Kamis, 06 November 2008

Kegelapan Yang Paling Gelap 3

Kegelapan Yang Paling Gelap 3
Oleh : Pdt. A.H. Mandey
Nah ini jelas Kerajaan Sorga. Abraham ada dimana? Dalam Kerajaan Sorga. Ishak ada dimana? Dalam Kerajaan Sorga. Yakub ada dimana? Dalam Kerajaan Sorga. Mereka sudah mati, tapi roh mereka ada dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap. Anak-anak Kerajaan, ini anak-anak Kerajaan. Istilah anak-anak Kerajaan ini, adalah orang-orang percaya atau bukan? Dia berkata dari Barat dari Timur, orang-orang akan datang dan duduk bersama-sama dengan Abraham Ishak dan Yakub, di dalam Kerjaan Sorga. Dengan lain kata, Ia berbicara tentang orang-orang dari empat penjuru alam ini datang percaya kepada Yesus, mati lalu masuk ke dalam Sorga. Tetapi Dia berkata anak-anak Kerajaan - anak-anak Kerajaan mana ini? - Dia berbicara tentang kerjaan Sorga, sekarang Dia berkata tentang anak-anak Kerajaan, anak kerajaan mana? Anak Kerajaan Sorga. Nah, kalau bicara tentang anak Kerajaan Sorga, orang percaya atau bukan? Orang Percaya. Ini adalah orang-orang percaya yang Dia maksudkan disini. Anak-anak Kerajaan akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap. Ini anak-anak Kerjaan yang apa? Kenapa dicampakkan keluar? Sedangkan dari Timur dan Barat masuk ke dalam Sorga, kok anak-anak Kerajaan sendiri bukannya masuk ke dalam Kerajaan malah dibuang ke dalam kegelapan yang paling gelap. Apa sebab? Apa sebab ada orang-orang dari Timur Barat masuk kedalam Kerajaan Sorga, sedangkan anak-anak Kerajaan tidak masuk ke dalam Kerajaan Sorga, tetapi dibuang ke dalam kegelapan yang paling gelap. Ini orang-orang percaya atau tidak? Orang-orang percaya. Sebab disebut anak kerajaan. Yesus berbicara tentang Kerajaan Sorga. Mereka ini anak-anak kerajaan. Jadi ini adalah orang-orang Kristen. Tapi mereka tidak disebut masuk ke dalam Sorga, tetapi dibuang. Apa sebab mereka dibuang ke dalam kegelapan yang paling gelap?
Perhatikan konteksnya. Kalau saudara membaca suatu ayat, jangan membaca satu ayat begitu saja, selalu harus membaca ayat-ayat sebelumnya. Saudara tidak akan mendapat pengertian yang benar, kalau saudara tidak membaca ayat-ayat sebelumnya. Disini Dia berbicara tentang banyak orang yang akan datang dari Timur dan Barat duduk makan bersama-sama Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga. Jadi jelas mereka adalah orang-orang yang percaya, tetapi anak-anak Kerajaan tidak masuk, mereka ini adalah orang-orang Kerajaan, orang Kristen, tapi ada suatu yang membuat mereka tidak masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Apakah itu? Nah, jangan lupa konteksnya, ayat-ayat sebelumnya, Dia berbicara tentang apa. Yesus berkata, "diseluruh Israel Aku belum pernah menjumpai IMAN seperti orang ini". Yesus menghargai Iman dari si Penghulu laskar ini, si perwira ini. Lalu Dia berkata, "dari Timur dan Barat orang-orang akan masuk kedalam Kerajaan Sorga", karena apa? Karena Iman. Tapi sekarang kita melihat ada anak-anak Kerajaan tidak masuk dalam kerajaan, karena apa? Tidak mempunya Iman. Konteksnya Dia berbicara tentang iman, sehingga kita tidak dapat mengeluarkan/melepaskan cerita ini dari konteksnya. Kalau konteks ayat-ayat sebelumnya berbicara tentang iman, kita harus tetap tinggal dalam konteks itu, dalam pengertian itu. Yesus disini menekankan soal iman. Mereka adalah anak-anak Kerajaan, tetapi yang Dia maksudkan disini adalah mereka tidak mempunyai Iman. "Tidak pernah Aku jumpai seorang pun diantara orang Israel Iman seperti ini". Jadi yang menentukan masuk ke dalam kerajaan Sorga atau dibuang ke dalam kegelapan yang paling gelap adalah soal Iman. Apakah mereka yang dibuang ini adalah orang-orang kafir? Bukan. Mereka disebut anak-anak Kerajaan. Kerajaan apa? Kerajaan Sorga! Bagaimana kita menjadi anak kerajaan? Yohanes 1:12 berkata :"...barangsiapa yang percaya padaNya...". Jadi mereka ini orang-orang percaya. Orang-orang beriman. Tetapi iman mereka itu tidak memenuhi ukuran standar daripada Tuhan. Iman saudara-saudara berapa besar sih?! Yesus berkata, sebesar biji sesawi, gunung bisa pindah, itu biji sesawi kecil sekali, bukan seperti biji sawi, kalau sawi kita itu yang ditanam-tanam sering kali kita makan bijinya sudah kecil, ini biji sesawi. Kalau saudara pergi ke Israel, saudara akan melihat, pohonnya besar, tetapi bijinya itu kecil sekali. Saudara perlu alat kaca pembesar untuk melihat bijinya. Begitu kecilnya. Tetapi sekecil-kecilnya itu, masih ada yang lebih kecil lagi, yaitu ini, anak-anak Kerajaan. Mereka adalah anak-anak Kerajaan, dengan lain kata mereka mempunyai iman, tapi iman mereka tidak memenuhi ukuran.

Senin, 03 November 2008

How to win friends and influence people

How to win friends and influence people

Tanpa harus memaksa, orang lain mau memenuhi keinginan kita. Betapa menyenangkannya! Dale Carnegie, pakar SDM dan penulis HOW TO WIN FRIENDS AND INFLUENCE PEOPLE, membocorkan rahasianya.

Pintar Memuji
Sebelum bisa mempengaruhi lawan bicara, Anda harus mendapatkan simpati dan memenangkan hatinya. Salah satu caranya adalah dengan melontarkan pujian. Meski mudah, Anda perlu menguasai teknik memuji agar tidak terkesan sebagai pemanis bibir saja. Berikan pujian dengan tulus. Bila pujian palsu yang ditangkap oleh telinga lawan bicara, maka bukannya simpati, melainkan sikap antipati yang akan Anda terima.

Mau Mendengarkan
Selalu awali percakapan dengan tutur kata ramah dan sikap bersahabat. Ajukan pertanyaan untuk memancing lawan bicara menceritakan kabar baik mengenai dirinya. Setiap orang akan senang diberi kesempatan bercerita tentang dirinya sendiri. Dengan menjadi pendengar yang baik, Anda juga bisa menarik banyak info yang berguna.

Ketertarikan yang Tulus
Cobalah menggali kualitas positif yang dimiliki orang di depan Anda, dan bangunlah ketertarikan yang tulus akan dirinya. Sikap tertarik yang Anda tunjukkan akan menghindarkan kesan bahwa Anda sedang 'menginterogasi' dirinya dan berusaha mengambil keuntungan dari pembicaraan tersebut.

Wajah Ramah
Tutur kata manis tanpa raut wajah yang mendukung sama saja seperti sayur tanpa garam. Hambar dan tidak menyenangkan. Jangan lupa tersenyum dengan bibir dan mata ketika berbicara dengan orang lain. Senyum adalah bahasa universal yang dimengerti oleh semua orang di dunia.

Personalisasi
Musik terindah di telinga seseorang adalah namanya sendiri. Berulang kali menyebut nama lawan bicara ketika sedang berbicara dengannya menunjukkan Anda memperhatikan dirinya. Akan lebih baik jika Anda mampu mengingat nama orang terdekatnya, seperti nama pasangan atau nama anggota keluarganya yang lain.

Berada di Posisinya
Akan lebih mudah memenangkan atensi dan simpati dari orang lain bila Anda mampu menempatkan diri pada posisi mereka. Sebaliknya, sulit sekali menanamkan pengaruh pada diri siapapun apabila Anda berbicara atas nama kepentingan pribadi. Makanya sebelum membujuk lawan bicara melakukan sesuatu, pikirkan dulu keuntungan yang akan mereka peroleh dengan mengikuti saran Anda.

Pantang Mengritik
Tidak ada orang yang senang dipersalahkan atas ucapan dan tindakannya. Terlebih, ketika Anda sedang berusaha mempengaruhi dirinya untuk melakukan sesuatu. Ketika merasa 'diserang,' biasanya seseorang akan bersikap defensif dan menutup diri. Dalam kondisi demikian, mustahil untuk menanamkan ide apapun dalam benaknya. Jadi, hargailah opini lawan bicara dan simpan dulu kritik Anda untuk disampaikan pada saat lain yang lebih tepat.

Hindari Argumentasi
Jangan berkecil hati bila ide yang Anda ditolak lawan bicara. Di lain sisi, hindari argumentasi, apalagi yang menjurus pada debat kusir, karena hal itu bisa mendorong pihak lain untuk melangkah mundur. Mintalah ia untuk menjelaskan dari sudut pandangnya. Hormati pendapat lawan bicara dan biarkan ia 'menyelamatkan muka' apabila ternyata memang opininya yang keliru.

Mengakui Kesalahan
Cara terbaik untuk mengungkit kealpaan yang dilakukan orang lain adalah dengan menunjukkannya secara tidak langsung. Bicarakan dulu kesalahan yang pernah Anda alami untuk mendatangkan kesalahan yang pernah Anda alami untuk mendatangkan perasaan 'senasib' dan memancing lawan bicara melakukan hal serupa. Tak perlu cemas sikap ini bakal menjatuhkan diri Anda di mata anak buah Anda. Besar kemungkinan mereka malah mempertebal respek terhadap diri Anda.

Arahan Tersembunyi
Setelah lawan bicara menyadari sendiri kekeliruannya, mulailah sedikit demi sedikit melontarkan ide tentang alternatif solusi yang Anda miliki. Akan lebih baik bila Anda berhasil memancing lawan bicara untuk menemukan dan mengucapkan sendiri solusi yang dimaksud. Dengan begitu Anda bisa mempertipis kesan yang muncul bahwa Anda sedang menyuruhnya melakukan sesuatu.

Suntikan Semangat
Semangat adalah dorongan mental yang mampu mengarahkan seseorang melakukan tindakan apapun. Bila lawan bicara telah menunjukkan respon positif, maka berikutnya adalah memberi suntikan semangat.

From:E-mail

Rabu, 29 Oktober 2008

Kegelapan Yang Paling Gelap 2

Kegelapan Yang Paling Gelap
Bagian 2, Oleh : Pdt. A.H Mandey
Ajaran kita, kalau kita lihat dalam Firman Allah, anti Kristus datan dulu, baru Yesus datang kembali. Tetapi ajaran ini mengatakan, Yesus datang dulu, terjadi kebangkitan dan pengangkatan dulu, baru datang anti Kristus. Berbeda dengan apa yang kita lihat dalam Firman Allah. Nah, saya kira hal ini sudah jelas buat saudara-saudara, saya tidak usah kemukakan lagi, tetap sekarang kita lihat dari sudut apakah benar, bahwa semua orang percaya itu diangkat? Bertemu dengan Tuhan. Dengan lain kata, dalam masa anti Kristus, tidak ada orang Kristen yang ketinggalan di dunia ini? Sebab mereka sudah diangkat dulu katanya kan? Kalau sudah diangkat dulu, kebangkitan sudah ada, dan pengangkatan sudah terjadi semua, maka tidak ada orang yang percaya kepada Tuhan yang ketinggalan diatas muka bumi ini. Kalau saya katakan menurut Firman Allah, tidak benar. Sebab kebangkitan dan penangkatan terjadi pada akhir daripada masa anti Kristus, situlah baru terjadi kebangkitan dan pengangkatan. Di dalam masa 3 1/2 tahun ini, zaman anti Kristus, ada orang-orang Kristen yang ketinggalan disitu. Nah, ini dua hal yang tidak cocok.
Yang pertama berkata semua orang Kristen - pokoknya Kristen - diangkat, sehingga pada masa anti Kristus itu tidak ada orang Kristen. Kita mengajarkan kebangkitan pengangkatan terjadi pada akhir 3 1/2 tahun daripada anti Kristus, dan zaman anti Kristus itu ada orang-orang Kristen ketinggalan yang dibunuh oleh anti Kristus. Nah, kita mau melihat ayat-ayatnya sekarang. Untuk itu kita membaca ketiga bagian dari Injil Matius tadi.
Matius 8:5-12 "Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepadaNya: "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita." Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya." Tetapi jawab perwira itu kepadaNya: " Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu : pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi :Datang!, maka ia datang. Ataupun kepada hambaku" Kerjakanlah itu!, maka ia mengerjakannya." Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikutiNya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakup di dalam Kerajaan Sorga, sedangkan anak-anak kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
Nah di sini kita baca pertama kali Yesus menyebut soal kegelapan yang paling gelap. Yesus berbicara di sini dari hal seorang perwira yang mempunyai bawahan. Dan perwira ini mempunya seorang hamba yang sakit lumpuh menderita, dia meminta supaya Yesus datang menyembuhkannya. Tetapi ketika Yesus mau datang, maka ia katakan, Tuan aku tidak layak menerima Tuan dalam rumahku begitu saja, katakanlah satu kata saja "sembuh!" pasti sembuh. Perwira ini mengakui Yesus mempunyai kuasa. Dia ambil sebagai contoh dirinya sendiri, dia berkata:"aku mempunyai bawahan, kalau saya berkata kepada bawahan:Pergi!, dia pergi, Mari kemari!, dia datang, kalau saya kepada hamba: Kerjakan ini!, dia kerjakan." Begitulah dia menggambarkan dirinya sendiri.
Dia berkata dia adalah seorang perwira mempunyai bahwan. Apa yang dia perintahkan kepada bawahan, bawahan lakukan. Jadi ada kuasa dalam perkataan si perwira ini, lalu dia berkata demikian juga Yesus. Dia percaya bahwa kalau Yesus mengeluarkan satu kata saja, pasti hambanya ini sembuh. Apakah yang dimiliki oleh perwira ini? Iman bukan? Iman akan Firman Tuhan. Dia berkata pasti kalau Yesus bilang sembuh, sembuh. Pokoknya Tuhan tidak usah datang ke rumahku, tidak usah tampang tangan Tuhan, tidak usah, perkataanMu saja, satu kata saja pasti sudah sembuh dia. Apa kata Yesus? Tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun diantara orang israel iman sebesar ini. Yesus puji pada orang ini adalah imannya. Luar biasa imannya ini. Dia berkata diseluruh tanah Israel, Dia belum menemukan orang yang mempunya iman seperti ini. Yesus katakan satu kata, beres. Satu kata saja Tuhan, beres. Lalu Yesus tambah diayat 11:" bahwa orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga"

Jumat, 24 Oktober 2008

A Blid Boy

A Blind Boy

A blind boy sat on the steps of a building with a hat by his feet. He held up a sign which said: 'I am blind, please help.' There were only a few coins in the hat.

A man was walking by. He took a few coins from his pocket and dropped them into the hat. He then took the sign, turned it around, and wrote some words. He put the sign back so that everyone who walked by would see the new words.

Soon the hat began to fill up. A lot more people were giving money to the blind boy. That afternoon the man who had changed the sign came to see how things were. The boy recognized his footsteps and asked, 'Were you the one who changed my sign this morning? What did you write?'

The man said, 'I only wrote the truth. I said what you said but in a different way.'
What he had written was: 'Today is a beautiful day and I cannot see it.'

Do you think the first sign and the second sign were saying the same thing?

Of course both signs told people the boy was blind. But the first sign simply said the boy was blind. The second sign told people they were so lucky that they were not blind. Should we be surprised that the second sign was more effective?


Moral of the Story: Be thankful for what you have. Be creative. Be innovative. Think differently and positively.

Invite others towards good with wisdom. Live life with no excuse and love with no regrets. When life gives you a 100 reasons to cry, show life that you have 1000 reasons to smile. Face your past without regret. Handle your present with confidence. Prepare for the future without fear. Keep the faith and drop the fear.


Great men say, 'Life has to be an incessant process of repair and reconstruction, of discarding evil and developing goodness…. In the journey of life, if you want to travel without fear, you must have the ticket of a good conscience.'

The most beautiful thing is to see a person smiling…
And even more beautiful is, knowing that you are the reason behind it!!!

From: Email

Selasa, 21 Oktober 2008

Kegelapan Yang Paling Gelap - 1

Kegelapan Yang Paling Gelap
Bagian 1 - Oleh : Pdt. A.H. Mandey
Kita mau masuk dalam satu pelajaran pada hari ini mengenai apa yang kita baca dalam Alkitab dan dalam terjemahan baru disebut sebagai tempat atau sebagai kegelapan yang paling gelap. Jadi saudara boleh berikan judul pada pelajaran ini KEGELAPAN YANG PALING GELAP. Ini menurut terjemahan baru. Kalau terjemahan lama mengatakan tempat kegelapan yang luar, disini disebut sekarang kegelapan yang paling gelap.
Mengenai kegelapan yang paling gelap ini, kita membaca dalam Matius 8:5-12; 22:11-14; 25:24-30. Tiga bagian dari Injil Matius ini. Dan saudara barangkali sudah tahu bawah Injil: Matius menulis dan menggambarkan Yesus sebagai Raja; Markus menggambarkan Yesus sebagai Hamba; Lukas menggambarkan Yesus sebagai manusia biasa dan Yohanes menulis Yesus sebagai Anak Allah.
Oleh sebab itu dalam Injil Matius sering kali saudara baca tentang Raja, tentang kerajaan, tentang kuasa, itulah yang digambarkan lebih banyak dalam Injil Matius. Nah, pelajaran yang ingin saya berikan disini dari hal Injil Matius pasal 8:5-12; 22:11-14; 25:24-30 ini akan menjelaskan kepada kita dan menerangkan bahwa tidak benar - ini salah satu bukti yah - bahwa tidak benar ajaran bahwa Yesus akan datang bulang Oktober 1992, saudara tahu barangkali sudah dengar bahwa diluaran sekarang sedang ramai dibicarakan dan banyak majalah banyak selebaran yang disebar-sebarkan di Persekutuan Doa - persekutuan doa, di jalan-jalan, di mobil-mobil, di tempel-tempel, masukkan kedalam jendela-jendela kalai terbuka, bahwa pada bulan Oktober - malah sekarang orang lebih "pintar" lagi - sok pintar namanya, bahwa Yesus akan datang pada tanggal 28 Oktober, jadi tanggalnya sudah ditentukan : 28 Oktober 1992. Ajaran ini mengatakan dua hal :
1. Tanggal 28 Oktober terjadi kebangkitan orang mati, yaitu orang yang mati dalam Tuhan akan bangkit.
2. Orang-orang percaya, semua orang percaya, pokoknya dia percaya kepada Yesus, dia diobahkan, lalu diangkat naik bersama-sama dengan yang mati bangkit itu bersama-sama bertemu dengan Tuhan Yesus di udara.
Itu yang akan terjadi pada bulang Oktober tanggal 28 tahun 1992 ini. Jadi akan terjadi kebangkitan orang mati, yang percaya kepada Tuhan dan pengobahan pengangkatan semua orang-orang percaya. Nah, apakah yang Alkitab ajarkan? Ajaran itu mengatakan Yesus datang sebelum masa aniaya besar. Ajaran yang sekarang berkembang adalah sebelum anti Kristus datang katanya Yesus datang duluan, diam-diam, seperti pencuri, lalu orang yang mati dalam Kristus bangkit lalu orang yang masih hidup, percaya kepada Tuhan, semuanya diangkat ke udara. Itu ceritanya. Setelah itu baru datang anti Kristus.

Renungan Untuk Hari Ini

Diambil dari sebuah kisah nyata di Amerika Serikat, dan sebuah kisah nyata dalam kehidupan kita.Love suffers long and is kind; love does not envy; love does not parade itself, is not puffed up;does not behave rudely, does not seek its own, is not provoked, thinks no evil; does not rejoice in iniquity,but rejoices in the truth; bears all things, believes all things, hopes all things, endures all things. 1 Corinthians 13:4-7

Adalah seorang muda yang taat berdoa yang masih berpacaran dengan seorang gadis muda juga yang baik hati.Kedua orang ini adalah dua konglomerat kaya. Sebelumnya merekapun selalu berdoa,"Tuhan berikanlah aku pasangan yang menurut Engkauterbaik." Setelah mereka menikah, keadaan berubah. Maksudnya, doanya berubah menjadi,"Tuhan, berikanlah kami anak yang terbaik buat kami."

Tetapi setelah 7 tahun mereka menikah, mereka tidak mempunyai anak.Setelah mereka berdoa dan berdoa, akhirnya mereka mempunyai anak. Dan keadaan, maksudnya doa mereka berubah lagi,"Tuhan, biarlah anak ini menjadi anak yang terbaik bagi kami."Dan benar, setelah 9 bulan istrinya mengandung, lalu lahirlah seorang anak bagi mereka."Anak laki-laki pak," kata dokternya. Sang ayah langsung melonjak kegirangan.Tetapi setelah 3 hari, sang dokter memanggil si ayah ke rumah sakit.

Lalu si dokter berkata,"Pak, dengan berat hati saya harus menyampaikan kabar buruk kepada anda." Si ayah membalas,"Kabar apapun, saya siap menerimanya, pak dokter.Saya siap menghadapi yang terburuk" "Dan hal yang buruk itu adalah, bahwa putra andatidak akan bertumbuh dengan normal seperti anak-anak yang lain," jelas si dokter."Apa maksud bapak," si ayah bertanya. Dokter melanjutkan, "Putra anda menderita sesuatu kecacatan yang tidak dapat disembuhkan.Yaitu cacat mental yang serius."

Sang ayah lalu menitikan air mata dan berkata sambil berdoa,"Tuhan, apapun yang Engkau berikan kepadaku, aku tahu semuanya baik dan Engkau tidak pernah mencelakakan anak-anakMu." But above all these things put on love, which is the bond of perfection. Colossians 3:14 Sejak itu, kedua orang tua itu membeli ranjang bayi khusus anak mereka dan ditaruh di samping ranjang mereka berdua.Mereka selalu kesulitan untuk mengurus anak mereka tersebut, tetapi mereka menanggung semuanya itu.Beranjak keluar dari umur batita, mereka membuatkan kamar khusus untuk anak mereka tersebut.

Anak itu menjadi anak yang sangat istimewa dan menjadi anak mereka satu-satunya. Mereka memberikannya segala yang dia mau dan dia perlukan. Mainan macam-macam,komputer, boneka, dan lain-lain. Dan jika si ayah selesai pulang kerja, ia selalu mengajak si anak bermain.Dengan mainan yang ada atau jika ayahnya membawa mainan yang baru untuk anaknya.Setiap ayahnya pergi keluar misalkan untuk berpesta dengan rekan kerjanya atau teman-temannya yang sedang berbahagia,ia selalu membawa serta istri dan anaknya. Dan di depan rekan-rekan kerjanya atau teman-temannya, ia selalu membanggakan anaknya."Woi anak gw nih... ganteng kan ?"

Selalu ia mengatakan demikian, karena ia tahu, anaknya ini adalah anugerah Allah yang terbesar dalam dirinya.Dan ia sangat mengasihi anak ini, karena ini anaknya. Meskipun dia cacat.Tetapi setelah anak itu bertumbuh makin dewasa, kecacatannya semakin kelihatan.Kemampuan komunikasinya kurang, jika terjemur matahari sebentar mulutnya akan keluar busa,dan jika sedang berbicara kadang air liurnya menetes. Tetapi meskipun begitu, kedua orang tua tetap sangat sangatmenyayangi anak mereka yang cacat itu. Suatu hari, pagi-pagi sekali anak cacat ini sudah bangun, sekitar pukul 4.30.

Dalam pikirannya, "Hari ini, aku pengen buat sarapan yang speeeeeesial buat papa." menyetel waktunya sampai 10 menit.Tentu saja hasilnya gosong. Setelah bunyi "ting", maka anak cacat itu menaruhnya di atas sebuah piring.Lalu ia mengoleskan selai kacang keju yang sangat banyak, sambil berpikir, "Harus kasih yang baaaaanyak buat papa, biar ueeeeenak rasanya". Setelah itu, ia berlari ke kulkas, karena ayam sudah mulai berkokok, lalu mengambil sebutir telur.Dan lalu memanaskan panci di atas kompor, lalu memecahkan telur tersebut dan menuangkan isinya ke dalam panci tersebut,dan langsung menaruhnya di atas piring yang lain, sambil berpikir, "Kalo aku buatnya cepet, pasti papa seneng, karena gak perlu nunggu lama." Danlalu ia bergegas mengambil cangkir, dan mengambil toples kopi bubuk. Jika kita hanya membutuhkan 2 sendok teh, anak cacat ini memakai 5 sendok teh kopi bubuk, sambil berpikir, "Kalau 2 sendok teh saja sudah harum, apalagi 5, pasti papa suka."

Jadilah kopi yang terasa seperti kopi tua itu. Lalu si anak cacat ini mengambil nampan, lalu dengan hati-hati tanpa menimbulkan bunyi macam-macam, menaruh semua piring yang di atasnya ada roti gosong dan telur mentah dan cangkir kopi tua tersebut, dan menuju kamar ayahnya. Lalu ia membangunkan ayahnya, dan lalu berkata begini, "Papa, bangun dong, aku udah buat sarapan yang spesiaaaaaaaal buat papa." Lalu ayahnya bangun dan melihat dan menghirup aroma "sedap" dari roti gosong, telur mentah dan kopi tua tersebut. "Wah pasti enak nih." Sebelum si ayah melipat tangannya untuk berdoa, si anak berkata, "Pa, kali ini aku doain makanan ini buat papa ya, ' kan biasanya papa yang doain. OK ya papa?"Sebelum ayahnya sempat mengangguk, si anak cacat ini sudah melanjutkan, "Papa ikutin ya: Tuhan Yesus, terima kasih, atas makanan ini, yang telah Tuhan sediakan.

Terima kasih Tuhan, amin." Lalu ayahnya mecoba roti gosong tersebut, dan setelah ayahnya mengunyah gigitan pertama, si anak cacat dengan polosnya bertanya, "Enak kan pa?" "Iya, enaaaak sekali," lalu melanjutkan makan. Setelah roti tersebut habis, ia memakan telur mentah tersebut. Dan si anak bertanya, "Telurnya enak kan pa? Aku yang masak semuanya loooo...." Si ayah berkata, "Wah kamu yang masak? Enak sekali nak." Lalu si ayah melanjutkan memakan telur mentah tersebut. Setelah semua makanan habis, ia mecoba kopi tua itu. Si anak bertanya lagi, "Harum dan enak kan pa?" Si ayah tanpa expresi mual apapun, membalasnya, "Pahit, tapi papa suka sekali."

Dan dengan lugunya si anak menjawab, "Ya iya dong papa, kopi kan pahit...," karena ia mengira ayahnya sedang bercanda. Setelah semuanyahabis, si ayah membelai kepala anaknya dan berkata "Ray, kamu tau nggak..." "Nggak paa," potong si anak cacat tersebut. Lalu si ayah melanjutkan, "Kalau semua masakan kamu, enaaak sekali." Lalu si anak menjawab, "Iya dong pa, kan aku yang masakin, spesiaaal buat papa." Lalu si ayah berkata lagi, "Kamu tahu nggak kenapa papa senang hari ini?" Si anak sambil menggelengkan kepala, "Nggak tau pa...." "Karena hari ini kamu dah buat sarapan yang, spesiaaal buat papa." Lalu si ayah melanjutkan, "Ray, kamu tahu gak kenapa papa sayaaaang sekali sama kamu?" Lalu dengan lugunya anak cacat ini menjawab, "Nggak tahu pa...." "Karena kamu anak papa yang udah bikin papa, seneeeng banget." "Raymond juga, sayaaang banget sama papa."

Lalu sambil menitikan air mata, ia memeluk anaknya yang cacat itu, dan berkata kepada anaknya, "Terima kasih ya nak, karena telah memasakan sarapan roti, telur, dan kopi ini buat papa. Semuanya terasa, enaaksekali." Lalu si anak menjawab, "Sama-sama papaah...." Dan si ayah lalu berdoa dalam hatinya, "Tuhan terima kasih, karena Engkau sudah memberikan anak yang sangat sayang padaku..."

Anda tahu, siapakah anak cacat dan ayah tersebut? Kamulah, yang sedang membaca adalah anak yang cacat tersebut. Seperti anak cacat itu memberikan kepada ayahnya, roti gosong, telur mentah dan kopi tua, juga kita, memberikan apa yang tidak sempurna dari kita untuk Tuhan. Roti gosong, telur mentah dan kopi tua, yang merupakan apa yang tidak sempurna dari kita misalnya, pujian, dan kehidupan kita, Tuhan terima semuanya dengan senang hati, karena Tuhan tahu, bahwa kita melakukannya dengan segenap hati kita yang tertuju pada Bapa di sorga, dan kita ingin melakukan yang terbaik untuk Bapa kita di sorga.

Ingat ini: Bapamu di sorga menyayangimu, apa adamu, apa yang ada padamu, apapun yang engkau berikan dengan segenap hatimu, merupakan sebuah persembahan yangharum. Karena Bapamu mengasihi kamu, sampai-sampai Ia sendiri mengirimkan Anak-Nya untuk turun ke dunia, untuk menebuskan dan mematahkan segala kutuk atas diri kita, dan untuk membayar lunas segala hutang dosa kita dan menebus dosa kita dari maut. Ingat : Bapamu di sorga mengasihimu. You are all fair, my love, and there is no spot in you. Song of Solomon 4:7

Fr: Email

Senin, 13 Oktober 2008

Hati-hati dengan pikiran anda

Hati-hati Dengan Pikiran Anda

Jangan sembarangan berpikir. Karena apa yang anda pikirkan akan menjadi kenyataan! What you think is what you are! Simak berbagai fakta dan kisah nyata berikut ini...Duapuluh tahun yang lalu...

Di tengah panas terik matahari yang begitu menyengat, seorang remaja berseragam SMA Negeri dengan penuh peluh bergegas pulang sekolah berjalan kaki menuju rumahnya. Sebuah rumah kontrakan kecil yang didiami bersama keluarga, berdinding setengah tembok dan setengah anyaman bambu. Sejak kecil sampai masa remaja dia adalah anak yang pemalu, sering merasa minder, dan rendah diri bila bergaul dengan teman-teman sekolahnya.Berbagai keterbatasan ekonomi keluarga sering kali menjadi kendala dalam hidupnya.

Belum lagi, tekanan mental karena sejak kecil hidup di keluarga yang broken home. “Cita-cita saya setelah lulus SMA hanya ingin bisa menjadi instruktur kursus komputer di sebuah lembaga kursus, karena memang tidak ada biaya untuk kuliah di universitas”, jawabnya kepada teman yang menanyakan akan melanjutkan ke mana setelah lulus. “Saya sebenarnya sangat ingin sekali bisa kuliah.

Tapi memang inilah nasib saya, tidak punya kesempatan kuliah”, katanya. Tetapi dalam pikirannya dia selalu membayangkan, ”Andai saja saya punya kesempatan untuk kuliah, menjadi sarjana, bahkan master di bidang program komputer. Ah, betapa bahagianya”. Karena memang kegemarannya sejak SMA adalah membuat program komputer.Lima belas tahun kemudian...

Dia bukan hanya telah menjadi sarjana di bidang komputer yang mencetak sejarah di sebuah universitas negeri ternama sebagai lulusan cum laude pertama di bidangnya.Dia juga menyandang gelar magister teknik informatika bidang software engineering (rekayasa program komputer) dari institut teknologi paling terkemuka di negeri ini. Bahkan profesi yang digelutinya adalah sebagai software engineer sesuai dengan kegemarannya. Apa yang dibayangkannya lima belas tahun yang lalu menjadi kenyataan!

Delapan belas tahun yang lalu...Seorang mahasiswa hampir setiap hari datang ke IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) untuk membuat sebuah program untuk komputer mainframe yang baru dibeli IPTN. Dia melakukannya dalam rangka kerja praktik. Hampir setiap hari dia mengamati helicopter yang baru selesai diproduksi. Dia membayangkan, ”Alangkah menyenangkan bila dia bisa terbang menggunakan helicopter melihat pemandangan dari atas langit”. Tetapi tentunya tidak mungkin. Naik pesawat terbang saja belum pernah, karena tidak memiliki cukup uang untuk membeli tiketnya.Siapa yang mau memberi kesempatan naik helicopter ?Lima belas tahun kemudian...

Dia tersadar, sedang duduk di kursi co-pilot sebuah helicopter yang sedang terbang di atas wilayah Goldcoast, Australia, yang terkenal dengan pantainya yang indah. Pemandangan indah pantai Goldcoast yang sangat luas dengan pasir putihnya terlihat berbeda dari atas helicopter. Apa yang dibayangkannya lima belas tahun yang lalu menjadi kenyataan!

Dua puluh dua tahun yang lalu...Seorang remaja sedang membaca buku sejarah tentang tentang Mesir. Dia sangat tertarik dengan keberadaan mumi dan misteri piramid.Dia juga membayangkan bagaimana seandainya dia mengamati secara langsung mumi tersebut dan melihat langsung seberapa besar bangunan piramid di Mesir. Tetapi kesempatan itu sepertinya tidak mungkin ada.Tujuh belas tahun kemudian... Dia terlihat berada di sebuah ruang musium bersama dengan belasan mumi raja-raja Mesir kuno, setelah sebelumnya mengunjungi tiga buah piramid di Giza, dekat kota Cairo, di Mesir.

Cukup menyeramkan, berada di sebuah ruangan dingin yang hanya memiliki lampu remang-remang bersama mayat-mayat raja mesir kuno yang telah dibalsem dalam bentuk mumi. Dia mencoba memandang dalam jarak yang sangat dekat, kurang dari setengah meter, mengamati dengan seksama wajah sebuah mumi yang telah berusia ribuan tahun. Memang menyeramkan, apalagi saat terlintas ingatan adegan seram dalam film horor tentang mumi yang hidup kembali. Tak pernah terbayangkan sebelumnya kalau pada suatu saat dia akan berhadapan dalam jarak dekat dengan mumi betulan.The real mummy. Bukan hanya satu, bahkan belasan mumi sekaligus. Apa yang dibayangkannya tujuh belas belas tahun yang lalu menjadi kenyataan!Enam belas tahun yang lalu...

Seorang mahasiswa membaca sebuah majalah bisnis yang membahas artikel tentang sekolah MBA. Dia memperhatikan kolom peringkat 10 sekolah MBA terbaik saat itu. Dia sangat tertarik untuk dapat melanjutkan kuliah ke program MBA setelah lulus nanti. Tetapi, rasanya tidak mungkin. Uang dari mana ? Pembayaran SPP kuliah saat ini saja sudah menunggak beberapa semester karena tidak ada uang. “Ngaco kamu! Cuma mimpi! Lulus saja belum”, timpal salah satu sahabat kuliahnya pada saat itu. Tetapi di dalam pikirannya dia tetap membayangkan bilamana hal itu dapat terjadi, walau pun belum tahu harus bagaimana mewujudkannya.Tiga tahun kemudian...

Dia telah menyelesaikan program MBA di salah satu sekolah MBA, yang tercantum pada kolom peringkat 10 sekolah MBA terbaik yang pernah dibacanya. Sampai kini, sahabatnya itu masih belum bisa percaya mengapa hal itu bisa terjadi. “Lho, kok bisa ?”, katanya.Tujuh tahun yang lalu...

Seorang profesional membaca sebuah sebuah iklan mengenai kapal pesiar Starcruise di luar negeri yang menampilkan berbagai fasilitas mewah di dalam kapal pesiar tersebut. Dia hanya membayangkan bersama keluarganya sedang menikmati berbagai fasilitas kapal pesiar mewah tersebut. Tetapi rasanya tidak mungkin dapat terwujud, karena dibutuhkan uang yang cukup banyak bila pergi bersama seluruh keluarga. Waktu panjang untuk berlibur pun tidak ada mengingat berbagai kesibukan yang harus dijalaninya.

Tiga tahun kemudian... Dia terlihat sedang menikmati pemandangan laut lepas sambil sarapan pagi di salah satu restoran di kapal pesiar mewah tersebut bersama istri dan ke dua putri kecilnya. Sudah tiga hari mereka tinggal di kapal pesiar mewah tersebut menikmati berbagai fasilitas di dalamnya. Mereka “terpaksa” pergi ke luar negeri berlibur menggunakan kapal pesiar mewah Starcruise karena mendapatkan liburan gratis sekeluarga dengan kapal pesiar tersebut. Apa yang dibayangkannya tujuh belas belas tahun yang lalu menjadi kenyataan!Enam bulan yang lalu...

Seorang profesional menemukan serta membaca artikel-artikel motivasi di website internet pembelajar.com dan andriewongso.com. Dia berpikir, “Alangkah senangnya jika saya menjadi penulis artikel di website tersebut. Foto saya bisa terpasang di sana dan tulisan saya dibaca banyak orang.” Tetapi, saat itu dia belum pernah belajar menulis artikel sama sekali. “Ah, pasti sulit. Tetapi saya ingin menulis artikel”, pikirnya.Lima bulan kemudian... Dia sedang menulis artikel yang sedang anda baca ini.

Dan sejak lima bulan yang lalu artikel-artikel motivasinya telah menyebar di berbagai website internet serta majalah dan telah dibaca oleh ribuan orang. Bahkan dia telah menjadi penulis buku unik inspirasi dan motivasi berjudul “8 Langkah Ajaib Menuju ke Langit” yang sensasional, setelah peluncuran bukunya pada tanggal 08-08-08 banyak dibedah di berbagai universitas dan menjadi materi talkshow di banyak radio. Apa yang dibayangkannya enam bulan yang lalu menjadi kenyataan!

Dari berbagai kisah nyata yang saya alami sendiri, yang beberapa diantaranya saya ceritakan tadi, saya berkesimpulan bahwa saya harus berhati-hati bila membayangkan sesuatu dalam pikiran. Apa yang saya pikirkan atau saya bayangkan dalam pikiran dapat menjadi kenyataan. Mungkin dapat terjadi belasan tahun kemudian, atau beberapa tahun kemudian, bahkan dapat terjadi beberapa bulan kemudian.

Masa depan tergantung pada pikiran kita saat ini.Masa kini tergantung pada pikiran kita di masa lalu. Maka, jangan pikirkan hal yang negatif atau merusak, karena hal itu akan dapat terjadi di masa mendatang. Pikirkanlah segala hal yang baik dan positif. Beranilah bermimpi besar, walau pun anda belum tahu bagaimana caranya mewujudkan impian itu. Semua akan terjadi jika anda percaya bahwa itu pasti akan terjadi dalam kehidupan anda di masa mendatang.Jika anda PERCAYA akan hal ini, berarti anda telah merancang masa depan anda penuh dengan kesuksesan dan kegemilangan. Anda akan terbawa “terbang ke langit kesuksesan” dan akan meraih berbagai impian yang digantung “setinggi langit”.

sumber : andriewongso

Mari kita renungkan dari cerita yang pendek ini. Bukankah Tuhan juga mau agar kita berpikir yang positif? Dalam Ayb 3:25 "Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku".

God Bless You All