mengalami didalam satu pengalaman doa, ada saatnya doa anda seperti jalan tol tanpa hambatan, semuanya lancar dan terjawab. Sakit di sembuhkan, permasalahan yang mengganjal terselesaikan, usaha bertambah maju, keluarga hidup rukun dan damai. Anda beribadah dan bersyukur kepada Tuhan akan segala kebaikan-Nya.
Pada saat yang lain, permohonan anda tidak terpenuhi, yang sakit tetap sakit bahkan bertambah parah, kebutuhan keuangan tidak terpenuhi, kesempatan yang baik tidak kunjung tiba, tetapi anda masih tetap beribadah dan memuji Tuhan untuk semua hal yang anda alami.
Yang pertama mudah anda lakukan. Tetapi kasus yang kedua akan menjadi sulit, dan mungkin anda berpikir, Mengapa Tuhan tidak menolong saya? Apa yang Dia kehendaki dari saya? Masihkah Dia peduli dengan saya? Dan lain sebagainya.
Kalau demikian halnya, pandangan anda tentang Allah telah dikaburkan dengan tujuan utama dari doa. Berdoa adalah mempercayai Allah untuk melakukan apa yang Ia tahu yang terbaik bagi anda, yaitu kehidupan dan masa depan anda.
Yesus berdoa di taman Getsemani kepada Bapa-Nya bukan untuk kepentingan pribadi-Nya, tetapi Dia berkata:” Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu.” Matius 26:42. Doa ini Dia berdoa sampai tiga kali dengan mengucapkan doa yang itu juga. Dengan Dia berserah kepada kehendak Bapa, maka anda dan kita semua diselamatkan.
Allah mengasihi anda, Ia selalu bekerja untuk kebaikan anda dan yang terbaik bagi anda. Percayalah kepada-Nya. Amin.
ALLAH MENJAWAB DOA DENGAN CARANYA SENDIRI - Pdt. Eddy Tatimu
Matius 26:44
“Ia membiarkan mereka disitu lalu pergi dan berdoa untuk ke tiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.”
Pernakah anda mengalami didalam satu pengalaman doa, ada saatnya doa anda seperti jalan tol tanpa hambatan, semuanya lancar dan terjawab. Sakit di sembuhkan, permasalahan yang mengganjal terselesaikan, usaha bertambah maju, keluarga hidup rukun dan damai. Anda beribadah dan bersyukur kepada Tuhan akan segala kebaikan-Nya.
Pada saat yang lain, permohonan anda tidak terpenuhi, yang sakit tetap sakit bahkan bertambah parah, kebutuhan keuangan tidak terpenuhi, kesempatan yang baik tidak kunjung tiba, tetapi anda masih tetap beribadah dan memuji Tuhan untuk semua hal yang anda alami.
Yang pertama mudah anda lakukan. Tetapi kasus yang kedua akan menjadi sulit, dan mungkin anda berpikir, Mengapa Tuhan tidak menolong saya? Apa yang Dia kehendaki dari saya? Masihkah Dia peduli dengan saya? Dan lain sebagainya.
Kalau demikian halnya, pandangan anda tentang Allah telah dikaburkan dengan tujuan utama dari doa. Berdoa adalah mempercayai Allah untuk melakukan apa yang Ia tahu yang terbaik bagi anda, yaitu kehidupan dan masa depan anda.
Yesus berdoa di taman Getsemani kepada Bapa-Nya bukan untuk kepentingan pribadi-Nya, tetapi Dia berkata:” Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu.” Matius 26:42. Doa ini Dia berdoa sampai tiga kali dengan mengucapkan doa yang itu juga. Dengan Dia berserah kepada kehendak Bapa, maka anda dan kita semua diselamatkan.
Allah mengasihi anda, Ia selalu bekerja untuk kebaikan anda dan yang terbaik bagi anda. Percayalah kepada-Nya. Amin.
Sabtu, 20 Februari 2010
Renungan 20 Pebruari 2010
KENAKAN SELURUH SENJATA ALLAH - Pdt. Eddy Tatimu
Matius 14:23
“Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.”
Pada saat anda berkomitmen untuk bersekutu dengan Tuhan seorang diri, janganlah heran kalau anda akan merasa selalu menghadapi kesulitan dengan waktu. Disinilah serangan setan yang selalu menghalangi dengan berbagai macam cara untuk mengalihkan perhatian anda untuk berdoa, membaca Firman dan merenungkannya.
Dalam keadaan demikian maka anda perlu mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah pada setiap pagi hari sebelum anda memulai saat-saat hening anda. Dan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah adalah sesuatu yang harus anda lakukan secara teratur. Dengan demikian anda selalu berada dalam sikap siap perang terhadap taktik musuh anda.
Adapun senjata perang itu adalah :”Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus.” Efesus 6:14-18.
Semakin anda menggunakan sesering mungkin peralatan senjata perang Allah ini, maka anda akan lebih menyadari keududkan anda dalam Kristus sebagai anak-Nya yang kekasih. Belajarlah bagaimana menghabiskan waktu sendirian dengan Tuhan, itu akan membuka pintu peluang untuk pertumbuhan rohanimu. Dengan rohani anda yang semakin bertumbuh, maka akan membuat anda lebih mengenal Allah secara pribadi, dan mengenal Allah secara pribadi adalah bagian yang paling mengairahkan dalam hidup ini.
Dia sedang menunggu anda. Datang dan berdiam dirilah berdua bersamanya. Amin.
KENAKAN SELURUH SENJATA ALLAH - Pdt. Eddy Tatimu
Matius 14:23
“Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.”
Pada saat anda berkomitmen untuk bersekutu dengan Tuhan seorang diri, janganlah heran kalau anda akan merasa selalu menghadapi kesulitan dengan waktu. Disinilah serangan setan yang selalu menghalangi dengan berbagai macam cara untuk mengalihkan perhatian anda untuk berdoa, membaca Firman dan merenungkannya.
Dalam keadaan demikian maka anda perlu mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah pada setiap pagi hari sebelum anda memulai saat-saat hening anda. Dan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah adalah sesuatu yang harus anda lakukan secara teratur. Dengan demikian anda selalu berada dalam sikap siap perang terhadap taktik musuh anda.
Adapun senjata perang itu adalah :”Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus.” Efesus 6:14-18.
Semakin anda menggunakan sesering mungkin peralatan senjata perang Allah ini, maka anda akan lebih menyadari keududkan anda dalam Kristus sebagai anak-Nya yang kekasih. Belajarlah bagaimana menghabiskan waktu sendirian dengan Tuhan, itu akan membuka pintu peluang untuk pertumbuhan rohanimu. Dengan rohani anda yang semakin bertumbuh, maka akan membuat anda lebih mengenal Allah secara pribadi, dan mengenal Allah secara pribadi adalah bagian yang paling mengairahkan dalam hidup ini.
Dia sedang menunggu anda. Datang dan berdiam dirilah berdua bersamanya. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)
