Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee , USA . Seorang ibu muda, Karen namanya sedang mengandung bayinya yang ke dua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael anaknya pertama yang baru berusia 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya. Michael senang sekali akan punya adik.
Kerap kali ia menempelkan telinganya diperut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih diperut ibunya itu. Nampaknya Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu
Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh diluar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen; bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa.
Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. Lain halnya dengan kakaknya Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus!Mami, ... aku mau nyanyi buat adik kecil! Ibunya kurang tanggap.Mami, ... aku pengen nyanyi! Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya.Mami, ... aku kepengen nyanyi! Ini berulang kali dimintaMichael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael rengekan anak kecil. Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak. Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup! Ia d ice gat oleh suster didepan pintu kamar ICU.
Anak kecil dilarang masuk!. Karen ragu-ragu. Tapi, suster.... suster tak mau tahu; ini peraturan!Anak kecil dilarang dibawa masuk! Karen menatap tajam suster itu, lalu katanya: Suster, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya! Suster terdiam menatap Michael dan berkata, tapi tidak boleh lebih dari lima menit!.Demikianlah kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU.
Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya ... lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring "... You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey ..." Ajaib! si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya.You never know, dear, How much I love you. Please don't take my sunshine away. Denyut nadinya menjadi lebih teratur.
Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan terus, ... terus Michael! teruskan sayang! ... bisik ibunya ... The other night, dear, as I laid sleeping, I dream, I held you in my hands ... dan sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur ... I'll always love you and make you happy, if you will only stay the same ... Sang adik kelihatan begitu tenang ... sangat tenang.Lagi sayang! bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan ... adiknya kelihatan semakin tenang, relax dan damai ... lalu tertidur lelap.
Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri.Hari berikutnya, satu hari kemudian si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai Mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa! tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati.
Benar bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan "How much I love you". Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil "Michael" untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil bagiNYA bila IA menghendaki terjadi.
Fr:Internet
Rabu, 12 November 2008
Kegelapan Yang Paling Gelap 3
Kegelapan Yang Paling Gelap 3
Oleh : Pdt. A.H. Mndey
Sebab itu, Rasul Paulus menulis dalam Surat Efesus 4:11-13 "...sampai kita semua mencapai kesatuan iman..." ayat 13.
Tuhan menangkat Rasul, Nabi, Pemberita Injil, Gembala dan Guru, ini adalah hamba-hamba Tuhan yang ditunjuk/diangkat oleh Tuhan, untuk apa? Ayat 12 berkata "untuk memprlengkapi orang-orang kudus...", siapakah orang-oran kudus? Anggota-anggota jemaat, bagi pekerjaan pelayanan. Jadi anggota-anggota jemaat harus duduk diam, tidak berbuat apa-apa? Tidak. Tetapi dikatakan, orang-orang kudus diperlengkapi untuk pekerjaan pelayanan. Jadi setiap anggota harus tahu mempunyai suatu pelayanan. Tidak semua pelayanan diatas mimbar, tidak semua mempunyai pelayanan tugas mengajar, tidak semua. Tetapi masing-masing kita harus tahu apa pelayannya.
Jadi kita tidak bisa menjadi anggota jemaat yang pasif, tidak tahu harus berbuat apa-apa; pokoknya oh...pendeta yang kerja, tua-tua yang kerja, semua kerja, saya sih datang ke gereja, pulang, gereja, pulang...habis. Tidak saudara-saudara. Kita harus tahu apa pelayanan kita.
Waktu kita diselamatkan saja, Allah sudah sediakan tugas buat kita. Saudara liat itu dalam Efesus 2:10 "karena kita ini buatan Allah diciptakan dalam Kristus Yesus.." sampai situ? Tidak. "Kita diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik". Jadi untuk bekerja yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Jika Allah sudah persiapkan suatu pelayanan buat kita masing-masing, Ia mau supaya kita hidup di dalamnya. Jadi saudara-saudara, ada pelayanan yang Tuhan sediakan buat setiap anak Tuhan. Banyak kalau saudara baca dalam suratan Roma pasal 12, disana saudara melihat disebut disitu pelayanan-pelayanan yang dapat kita kerjakan. Tidak semua pendeta, tidak semua jadi tua-tua, tidak semua jadi pengerja, saudara-saudara masing-masing ada tugas.
Kamis, 06 November 2008
Kegelapan Yang Paling Gelap 3
Kegelapan Yang Paling Gelap 3
Oleh : Pdt. A.H. Mandey
Nah ini jelas Kerajaan Sorga. Abraham ada dimana? Dalam Kerajaan Sorga. Ishak ada dimana? Dalam Kerajaan Sorga. Yakub ada dimana? Dalam Kerajaan Sorga. Mereka sudah mati, tapi roh mereka ada dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap. Anak-anak Kerajaan, ini anak-anak Kerajaan. Istilah anak-anak Kerajaan ini, adalah orang-orang percaya atau bukan? Dia berkata dari Barat dari Timur, orang-orang akan datang dan duduk bersama-sama dengan Abraham Ishak dan Yakub, di dalam Kerjaan Sorga. Dengan lain kata, Ia berbicara tentang orang-orang dari empat penjuru alam ini datang percaya kepada Yesus, mati lalu masuk ke dalam Sorga. Tetapi Dia berkata anak-anak Kerajaan - anak-anak Kerajaan mana ini? - Dia berbicara tentang kerjaan Sorga, sekarang Dia berkata tentang anak-anak Kerajaan, anak kerajaan mana? Anak Kerajaan Sorga. Nah, kalau bicara tentang anak Kerajaan Sorga, orang percaya atau bukan? Orang Percaya. Ini adalah orang-orang percaya yang Dia maksudkan disini. Anak-anak Kerajaan akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap. Ini anak-anak Kerjaan yang apa? Kenapa dicampakkan keluar? Sedangkan dari Timur dan Barat masuk ke dalam Sorga, kok anak-anak Kerajaan sendiri bukannya masuk ke dalam Kerajaan malah dibuang ke dalam kegelapan yang paling gelap. Apa sebab? Apa sebab ada orang-orang dari Timur Barat masuk kedalam Kerajaan Sorga, sedangkan anak-anak Kerajaan tidak masuk ke dalam Kerajaan Sorga, tetapi dibuang ke dalam kegelapan yang paling gelap. Ini orang-orang percaya atau tidak? Orang-orang percaya. Sebab disebut anak kerajaan. Yesus berbicara tentang Kerajaan Sorga. Mereka ini anak-anak kerajaan. Jadi ini adalah orang-orang Kristen. Tapi mereka tidak disebut masuk ke dalam Sorga, tetapi dibuang. Apa sebab mereka dibuang ke dalam kegelapan yang paling gelap?
Perhatikan konteksnya. Kalau saudara membaca suatu ayat, jangan membaca satu ayat begitu saja, selalu harus membaca ayat-ayat sebelumnya. Saudara tidak akan mendapat pengertian yang benar, kalau saudara tidak membaca ayat-ayat sebelumnya. Disini Dia berbicara tentang banyak orang yang akan datang dari Timur dan Barat duduk makan bersama-sama Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga. Jadi jelas mereka adalah orang-orang yang percaya, tetapi anak-anak Kerajaan tidak masuk, mereka ini adalah orang-orang Kerajaan, orang Kristen, tapi ada suatu yang membuat mereka tidak masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Apakah itu? Nah, jangan lupa konteksnya, ayat-ayat sebelumnya, Dia berbicara tentang apa. Yesus berkata, "diseluruh Israel Aku belum pernah menjumpai IMAN seperti orang ini". Yesus menghargai Iman dari si Penghulu laskar ini, si perwira ini. Lalu Dia berkata, "dari Timur dan Barat orang-orang akan masuk kedalam Kerajaan Sorga", karena apa? Karena Iman. Tapi sekarang kita melihat ada anak-anak Kerajaan tidak masuk dalam kerajaan, karena apa? Tidak mempunya Iman. Konteksnya Dia berbicara tentang iman, sehingga kita tidak dapat mengeluarkan/melepaskan cerita ini dari konteksnya. Kalau konteks ayat-ayat sebelumnya berbicara tentang iman, kita harus tetap tinggal dalam konteks itu, dalam pengertian itu. Yesus disini menekankan soal iman. Mereka adalah anak-anak Kerajaan, tetapi yang Dia maksudkan disini adalah mereka tidak mempunyai Iman. "Tidak pernah Aku jumpai seorang pun diantara orang Israel Iman seperti ini". Jadi yang menentukan masuk ke dalam kerajaan Sorga atau dibuang ke dalam kegelapan yang paling gelap adalah soal Iman. Apakah mereka yang dibuang ini adalah orang-orang kafir? Bukan. Mereka disebut anak-anak Kerajaan. Kerajaan apa? Kerajaan Sorga! Bagaimana kita menjadi anak kerajaan? Yohanes 1:12 berkata :"...barangsiapa yang percaya padaNya...". Jadi mereka ini orang-orang percaya. Orang-orang beriman. Tetapi iman mereka itu tidak memenuhi ukuran standar daripada Tuhan. Iman saudara-saudara berapa besar sih?! Yesus berkata, sebesar biji sesawi, gunung bisa pindah, itu biji sesawi kecil sekali, bukan seperti biji sawi, kalau sawi kita itu yang ditanam-tanam sering kali kita makan bijinya sudah kecil, ini biji sesawi. Kalau saudara pergi ke Israel, saudara akan melihat, pohonnya besar, tetapi bijinya itu kecil sekali. Saudara perlu alat kaca pembesar untuk melihat bijinya. Begitu kecilnya. Tetapi sekecil-kecilnya itu, masih ada yang lebih kecil lagi, yaitu ini, anak-anak Kerajaan. Mereka adalah anak-anak Kerajaan, dengan lain kata mereka mempunyai iman, tapi iman mereka tidak memenuhi ukuran.
Senin, 03 November 2008
How to win friends and influence people
How to win friends and influence people
Tanpa harus memaksa, orang lain mau memenuhi keinginan kita. Betapa menyenangkannya! Dale Carnegie, pakar SDM dan penulis HOW TO WIN FRIENDS AND INFLUENCE PEOPLE, membocorkan rahasianya.
Pintar Memuji
Sebelum bisa mempengaruhi lawan bicara, Anda harus mendapatkan simpati dan memenangkan hatinya. Salah satu caranya adalah dengan melontarkan pujian. Meski mudah, Anda perlu menguasai teknik memuji agar tidak terkesan sebagai pemanis bibir saja. Berikan pujian dengan tulus. Bila pujian palsu yang ditangkap oleh telinga lawan bicara, maka bukannya simpati, melainkan sikap antipati yang akan Anda terima.
Mau Mendengarkan
Selalu awali percakapan dengan tutur kata ramah dan sikap bersahabat. Ajukan pertanyaan untuk memancing lawan bicara menceritakan kabar baik mengenai dirinya. Setiap orang akan senang diberi kesempatan bercerita tentang dirinya sendiri. Dengan menjadi pendengar yang baik, Anda juga bisa menarik banyak info yang berguna.
Ketertarikan yang Tulus
Cobalah menggali kualitas positif yang dimiliki orang di depan Anda, dan bangunlah ketertarikan yang tulus akan dirinya. Sikap tertarik yang Anda tunjukkan akan menghindarkan kesan bahwa Anda sedang 'menginterogasi' dirinya dan berusaha mengambil keuntungan dari pembicaraan tersebut.
Wajah Ramah
Tutur kata manis tanpa raut wajah yang mendukung sama saja seperti sayur tanpa garam. Hambar dan tidak menyenangkan. Jangan lupa tersenyum dengan bibir dan mata ketika berbicara dengan orang lain. Senyum adalah bahasa universal yang dimengerti oleh semua orang di dunia.
Personalisasi
Musik terindah di telinga seseorang adalah namanya sendiri. Berulang kali menyebut nama lawan bicara ketika sedang berbicara dengannya menunjukkan Anda memperhatikan dirinya. Akan lebih baik jika Anda mampu mengingat nama orang terdekatnya, seperti nama pasangan atau nama anggota keluarganya yang lain.
Berada di Posisinya
Akan lebih mudah memenangkan atensi dan simpati dari orang lain bila Anda mampu menempatkan diri pada posisi mereka. Sebaliknya, sulit sekali menanamkan pengaruh pada diri siapapun apabila Anda berbicara atas nama kepentingan pribadi. Makanya sebelum membujuk lawan bicara melakukan sesuatu, pikirkan dulu keuntungan yang akan mereka peroleh dengan mengikuti saran Anda.
Pantang Mengritik
Tidak ada orang yang senang dipersalahkan atas ucapan dan tindakannya. Terlebih, ketika Anda sedang berusaha mempengaruhi dirinya untuk melakukan sesuatu. Ketika merasa 'diserang,' biasanya seseorang akan bersikap defensif dan menutup diri. Dalam kondisi demikian, mustahil untuk menanamkan ide apapun dalam benaknya. Jadi, hargailah opini lawan bicara dan simpan dulu kritik Anda untuk disampaikan pada saat lain yang lebih tepat.
Hindari Argumentasi
Jangan berkecil hati bila ide yang Anda ditolak lawan bicara. Di lain sisi, hindari argumentasi, apalagi yang menjurus pada debat kusir, karena hal itu bisa mendorong pihak lain untuk melangkah mundur. Mintalah ia untuk menjelaskan dari sudut pandangnya. Hormati pendapat lawan bicara dan biarkan ia 'menyelamatkan muka' apabila ternyata memang opininya yang keliru.
Mengakui Kesalahan
Cara terbaik untuk mengungkit kealpaan yang dilakukan orang lain adalah dengan menunjukkannya secara tidak langsung. Bicarakan dulu kesalahan yang pernah Anda alami untuk mendatangkan kesalahan yang pernah Anda alami untuk mendatangkan perasaan 'senasib' dan memancing lawan bicara melakukan hal serupa. Tak perlu cemas sikap ini bakal menjatuhkan diri Anda di mata anak buah Anda. Besar kemungkinan mereka malah mempertebal respek terhadap diri Anda.
Arahan Tersembunyi
Setelah lawan bicara menyadari sendiri kekeliruannya, mulailah sedikit demi sedikit melontarkan ide tentang alternatif solusi yang Anda miliki. Akan lebih baik bila Anda berhasil memancing lawan bicara untuk menemukan dan mengucapkan sendiri solusi yang dimaksud. Dengan begitu Anda bisa mempertipis kesan yang muncul bahwa Anda sedang menyuruhnya melakukan sesuatu.
Suntikan Semangat
Semangat adalah dorongan mental yang mampu mengarahkan seseorang melakukan tindakan apapun. Bila lawan bicara telah menunjukkan respon positif, maka berikutnya adalah memberi suntikan semangat.
From:E-mail
Tanpa harus memaksa, orang lain mau memenuhi keinginan kita. Betapa menyenangkannya! Dale Carnegie, pakar SDM dan penulis HOW TO WIN FRIENDS AND INFLUENCE PEOPLE, membocorkan rahasianya.
Pintar Memuji
Sebelum bisa mempengaruhi lawan bicara, Anda harus mendapatkan simpati dan memenangkan hatinya. Salah satu caranya adalah dengan melontarkan pujian. Meski mudah, Anda perlu menguasai teknik memuji agar tidak terkesan sebagai pemanis bibir saja. Berikan pujian dengan tulus. Bila pujian palsu yang ditangkap oleh telinga lawan bicara, maka bukannya simpati, melainkan sikap antipati yang akan Anda terima.
Mau Mendengarkan
Selalu awali percakapan dengan tutur kata ramah dan sikap bersahabat. Ajukan pertanyaan untuk memancing lawan bicara menceritakan kabar baik mengenai dirinya. Setiap orang akan senang diberi kesempatan bercerita tentang dirinya sendiri. Dengan menjadi pendengar yang baik, Anda juga bisa menarik banyak info yang berguna.
Ketertarikan yang Tulus
Cobalah menggali kualitas positif yang dimiliki orang di depan Anda, dan bangunlah ketertarikan yang tulus akan dirinya. Sikap tertarik yang Anda tunjukkan akan menghindarkan kesan bahwa Anda sedang 'menginterogasi' dirinya dan berusaha mengambil keuntungan dari pembicaraan tersebut.
Wajah Ramah
Tutur kata manis tanpa raut wajah yang mendukung sama saja seperti sayur tanpa garam. Hambar dan tidak menyenangkan. Jangan lupa tersenyum dengan bibir dan mata ketika berbicara dengan orang lain. Senyum adalah bahasa universal yang dimengerti oleh semua orang di dunia.
Personalisasi
Musik terindah di telinga seseorang adalah namanya sendiri. Berulang kali menyebut nama lawan bicara ketika sedang berbicara dengannya menunjukkan Anda memperhatikan dirinya. Akan lebih baik jika Anda mampu mengingat nama orang terdekatnya, seperti nama pasangan atau nama anggota keluarganya yang lain.
Berada di Posisinya
Akan lebih mudah memenangkan atensi dan simpati dari orang lain bila Anda mampu menempatkan diri pada posisi mereka. Sebaliknya, sulit sekali menanamkan pengaruh pada diri siapapun apabila Anda berbicara atas nama kepentingan pribadi. Makanya sebelum membujuk lawan bicara melakukan sesuatu, pikirkan dulu keuntungan yang akan mereka peroleh dengan mengikuti saran Anda.
Pantang Mengritik
Tidak ada orang yang senang dipersalahkan atas ucapan dan tindakannya. Terlebih, ketika Anda sedang berusaha mempengaruhi dirinya untuk melakukan sesuatu. Ketika merasa 'diserang,' biasanya seseorang akan bersikap defensif dan menutup diri. Dalam kondisi demikian, mustahil untuk menanamkan ide apapun dalam benaknya. Jadi, hargailah opini lawan bicara dan simpan dulu kritik Anda untuk disampaikan pada saat lain yang lebih tepat.
Hindari Argumentasi
Jangan berkecil hati bila ide yang Anda ditolak lawan bicara. Di lain sisi, hindari argumentasi, apalagi yang menjurus pada debat kusir, karena hal itu bisa mendorong pihak lain untuk melangkah mundur. Mintalah ia untuk menjelaskan dari sudut pandangnya. Hormati pendapat lawan bicara dan biarkan ia 'menyelamatkan muka' apabila ternyata memang opininya yang keliru.
Mengakui Kesalahan
Cara terbaik untuk mengungkit kealpaan yang dilakukan orang lain adalah dengan menunjukkannya secara tidak langsung. Bicarakan dulu kesalahan yang pernah Anda alami untuk mendatangkan kesalahan yang pernah Anda alami untuk mendatangkan perasaan 'senasib' dan memancing lawan bicara melakukan hal serupa. Tak perlu cemas sikap ini bakal menjatuhkan diri Anda di mata anak buah Anda. Besar kemungkinan mereka malah mempertebal respek terhadap diri Anda.
Arahan Tersembunyi
Setelah lawan bicara menyadari sendiri kekeliruannya, mulailah sedikit demi sedikit melontarkan ide tentang alternatif solusi yang Anda miliki. Akan lebih baik bila Anda berhasil memancing lawan bicara untuk menemukan dan mengucapkan sendiri solusi yang dimaksud. Dengan begitu Anda bisa mempertipis kesan yang muncul bahwa Anda sedang menyuruhnya melakukan sesuatu.
Suntikan Semangat
Semangat adalah dorongan mental yang mampu mengarahkan seseorang melakukan tindakan apapun. Bila lawan bicara telah menunjukkan respon positif, maka berikutnya adalah memberi suntikan semangat.
From:E-mail
Rabu, 29 Oktober 2008
Kegelapan Yang Paling Gelap 2
Kegelapan Yang Paling Gelap
Bagian 2, Oleh : Pdt. A.H Mandey
Ajaran kita, kalau kita lihat dalam Firman Allah, anti Kristus datan dulu, baru Yesus datang kembali. Tetapi ajaran ini mengatakan, Yesus datang dulu, terjadi kebangkitan dan pengangkatan dulu, baru datang anti Kristus. Berbeda dengan apa yang kita lihat dalam Firman Allah. Nah, saya kira hal ini sudah jelas buat saudara-saudara, saya tidak usah kemukakan lagi, tetap sekarang kita lihat dari sudut apakah benar, bahwa semua orang percaya itu diangkat? Bertemu dengan Tuhan. Dengan lain kata, dalam masa anti Kristus, tidak ada orang Kristen yang ketinggalan di dunia ini? Sebab mereka sudah diangkat dulu katanya kan? Kalau sudah diangkat dulu, kebangkitan sudah ada, dan pengangkatan sudah terjadi semua, maka tidak ada orang yang percaya kepada Tuhan yang ketinggalan diatas muka bumi ini. Kalau saya katakan menurut Firman Allah, tidak benar. Sebab kebangkitan dan penangkatan terjadi pada akhir daripada masa anti Kristus, situlah baru terjadi kebangkitan dan pengangkatan. Di dalam masa 3 1/2 tahun ini, zaman anti Kristus, ada orang-orang Kristen yang ketinggalan disitu. Nah, ini dua hal yang tidak cocok.
Yang pertama berkata semua orang Kristen - pokoknya Kristen - diangkat, sehingga pada masa anti Kristus itu tidak ada orang Kristen. Kita mengajarkan kebangkitan pengangkatan terjadi pada akhir 3 1/2 tahun daripada anti Kristus, dan zaman anti Kristus itu ada orang-orang Kristen ketinggalan yang dibunuh oleh anti Kristus. Nah, kita mau melihat ayat-ayatnya sekarang. Untuk itu kita membaca ketiga bagian dari Injil Matius tadi.
Matius 8:5-12 "Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepadaNya: "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita." Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya." Tetapi jawab perwira itu kepadaNya: " Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu : pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi :Datang!, maka ia datang. Ataupun kepada hambaku" Kerjakanlah itu!, maka ia mengerjakannya." Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikutiNya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakup di dalam Kerajaan Sorga, sedangkan anak-anak kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
Nah di sini kita baca pertama kali Yesus menyebut soal kegelapan yang paling gelap. Yesus berbicara di sini dari hal seorang perwira yang mempunyai bawahan. Dan perwira ini mempunya seorang hamba yang sakit lumpuh menderita, dia meminta supaya Yesus datang menyembuhkannya. Tetapi ketika Yesus mau datang, maka ia katakan, Tuan aku tidak layak menerima Tuan dalam rumahku begitu saja, katakanlah satu kata saja "sembuh!" pasti sembuh. Perwira ini mengakui Yesus mempunyai kuasa. Dia ambil sebagai contoh dirinya sendiri, dia berkata:"aku mempunyai bawahan, kalau saya berkata kepada bawahan:Pergi!, dia pergi, Mari kemari!, dia datang, kalau saya kepada hamba: Kerjakan ini!, dia kerjakan." Begitulah dia menggambarkan dirinya sendiri.
Dia berkata dia adalah seorang perwira mempunyai bahwan. Apa yang dia perintahkan kepada bawahan, bawahan lakukan. Jadi ada kuasa dalam perkataan si perwira ini, lalu dia berkata demikian juga Yesus. Dia percaya bahwa kalau Yesus mengeluarkan satu kata saja, pasti hambanya ini sembuh. Apakah yang dimiliki oleh perwira ini? Iman bukan? Iman akan Firman Tuhan. Dia berkata pasti kalau Yesus bilang sembuh, sembuh. Pokoknya Tuhan tidak usah datang ke rumahku, tidak usah tampang tangan Tuhan, tidak usah, perkataanMu saja, satu kata saja pasti sudah sembuh dia. Apa kata Yesus? Tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun diantara orang israel iman sebesar ini. Yesus puji pada orang ini adalah imannya. Luar biasa imannya ini. Dia berkata diseluruh tanah Israel, Dia belum menemukan orang yang mempunya iman seperti ini. Yesus katakan satu kata, beres. Satu kata saja Tuhan, beres. Lalu Yesus tambah diayat 11:" bahwa orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga"
Jumat, 24 Oktober 2008
A Blid Boy
A Blind Boy
A blind boy sat on the steps of a building with a hat by his feet. He held up a sign which said: 'I am blind, please help.' There were only a few coins in the hat.
A man was walking by. He took a few coins from his pocket and dropped them into the hat. He then took the sign, turned it around, and wrote some words. He put the sign back so that everyone who walked by would see the new words.
Soon the hat began to fill up. A lot more people were giving money to the blind boy. That afternoon the man who had changed the sign came to see how things were. The boy recognized his footsteps and asked, 'Were you the one who changed my sign this morning? What did you write?'
The man said, 'I only wrote the truth. I said what you said but in a different way.'
What he had written was: 'Today is a beautiful day and I cannot see it.'
Do you think the first sign and the second sign were saying the same thing?
Of course both signs told people the boy was blind. But the first sign simply said the boy was blind. The second sign told people they were so lucky that they were not blind. Should we be surprised that the second sign was more effective?
Moral of the Story: Be thankful for what you have. Be creative. Be innovative. Think differently and positively.
Invite others towards good with wisdom. Live life with no excuse and love with no regrets. When life gives you a 100 reasons to cry, show life that you have 1000 reasons to smile. Face your past without regret. Handle your present with confidence. Prepare for the future without fear. Keep the faith and drop the fear.
Great men say, 'Life has to be an incessant process of repair and reconstruction, of discarding evil and developing goodness…. In the journey of life, if you want to travel without fear, you must have the ticket of a good conscience.'
The most beautiful thing is to see a person smiling…
And even more beautiful is, knowing that you are the reason behind it!!!
From: Email
A blind boy sat on the steps of a building with a hat by his feet. He held up a sign which said: 'I am blind, please help.' There were only a few coins in the hat.
A man was walking by. He took a few coins from his pocket and dropped them into the hat. He then took the sign, turned it around, and wrote some words. He put the sign back so that everyone who walked by would see the new words.
Soon the hat began to fill up. A lot more people were giving money to the blind boy. That afternoon the man who had changed the sign came to see how things were. The boy recognized his footsteps and asked, 'Were you the one who changed my sign this morning? What did you write?'
The man said, 'I only wrote the truth. I said what you said but in a different way.'
What he had written was: 'Today is a beautiful day and I cannot see it.'
Do you think the first sign and the second sign were saying the same thing?
Of course both signs told people the boy was blind. But the first sign simply said the boy was blind. The second sign told people they were so lucky that they were not blind. Should we be surprised that the second sign was more effective?
Moral of the Story: Be thankful for what you have. Be creative. Be innovative. Think differently and positively.
Invite others towards good with wisdom. Live life with no excuse and love with no regrets. When life gives you a 100 reasons to cry, show life that you have 1000 reasons to smile. Face your past without regret. Handle your present with confidence. Prepare for the future without fear. Keep the faith and drop the fear.
Great men say, 'Life has to be an incessant process of repair and reconstruction, of discarding evil and developing goodness…. In the journey of life, if you want to travel without fear, you must have the ticket of a good conscience.'
The most beautiful thing is to see a person smiling…
And even more beautiful is, knowing that you are the reason behind it!!!
From: Email
Selasa, 21 Oktober 2008
Kegelapan Yang Paling Gelap - 1
Kegelapan Yang Paling Gelap
Bagian 1 - Oleh : Pdt. A.H. Mandey
Kita mau masuk dalam satu pelajaran pada hari ini mengenai apa yang kita baca dalam Alkitab dan dalam terjemahan baru disebut sebagai tempat atau sebagai kegelapan yang paling gelap. Jadi saudara boleh berikan judul pada pelajaran ini KEGELAPAN YANG PALING GELAP. Ini menurut terjemahan baru. Kalau terjemahan lama mengatakan tempat kegelapan yang luar, disini disebut sekarang kegelapan yang paling gelap.
Mengenai kegelapan yang paling gelap ini, kita membaca dalam Matius 8:5-12; 22:11-14; 25:24-30. Tiga bagian dari Injil Matius ini. Dan saudara barangkali sudah tahu bawah Injil: Matius menulis dan menggambarkan Yesus sebagai Raja; Markus menggambarkan Yesus sebagai Hamba; Lukas menggambarkan Yesus sebagai manusia biasa dan Yohanes menulis Yesus sebagai Anak Allah.
Oleh sebab itu dalam Injil Matius sering kali saudara baca tentang Raja, tentang kerajaan, tentang kuasa, itulah yang digambarkan lebih banyak dalam Injil Matius. Nah, pelajaran yang ingin saya berikan disini dari hal Injil Matius pasal 8:5-12; 22:11-14; 25:24-30 ini akan menjelaskan kepada kita dan menerangkan bahwa tidak benar - ini salah satu bukti yah - bahwa tidak benar ajaran bahwa Yesus akan datang bulang Oktober 1992, saudara tahu barangkali sudah dengar bahwa diluaran sekarang sedang ramai dibicarakan dan banyak majalah banyak selebaran yang disebar-sebarkan di Persekutuan Doa - persekutuan doa, di jalan-jalan, di mobil-mobil, di tempel-tempel, masukkan kedalam jendela-jendela kalai terbuka, bahwa pada bulan Oktober - malah sekarang orang lebih "pintar" lagi - sok pintar namanya, bahwa Yesus akan datang pada tanggal 28 Oktober, jadi tanggalnya sudah ditentukan : 28 Oktober 1992. Ajaran ini mengatakan dua hal :
1. Tanggal 28 Oktober terjadi kebangkitan orang mati, yaitu orang yang mati dalam Tuhan akan bangkit.
2. Orang-orang percaya, semua orang percaya, pokoknya dia percaya kepada Yesus, dia diobahkan, lalu diangkat naik bersama-sama dengan yang mati bangkit itu bersama-sama bertemu dengan Tuhan Yesus di udara.
Itu yang akan terjadi pada bulang Oktober tanggal 28 tahun 1992 ini. Jadi akan terjadi kebangkitan orang mati, yang percaya kepada Tuhan dan pengobahan pengangkatan semua orang-orang percaya. Nah, apakah yang Alkitab ajarkan? Ajaran itu mengatakan Yesus datang sebelum masa aniaya besar. Ajaran yang sekarang berkembang adalah sebelum anti Kristus datang katanya Yesus datang duluan, diam-diam, seperti pencuri, lalu orang yang mati dalam Kristus bangkit lalu orang yang masih hidup, percaya kepada Tuhan, semuanya diangkat ke udara. Itu ceritanya. Setelah itu baru datang anti Kristus.
Langganan:
Postingan (Atom)
