Selasa, 21 Oktober 2008

Renungan Untuk Hari Ini

Diambil dari sebuah kisah nyata di Amerika Serikat, dan sebuah kisah nyata dalam kehidupan kita.Love suffers long and is kind; love does not envy; love does not parade itself, is not puffed up;does not behave rudely, does not seek its own, is not provoked, thinks no evil; does not rejoice in iniquity,but rejoices in the truth; bears all things, believes all things, hopes all things, endures all things. 1 Corinthians 13:4-7

Adalah seorang muda yang taat berdoa yang masih berpacaran dengan seorang gadis muda juga yang baik hati.Kedua orang ini adalah dua konglomerat kaya. Sebelumnya merekapun selalu berdoa,"Tuhan berikanlah aku pasangan yang menurut Engkauterbaik." Setelah mereka menikah, keadaan berubah. Maksudnya, doanya berubah menjadi,"Tuhan, berikanlah kami anak yang terbaik buat kami."

Tetapi setelah 7 tahun mereka menikah, mereka tidak mempunyai anak.Setelah mereka berdoa dan berdoa, akhirnya mereka mempunyai anak. Dan keadaan, maksudnya doa mereka berubah lagi,"Tuhan, biarlah anak ini menjadi anak yang terbaik bagi kami."Dan benar, setelah 9 bulan istrinya mengandung, lalu lahirlah seorang anak bagi mereka."Anak laki-laki pak," kata dokternya. Sang ayah langsung melonjak kegirangan.Tetapi setelah 3 hari, sang dokter memanggil si ayah ke rumah sakit.

Lalu si dokter berkata,"Pak, dengan berat hati saya harus menyampaikan kabar buruk kepada anda." Si ayah membalas,"Kabar apapun, saya siap menerimanya, pak dokter.Saya siap menghadapi yang terburuk" "Dan hal yang buruk itu adalah, bahwa putra andatidak akan bertumbuh dengan normal seperti anak-anak yang lain," jelas si dokter."Apa maksud bapak," si ayah bertanya. Dokter melanjutkan, "Putra anda menderita sesuatu kecacatan yang tidak dapat disembuhkan.Yaitu cacat mental yang serius."

Sang ayah lalu menitikan air mata dan berkata sambil berdoa,"Tuhan, apapun yang Engkau berikan kepadaku, aku tahu semuanya baik dan Engkau tidak pernah mencelakakan anak-anakMu." But above all these things put on love, which is the bond of perfection. Colossians 3:14 Sejak itu, kedua orang tua itu membeli ranjang bayi khusus anak mereka dan ditaruh di samping ranjang mereka berdua.Mereka selalu kesulitan untuk mengurus anak mereka tersebut, tetapi mereka menanggung semuanya itu.Beranjak keluar dari umur batita, mereka membuatkan kamar khusus untuk anak mereka tersebut.

Anak itu menjadi anak yang sangat istimewa dan menjadi anak mereka satu-satunya. Mereka memberikannya segala yang dia mau dan dia perlukan. Mainan macam-macam,komputer, boneka, dan lain-lain. Dan jika si ayah selesai pulang kerja, ia selalu mengajak si anak bermain.Dengan mainan yang ada atau jika ayahnya membawa mainan yang baru untuk anaknya.Setiap ayahnya pergi keluar misalkan untuk berpesta dengan rekan kerjanya atau teman-temannya yang sedang berbahagia,ia selalu membawa serta istri dan anaknya. Dan di depan rekan-rekan kerjanya atau teman-temannya, ia selalu membanggakan anaknya."Woi anak gw nih... ganteng kan ?"

Selalu ia mengatakan demikian, karena ia tahu, anaknya ini adalah anugerah Allah yang terbesar dalam dirinya.Dan ia sangat mengasihi anak ini, karena ini anaknya. Meskipun dia cacat.Tetapi setelah anak itu bertumbuh makin dewasa, kecacatannya semakin kelihatan.Kemampuan komunikasinya kurang, jika terjemur matahari sebentar mulutnya akan keluar busa,dan jika sedang berbicara kadang air liurnya menetes. Tetapi meskipun begitu, kedua orang tua tetap sangat sangatmenyayangi anak mereka yang cacat itu. Suatu hari, pagi-pagi sekali anak cacat ini sudah bangun, sekitar pukul 4.30.

Dalam pikirannya, "Hari ini, aku pengen buat sarapan yang speeeeeesial buat papa." menyetel waktunya sampai 10 menit.Tentu saja hasilnya gosong. Setelah bunyi "ting", maka anak cacat itu menaruhnya di atas sebuah piring.Lalu ia mengoleskan selai kacang keju yang sangat banyak, sambil berpikir, "Harus kasih yang baaaaanyak buat papa, biar ueeeeenak rasanya". Setelah itu, ia berlari ke kulkas, karena ayam sudah mulai berkokok, lalu mengambil sebutir telur.Dan lalu memanaskan panci di atas kompor, lalu memecahkan telur tersebut dan menuangkan isinya ke dalam panci tersebut,dan langsung menaruhnya di atas piring yang lain, sambil berpikir, "Kalo aku buatnya cepet, pasti papa seneng, karena gak perlu nunggu lama." Danlalu ia bergegas mengambil cangkir, dan mengambil toples kopi bubuk. Jika kita hanya membutuhkan 2 sendok teh, anak cacat ini memakai 5 sendok teh kopi bubuk, sambil berpikir, "Kalau 2 sendok teh saja sudah harum, apalagi 5, pasti papa suka."

Jadilah kopi yang terasa seperti kopi tua itu. Lalu si anak cacat ini mengambil nampan, lalu dengan hati-hati tanpa menimbulkan bunyi macam-macam, menaruh semua piring yang di atasnya ada roti gosong dan telur mentah dan cangkir kopi tua tersebut, dan menuju kamar ayahnya. Lalu ia membangunkan ayahnya, dan lalu berkata begini, "Papa, bangun dong, aku udah buat sarapan yang spesiaaaaaaaal buat papa." Lalu ayahnya bangun dan melihat dan menghirup aroma "sedap" dari roti gosong, telur mentah dan kopi tua tersebut. "Wah pasti enak nih." Sebelum si ayah melipat tangannya untuk berdoa, si anak berkata, "Pa, kali ini aku doain makanan ini buat papa ya, ' kan biasanya papa yang doain. OK ya papa?"Sebelum ayahnya sempat mengangguk, si anak cacat ini sudah melanjutkan, "Papa ikutin ya: Tuhan Yesus, terima kasih, atas makanan ini, yang telah Tuhan sediakan.

Terima kasih Tuhan, amin." Lalu ayahnya mecoba roti gosong tersebut, dan setelah ayahnya mengunyah gigitan pertama, si anak cacat dengan polosnya bertanya, "Enak kan pa?" "Iya, enaaaak sekali," lalu melanjutkan makan. Setelah roti tersebut habis, ia memakan telur mentah tersebut. Dan si anak bertanya, "Telurnya enak kan pa? Aku yang masak semuanya loooo...." Si ayah berkata, "Wah kamu yang masak? Enak sekali nak." Lalu si ayah melanjutkan memakan telur mentah tersebut. Setelah semua makanan habis, ia mecoba kopi tua itu. Si anak bertanya lagi, "Harum dan enak kan pa?" Si ayah tanpa expresi mual apapun, membalasnya, "Pahit, tapi papa suka sekali."

Dan dengan lugunya si anak menjawab, "Ya iya dong papa, kopi kan pahit...," karena ia mengira ayahnya sedang bercanda. Setelah semuanyahabis, si ayah membelai kepala anaknya dan berkata "Ray, kamu tau nggak..." "Nggak paa," potong si anak cacat tersebut. Lalu si ayah melanjutkan, "Kalau semua masakan kamu, enaaak sekali." Lalu si anak menjawab, "Iya dong pa, kan aku yang masakin, spesiaaal buat papa." Lalu si ayah berkata lagi, "Kamu tahu nggak kenapa papa senang hari ini?" Si anak sambil menggelengkan kepala, "Nggak tau pa...." "Karena hari ini kamu dah buat sarapan yang, spesiaaal buat papa." Lalu si ayah melanjutkan, "Ray, kamu tahu gak kenapa papa sayaaaang sekali sama kamu?" Lalu dengan lugunya anak cacat ini menjawab, "Nggak tahu pa...." "Karena kamu anak papa yang udah bikin papa, seneeeng banget." "Raymond juga, sayaaang banget sama papa."

Lalu sambil menitikan air mata, ia memeluk anaknya yang cacat itu, dan berkata kepada anaknya, "Terima kasih ya nak, karena telah memasakan sarapan roti, telur, dan kopi ini buat papa. Semuanya terasa, enaaksekali." Lalu si anak menjawab, "Sama-sama papaah...." Dan si ayah lalu berdoa dalam hatinya, "Tuhan terima kasih, karena Engkau sudah memberikan anak yang sangat sayang padaku..."

Anda tahu, siapakah anak cacat dan ayah tersebut? Kamulah, yang sedang membaca adalah anak yang cacat tersebut. Seperti anak cacat itu memberikan kepada ayahnya, roti gosong, telur mentah dan kopi tua, juga kita, memberikan apa yang tidak sempurna dari kita untuk Tuhan. Roti gosong, telur mentah dan kopi tua, yang merupakan apa yang tidak sempurna dari kita misalnya, pujian, dan kehidupan kita, Tuhan terima semuanya dengan senang hati, karena Tuhan tahu, bahwa kita melakukannya dengan segenap hati kita yang tertuju pada Bapa di sorga, dan kita ingin melakukan yang terbaik untuk Bapa kita di sorga.

Ingat ini: Bapamu di sorga menyayangimu, apa adamu, apa yang ada padamu, apapun yang engkau berikan dengan segenap hatimu, merupakan sebuah persembahan yangharum. Karena Bapamu mengasihi kamu, sampai-sampai Ia sendiri mengirimkan Anak-Nya untuk turun ke dunia, untuk menebuskan dan mematahkan segala kutuk atas diri kita, dan untuk membayar lunas segala hutang dosa kita dan menebus dosa kita dari maut. Ingat : Bapamu di sorga mengasihimu. You are all fair, my love, and there is no spot in you. Song of Solomon 4:7

Fr: Email

Senin, 13 Oktober 2008

Hati-hati dengan pikiran anda

Hati-hati Dengan Pikiran Anda

Jangan sembarangan berpikir. Karena apa yang anda pikirkan akan menjadi kenyataan! What you think is what you are! Simak berbagai fakta dan kisah nyata berikut ini...Duapuluh tahun yang lalu...

Di tengah panas terik matahari yang begitu menyengat, seorang remaja berseragam SMA Negeri dengan penuh peluh bergegas pulang sekolah berjalan kaki menuju rumahnya. Sebuah rumah kontrakan kecil yang didiami bersama keluarga, berdinding setengah tembok dan setengah anyaman bambu. Sejak kecil sampai masa remaja dia adalah anak yang pemalu, sering merasa minder, dan rendah diri bila bergaul dengan teman-teman sekolahnya.Berbagai keterbatasan ekonomi keluarga sering kali menjadi kendala dalam hidupnya.

Belum lagi, tekanan mental karena sejak kecil hidup di keluarga yang broken home. “Cita-cita saya setelah lulus SMA hanya ingin bisa menjadi instruktur kursus komputer di sebuah lembaga kursus, karena memang tidak ada biaya untuk kuliah di universitas”, jawabnya kepada teman yang menanyakan akan melanjutkan ke mana setelah lulus. “Saya sebenarnya sangat ingin sekali bisa kuliah.

Tapi memang inilah nasib saya, tidak punya kesempatan kuliah”, katanya. Tetapi dalam pikirannya dia selalu membayangkan, ”Andai saja saya punya kesempatan untuk kuliah, menjadi sarjana, bahkan master di bidang program komputer. Ah, betapa bahagianya”. Karena memang kegemarannya sejak SMA adalah membuat program komputer.Lima belas tahun kemudian...

Dia bukan hanya telah menjadi sarjana di bidang komputer yang mencetak sejarah di sebuah universitas negeri ternama sebagai lulusan cum laude pertama di bidangnya.Dia juga menyandang gelar magister teknik informatika bidang software engineering (rekayasa program komputer) dari institut teknologi paling terkemuka di negeri ini. Bahkan profesi yang digelutinya adalah sebagai software engineer sesuai dengan kegemarannya. Apa yang dibayangkannya lima belas tahun yang lalu menjadi kenyataan!

Delapan belas tahun yang lalu...Seorang mahasiswa hampir setiap hari datang ke IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) untuk membuat sebuah program untuk komputer mainframe yang baru dibeli IPTN. Dia melakukannya dalam rangka kerja praktik. Hampir setiap hari dia mengamati helicopter yang baru selesai diproduksi. Dia membayangkan, ”Alangkah menyenangkan bila dia bisa terbang menggunakan helicopter melihat pemandangan dari atas langit”. Tetapi tentunya tidak mungkin. Naik pesawat terbang saja belum pernah, karena tidak memiliki cukup uang untuk membeli tiketnya.Siapa yang mau memberi kesempatan naik helicopter ?Lima belas tahun kemudian...

Dia tersadar, sedang duduk di kursi co-pilot sebuah helicopter yang sedang terbang di atas wilayah Goldcoast, Australia, yang terkenal dengan pantainya yang indah. Pemandangan indah pantai Goldcoast yang sangat luas dengan pasir putihnya terlihat berbeda dari atas helicopter. Apa yang dibayangkannya lima belas tahun yang lalu menjadi kenyataan!

Dua puluh dua tahun yang lalu...Seorang remaja sedang membaca buku sejarah tentang tentang Mesir. Dia sangat tertarik dengan keberadaan mumi dan misteri piramid.Dia juga membayangkan bagaimana seandainya dia mengamati secara langsung mumi tersebut dan melihat langsung seberapa besar bangunan piramid di Mesir. Tetapi kesempatan itu sepertinya tidak mungkin ada.Tujuh belas tahun kemudian... Dia terlihat berada di sebuah ruang musium bersama dengan belasan mumi raja-raja Mesir kuno, setelah sebelumnya mengunjungi tiga buah piramid di Giza, dekat kota Cairo, di Mesir.

Cukup menyeramkan, berada di sebuah ruangan dingin yang hanya memiliki lampu remang-remang bersama mayat-mayat raja mesir kuno yang telah dibalsem dalam bentuk mumi. Dia mencoba memandang dalam jarak yang sangat dekat, kurang dari setengah meter, mengamati dengan seksama wajah sebuah mumi yang telah berusia ribuan tahun. Memang menyeramkan, apalagi saat terlintas ingatan adegan seram dalam film horor tentang mumi yang hidup kembali. Tak pernah terbayangkan sebelumnya kalau pada suatu saat dia akan berhadapan dalam jarak dekat dengan mumi betulan.The real mummy. Bukan hanya satu, bahkan belasan mumi sekaligus. Apa yang dibayangkannya tujuh belas belas tahun yang lalu menjadi kenyataan!Enam belas tahun yang lalu...

Seorang mahasiswa membaca sebuah majalah bisnis yang membahas artikel tentang sekolah MBA. Dia memperhatikan kolom peringkat 10 sekolah MBA terbaik saat itu. Dia sangat tertarik untuk dapat melanjutkan kuliah ke program MBA setelah lulus nanti. Tetapi, rasanya tidak mungkin. Uang dari mana ? Pembayaran SPP kuliah saat ini saja sudah menunggak beberapa semester karena tidak ada uang. “Ngaco kamu! Cuma mimpi! Lulus saja belum”, timpal salah satu sahabat kuliahnya pada saat itu. Tetapi di dalam pikirannya dia tetap membayangkan bilamana hal itu dapat terjadi, walau pun belum tahu harus bagaimana mewujudkannya.Tiga tahun kemudian...

Dia telah menyelesaikan program MBA di salah satu sekolah MBA, yang tercantum pada kolom peringkat 10 sekolah MBA terbaik yang pernah dibacanya. Sampai kini, sahabatnya itu masih belum bisa percaya mengapa hal itu bisa terjadi. “Lho, kok bisa ?”, katanya.Tujuh tahun yang lalu...

Seorang profesional membaca sebuah sebuah iklan mengenai kapal pesiar Starcruise di luar negeri yang menampilkan berbagai fasilitas mewah di dalam kapal pesiar tersebut. Dia hanya membayangkan bersama keluarganya sedang menikmati berbagai fasilitas kapal pesiar mewah tersebut. Tetapi rasanya tidak mungkin dapat terwujud, karena dibutuhkan uang yang cukup banyak bila pergi bersama seluruh keluarga. Waktu panjang untuk berlibur pun tidak ada mengingat berbagai kesibukan yang harus dijalaninya.

Tiga tahun kemudian... Dia terlihat sedang menikmati pemandangan laut lepas sambil sarapan pagi di salah satu restoran di kapal pesiar mewah tersebut bersama istri dan ke dua putri kecilnya. Sudah tiga hari mereka tinggal di kapal pesiar mewah tersebut menikmati berbagai fasilitas di dalamnya. Mereka “terpaksa” pergi ke luar negeri berlibur menggunakan kapal pesiar mewah Starcruise karena mendapatkan liburan gratis sekeluarga dengan kapal pesiar tersebut. Apa yang dibayangkannya tujuh belas belas tahun yang lalu menjadi kenyataan!Enam bulan yang lalu...

Seorang profesional menemukan serta membaca artikel-artikel motivasi di website internet pembelajar.com dan andriewongso.com. Dia berpikir, “Alangkah senangnya jika saya menjadi penulis artikel di website tersebut. Foto saya bisa terpasang di sana dan tulisan saya dibaca banyak orang.” Tetapi, saat itu dia belum pernah belajar menulis artikel sama sekali. “Ah, pasti sulit. Tetapi saya ingin menulis artikel”, pikirnya.Lima bulan kemudian... Dia sedang menulis artikel yang sedang anda baca ini.

Dan sejak lima bulan yang lalu artikel-artikel motivasinya telah menyebar di berbagai website internet serta majalah dan telah dibaca oleh ribuan orang. Bahkan dia telah menjadi penulis buku unik inspirasi dan motivasi berjudul “8 Langkah Ajaib Menuju ke Langit” yang sensasional, setelah peluncuran bukunya pada tanggal 08-08-08 banyak dibedah di berbagai universitas dan menjadi materi talkshow di banyak radio. Apa yang dibayangkannya enam bulan yang lalu menjadi kenyataan!

Dari berbagai kisah nyata yang saya alami sendiri, yang beberapa diantaranya saya ceritakan tadi, saya berkesimpulan bahwa saya harus berhati-hati bila membayangkan sesuatu dalam pikiran. Apa yang saya pikirkan atau saya bayangkan dalam pikiran dapat menjadi kenyataan. Mungkin dapat terjadi belasan tahun kemudian, atau beberapa tahun kemudian, bahkan dapat terjadi beberapa bulan kemudian.

Masa depan tergantung pada pikiran kita saat ini.Masa kini tergantung pada pikiran kita di masa lalu. Maka, jangan pikirkan hal yang negatif atau merusak, karena hal itu akan dapat terjadi di masa mendatang. Pikirkanlah segala hal yang baik dan positif. Beranilah bermimpi besar, walau pun anda belum tahu bagaimana caranya mewujudkan impian itu. Semua akan terjadi jika anda percaya bahwa itu pasti akan terjadi dalam kehidupan anda di masa mendatang.Jika anda PERCAYA akan hal ini, berarti anda telah merancang masa depan anda penuh dengan kesuksesan dan kegemilangan. Anda akan terbawa “terbang ke langit kesuksesan” dan akan meraih berbagai impian yang digantung “setinggi langit”.

sumber : andriewongso

Mari kita renungkan dari cerita yang pendek ini. Bukankah Tuhan juga mau agar kita berpikir yang positif? Dalam Ayb 3:25 "Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku".

God Bless You All

Rabu, 08 Oktober 2008

Kisah Besi dan Air

Kisah besi dan air
Ada 2 benda yang bersahabat karibyaitu besi dan air.Besi seringkali berbangga akan dirinya sendiri.Ia sering menyombong kepada sahabatnya :"Lihat ini aku, kuat dan keras. Aku tidak seperti kamu yang lemah danlunak"Air hanya diam saja mendengar tingkah sahabatnya.Suatu hari besi menantang air berlomba untuk menembus suatu gua dan mengatasisegala rintangan yang ada di sana.Aturannya : " Barang siapa dapat melewati gua itu dengan selamat tanpaterluka maka ia dinyatakan menang"Besi dan airpun mulai berlomba :
Rintangan pertama mereka ialah mereka harus melalui penjaga gua itu yaitubatu-batu yang keras dan tajam. Besi mulai menunjukkan kekuatannya, Iamenabrakkan dirinya ke batu-batuan itu.Tetapi karenakekerasannya batu-batuanitu mulai runtuh menyerangnya dan besipun banyak terluka di sana sini karenamelawan batu-batuan itu.Air melakukan tugasnya ia menetes sedikit demi sedikit untuk melawan bebatuanitu, ia lembut mengikis bebatuan itu sehingga bebatuan lainnya tidak terganggudan tidak menyadarinya, ia hanya melubangi seperlunya saja untuk lewat tetapitidak merusak lainnya.Score air dan besi 1 : 0 untuk rintangan ini.

Rintangan kedua mereka ialah mereka harus melalui berbagai celah sempit untuktiba di dasar gua. Besi merasakan kekuatannya, ia mengubah dirinya menjadi matabor yang kuat dan ia mulai berputar untuk menembus celah-celah itu. Tetapicelah-celah itu ternyata cukup sulit untuk ditembus, semakin keras ia berputarmemang celah itu semakin hancur tetapi iapun juga semakin terluka.Air dengan santainya merubah dirinya mengikuti bentuk celah-celah itu. Iamengalir santai dan karena bentuknyayang bisa berubah ia bisa dengan leluasatanpa terluka mengalir melalui celah-celah itu dan tiba dengan cepat didasargua.Score air dan besi 2 : 0

Rintangan ketiga ialah mereka harus dapat melewati suatu lembah dan tiba diluar guabesi kesulitan mengatasi rintangan ini, ia tidak tahu harus berbuat apa,akhirnya ia berkata kepada air : "Score kita 2 : 0, aku akan mengakuikehebatanmu jika engkau dapat melalui rintangan terakhir ini !"Airpun segera menggenang sebenarnya ia pun kesulitan mengatasi rintanganini,tetapi kemudian ia membiarkan sang matahari membantunya untuk menguap. Iaterbang dengan ringan menjadi awan, kemudian ia meminta bantuan angin untukmeniupnya kesebarang dan mengembunkannya. Maka air turun sebagai hujan.Air menang telak atas besi dengan score 3 : 0

RENUNGAN SINGKAT :
Jadikanlah hidupmu seperti airIa dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusakdan mengacaukankarena dengan sedikit demi sedikit ia bergerak tetapi ia dapat menembusbebatuan yang keras.Ingat hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih bukandengan paksaan dan kekerasan. Kekerasan hanya menimbulkan dendam dan paksaanhanya menimbulkan keinginan untuk membela diri.

Air selalu merubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya, ia flexibel dan tidakkaku karena itu ia dapat diterima oleh lingkungannya dan tidak ada yangbertentangan dengan dia. Air tidak putus asa, Ia tetap mengalir meskipun melalui celah terkecilsekalipun. Ia tidak putus asa.Dan sekalipun air mengalami suatu kemustahilan untuk mengatasi masalahnya,padanya masih dikaruniakan kemampuan untuk merubah diri menjadi uap (InilahMujizat )

From:Email

Rabu, 24 September 2008

How Big Your Appreciation?

HOW BIG YOUR ARE APPRECIATION?
Seorang penjual daging mengamati suasana sekitar tokonya. Ia sangat terkejut melihat seekor anjing datang ke samping tokonya. Ia mengusir anjing itu, tetapi anjing itu kembali lagi. Maka, ia menghampiri anjing itu dan melihat ada suatu catatan di mulut anjing itu. Ia mengambil catatan itu dan membacanya, "Tolong sediakan 12 sosis dan satu kaki domba. Uangnya ada di mulut anjing ini." Si penjual daging melihat ke mulut anjing itu dan ternyata ada uang sebesar 10 dollar di sana . Segera ia mengambil uang itu, kemudian ia memasukkan sosis dan kaki domba ke dalam kantung plastik dan diletakkan kembali di mulut anjing itu. Si penjual daging sangat terkesan. Kebetulan saat itu adalah waktu tutup tokonya, ia menutup tokonya dan berjalan mengikuti si anjing. Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan dan sampai ke tempat penyeberangan jalan. Anjing itu meletakkan kantung plastiknya, melompat dan menekan tombol penyeberangan, kemudian menunggu dengan sabar dengan kantung plastik di mulut, sambil menunggu lampu penyeberang berwarna hijau. Setelah lampu menjadi hijau, ia menyeberang sementara si penjual daging mengikutinya. Anjing tsb kemudian sampai ke perhentian bus, dan mulai melihat "Papan informasi jam perjalanan ". Si penjual daging terkagum-kagum melihatnya. Si anjing melihat "Papan informasi jam perjalanan " dan kemudian duduk di salah satu bangku yang disediakan. Sebuah bus datang, si anjing menghampirinya dan melihat nomor bus dan kemudian kembali ke tempat duduknya. Bus lain datang. Sekali lagi si anjing menghampiri dan melihat nomor busnya. Setelah melihat bahwa bus tersebut adalah bus yang benar, si anjing naik. Si penjual daging, dengan kekagumannya mengikuti anjing itu dan naik ke bus tersebut. Bus berjalan meninggalkan kota , menuju ke pinggiran kota . Si anjing melihat pemandangan sekitar. Akhirnya ia bangun dan bergerak ke depan bus, ia berdiri dengan 2 kakinya dan menekan tombol agar bus berhenti. Kemudian ia keluar, kantung plastik masih tergantung di mulutnya. Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan sambil dikuti si penjual daging. Si anjing berhenti pada suatu rumah, ia berjalan menyusuri jalan kecil dan meletakkan kantung plastik pada salah satu anak tangga. Kemudian, ia mundur, berlari dan membenturkan dirinya ke pintu. Ia mundur, dan kembali membenturkan dirinya ke pintu rumah tsb. Tidak ada jawaban dari dalam rumah, jadi si anjing kembali melalui jalan kecil, melompati tembok kecil dan berjalan sepanjang batas kebun tersebut. Ia menghampiri jendela dan membenturkan kepalanya beberapa kali, berjalan mundur, melompat balik dan menunggu di pintu. Si penjual daging melihat seorang pria tinggi besar membuka pintu dan mulai menyiksa anjing tersebut, menendangnya, memukulinya, serta menyumpahinya. Si penjual daging berlari untuk menghentikan pria tersebut, "Apa yang kau lakukan ..? Anjing ini adalah anjing yg jenius. Ia bisa masuk televisi untuk kejeniusannya. " Pria itu menjawab, "Kau katakan anjing ini pintar ...? Dalam minggu ini sudah dua kali anjing bodoh ini lupa membawa kuncinya ...!" Mungkin hal serupa pernah terjadi dalam kehidupan kita, yang kadang tidak tau menghargainya karena Sesuatu hal yang bagi kita sendiri kurang memuaskan, namun dilain pihak mungkin adalah sesuatu hal yang sangat luar biasa bagi orang lain. dan sering pula kita mendengar " Ladang tetangga kelihatan lebih subur dari ladang kita"Yang membedakan hanyalah seberapa besar penghargaan kita dapat berikan. seperti halnya anjing tadi Pria Pemilik anjing tidak menghargai kemampuan si anjing dan hanya terfokus pada kesalahannya semata yang dalam seminggu ini lupa membawa kuncinya 2 kali, sehingga menganggapnya anjing yang bodoh, namun sebaliknya, sang pemilik toko menganggap anjing tersebut luar biasa pintarnya karena mampu berbelanja sendirian. Mungkin kita tidak pernah menyadari bahwa setiap harinya kita menghadapi pilihan yang sama.Kita punya dua pilihan dalam menghadapi hidup ini, apakah hendak mengeluh atas berbagai hal yang kurang memuaskan / menyalahkan orang lain atas kekurangannya, atau bersyukur atas berbagai karunia yang telah kita terima.Tuhan telah mengkaruniai Anda dengan 86.400 detik per hari.Sudah adakah yang Anda gunakan untuk mengucap syukur?

By : Unknown (Internet)

Jangan Meratapi Nasib, Lihatlah Ke Depan

Jangan Meratapi Nasib, Lihatlah Ke Depan...!!!

--------------------------------------------------------------------------------

Kelinci memang dari dulu terkenal sebagai hewan yang bernyali kecil, sering ketakutan tanpa alasan yang jelas, sesegera mungkin menyingkir bila dia merasa terganggu keamanannya. Suatu hari, terlihat sekelompok kelinci sedang berkumpul di tepi sebuah sungai, mereka sibuk berkeluh kesah meratapi nyalinya yang kecil, mengeluh kehidupan mereka yang senantiasa dibayangi dengan mara bahaya. Semakin mereka ngobrol, semakin sedih dan ketakutan memikirkan nasib mereka.

Alangkah malangnya lahir menjadi seekor kelinci. Mau lebih kuat tidak punya tenaga, ingin terbang ke langit biru tidak punya sayap, setiap hari ketakutan melulu. Mau tidur nyenyak pun sulit karena terganggu oleh telinga panjang yang tajam pendengarannya sehingga matanya yang berwarna merah pun semakin lama semakin merah saja.

Mereka merasa hidup ini tidak ada artinya. Dari pada hidup menderita ketakutan terus, mereka berpikir lebih baik mati saja. Akhirnya mereka mengambil keputusan beramai-ramai hendak bunuh diri dengan melompat dari tepian tebing yang tinggi dan curam. Maka para kelinci terlihat berbondong-bondong menuju ke arah tebing.

Saat mereka melewati pinggir sungai, ada seekor katak yang terkejut melihat kedatangan kelinci yang berjumlah banyak. Tergesa-gesa si katak ketakutan dan segera meloncat ke sungai melarikan diri. Walaupun si kelinci sering menjumpai katak yang melompat ketakutan saat melihat kelinci melintas, tetapi sebelum ini mereka tidak peduli. Berbeda untuk kali ini. Tiba-tiba ada seekor kelinci yang tersadar dari kesedihannya dan langsung berteriak, “Hei, berhenti! Kita tidak usah ketakutan sampai perlu harus bunuh diri”.

Karena lihatlah, ternyata ada hewan lain yang lebih tidak bernyali dibandingkan kita yakni si katak yang terbirit-birit saat melihat kita! Mendengar kata-kata itu, kelinci yang lain tiba-tiba pikiran dan hatinya terbuka, seoleh-oleh tumbuh tunas keberanian di hati mereka. Maka dengan riang gembira mereka mulai saling membesarkan diri masing-masing,

“Iya..ya.., kita tidak perlu ketakutan!”.

“Tuh..kan, ada mahluk lain yang lebih pengecut dari kita”

“Iya, kita harus semakin berani”.

Perlahan-lahan mereka berbalik arah kembali kearah pulang dengan riang gembira dan melupakan niatnya untuk bunuh diri.

__________________________________________________ _______________________________________________

Saat keberuntungan sedang tidak memihak kepada kita, Jangan suka meratapi nasib yang dirundung malang seakan-akan hanya kitalah mahluk paling menderita di muka bumi ini. Lihatlah disekeliling kita. Masih begitu banyak orang yang lebih susah, sengsara dan sial dibandingkan kita. Jika mereka yang hidup dalam kekurangan tetapi mampu menjalaninya dengan tegar dan tetap berjuang, kenapa kita tidak...? Mungkin kita miskin akan harta (jgn terpaku pada harta semata krn hidup tidak dilihat dari banyaknya hartamu) tapi kita harus kaya akan kasih, mental, iman, harapan, motivasi & impian dlm hidup. Kalo kata Tukul : "Jangan punya jiwa miskin...". Saya berpikir mungkin mksd dari perkataannya adalah kita harus memiliki Fighting Spirit(Semangat Bertarung) & Winning Spirit(Mental Juara).

Apapun keadaan kehidupan kita hari ini, seharusnya kita jalani dengan optimis, positif dan aktif, nasib tidak akan dapat kita rubah tanpa kita sendiri yang siap & mau untuk merubahnya. Perubahan itu ada & perlu, bukan untuk membuat kita tersingkir tapi utk membuat kita menjadi manusia yang lebih baik lagi di mata-Nya....

By : Unknown (Internet)

Jumat, 12 September 2008

A Life's Reflaction

A Life’s Reflection – Sebuah Refleksi Kehidupan (dedicated to you...)
Saat kehidupan sedang tak berpihak pada kita, saat kita sedang berada di bawah, ketahuilah bukannya kita sedang terpuruk, tapi itu awal dari kehidupan baru. Melepas paradigma yang lama yang sudah menjadi kebiasaan, meyakini apa yang sebenarnya adalah sebuah kesalahan butuh sebuah kerelaan. Kadang, kesedihan itu mutlak diperlukan...untuk melakukan introspeksi diri. Mengenali apa yang salah. Menangislah untuk melepaskan luka dan duka... Tangisan adalah sesuatu yang manusiawi, baik untuk pria atau wanita. Bukan monopoli wanita. Adakah yang salah dengan air mata? Jika hatimu hancur berkeping-keping...lihatlah ke belakang...pasti masih ada sesuatu yang tersisa untuk dibangun kembali. Pelangi akan muncul setelah hujan, rumputpun dapat tumbuh di tanah yang gersang, fatamorgana di padang pasir adalah ilusi hidup yang harus diterjemahkan. Jangan biarkan ilusi itu menguap dan hanya menjadi sebuah halusinasi. Bangunlah apa yang masih tersisa, kain yang terkoyak pun masih dapat dijahit kembali. Kematian akan sesuatu adalah awal dari kehidupan yang lain. Seperti matahari yang mengawali sebuah hari yang baru dan menutup malam yang kelam menggantikan bulan yang temaram dan langit yang kelabu... Masih ada cahaya untukmu teman! Bahwa hidup itu lebih indah dari yang kita bayangkan, karena dengan badai itu kita lebih dapat menghargai apa yang sudah kita miliki. Karena tidak semua orang memiliki kesempatan untuk bangkit kembali setelah jatuh, dan jika engkau memiliki kesempatan itu...bersyukurlah!

Hidup itu sebuah pilihan – Life is a choice...
Sama seperti saat kita bangun di pagi hari... Akankah kita memilih untuk melanjutkan tidur kita, Ataukah kita lebih memilih untuk bangkit dari tempat tidur, bergegas mandi dan mengawali hari kita dengan semangat yang baru. Semua itu adalah pilihan kita dengan hasil yang berbeda. Selalu ada dua sisi untuk setiap penilaian. Gelap atau terang? Positif atau negatif? MAKE YOUR OWN CHOICE!

Pertemuan kita dengan orang-orang yang ada dalam kehidupan kita, baik atau jahat, benar atau salah, mengajarkan kita sesuatu, itu adalah proses pendewasaan diri kita.
Bersyukurlah jika kita bertemu dengan yang jahat dan yang salah...
Bersyukurlah jika kita disakiti dan memiliki luka...
Karena dengan semua itu kita belajar untuk tidak menyakiti orang lain dengan cara yang sama. Lubang yang sama tidak akan membuat kita terjerembab dua kali, bukan?
Surfer tak akan dapat surfing jika tak ada gelombang
Tak ada angin, kincir pun tak dapat berputar J
ika hujan tak menyapa kita, masih dapatkah kita menikmati nasi? Badai datang untuk membangunkan kita, bahwa rencana kita tidaklah seindah rancangan Tuhan...
Ketahuilah teman... Luka itu diberikan untukmu karena suatu sebab...
Agar engkau belajar menghargai dan menjaga apa yang sudah kau miliki.
Sebab hidup ini sudah memberikan lebih dari yang kau butuhkan, tanpa kau sadari...
Ketuklah pintu maka pintu itu akan terbuka untukmu...
Mintalah, maka kau akan diberi...
Tak ada sesuatu pun yang mustahil jika kita memiliki pengharapan...

Beginilah apa yang aku yakini:
Kasih itu sabar
Kasih itu murah hati; ia tidak cemburu
Kasih tidak memegahkan diri dan tidak sombong
Kasih tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri
Kasih tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain
Kasih tidak bersukacita karena ketidakadilan tetapi karena kebenaran
Kasih percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, SABAR menanggung segala sesuatu
Kasih tidak berkesudahan
Karenanya...CINTAILAH DENGAN KASIH

God makes everything perfect on His perfect time!

Ps. Love maybe gives you pain but it’s not hurt It teach you how to forgiving
Sometimes Love seems to be so rocky but it’s not a fool It’s a sacrifice
Failed is not a failure
Death is not finality
World never ends and God never give up! (1 Cor 13: 4-8)

From : Email

Rabu, 10 September 2008

Memaafkan

Memaafkan.......

Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir: "Hari ini, sahabat terbaikku menampar pipiku."Mereka terus berjalan sampai akhirnya menemukan sebuah oasis. Mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, tapi dia berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: "Hari ini, sahabat terbaikku menyelamatkan nyawaku."Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir dan sekarang menuliskan ini di batu?" Sambil tersenyum temannya menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu. Dan bila sesuatu yang luar biasa baik terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar takkan pernah bisa hilang tertiup angin."Dalam hidup ini ada kalanya kita dan orang terdekat kita berada dalam situasi yang sulit, yang kadang menyebabkan kita mengatakan atau melakukan hal-hal yang menyakiti satu sama lain. Juga terjadinya beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karena itu, sebelum kita menyesal di kemudian hari, cobalah untuk saling memaafkan dan melupakan masa lalu.