Renungan 28 Januari 2010
GPS TERBAIK UNTUK ANDA - Pdt. Eddy Tatimu
2 Korintus 5:7
“Hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.”
Dengan kemajuan teknologi yang mutakhir saat ini, khususnya di bidang pemetaan, dimobil-mobil, handphone-handphone, orang dengan mudah mencari lokasi yang hendak ditujunya, yaitu dengan menggunakan sebuah sistim yang disebut GPS (Global Positioning System). Cukup anda menyetel lokasi yang hendak di tuju, maka sistim alat ini akan bekerja memberikan arah kepada anda, sampai anda tiba di tempat tujuan. Bahkan yang lebih canggih lagi, anda cukup MENGATAKAN dengan mengucapkan tempat tujuan anda, maka sistim alat ini akan bekerja memberikan arah kepada anda.
Tetapi sementara alat itu mengatur posisi perjalanan anda, alat itu tidak memberitahukan kepada anda mengenai apa yang ada dalam perjalanan anda itu. Misalnya jalanan berlobang-lobang, tanjakan, tikungan tajam, restoran, dan rincian lain di perjalanan itu yang hanya bisa terungkap sementara perjalanan itu berlangsung.
Untuk mengerti kehendak Allah, itu mirip dengan mengadakan sebuah perjalanan. Allah punya rencana bagi hidup anda, tetapi rincian yang sangat ingin anda ketahui hanya setelah anda terikat dalam perjalanan ibadah dan mengikuti-Nya dengan taat. Firman Tuhan berkata demikian:” Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Amsal 3:5-6
Maka penting sekali anda beribadah, berdoa dan mempelajari Alkitab, maka rincian dari rencana pribadi-Nya kepada anda akan disingkapkan satu demi satu. Dia mau anda mengetahui kehendak-Nya. Oleh karena itu bersukacitalah dalam Dia, dan konsentrasikanlah perhatian anda pada ketaatan, kepercayaan, dan hubungan pribadi anda dengan Dia. Maka jawaban yang anda nantikan akan terjawab. Amin.
Kamis, 28 Januari 2010
Rabu, 27 Januari 2010
Renungan 27 Januari 2010
Renungan 27 Januari 2010
PILIHAN DI TANGAN ANDA - Pdt. Eddy Tatimu
Yohanes 14:6
“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Sebagai orang percaya kepada Yesus Kristus,anda mengetahui bahwa jalan yang sempit dan sulit, yaitu jalan yang ditawarkan Yesus, adalah satu-satunya jalan menuju ke surga. Tetapi jalan itu begitu sulitnya, sudah sempit berbatu-batu pula, penuh pencobaan dan godaan. Tantangannya sangat berat.
Lalu anda patah semangat, anda memilih jalan yang rata, berumput hijau dan lembut. Anda berpikir:” Ah, ini adalah jalan pintas. Jalan yang lain menuju ke surga.” Dalam perjalanan ini, tidak lama kemudian anda jatuh terperosok kedalam jebakan Putus Asa, dan kemudian anda baru sadar, bahwa anda sedang berjalan kearah yang sedang menjauhi Kristus.
Sebab itu saudara, mengertilah siapakah sebenarnya Kristus, maka Ia akan menjaga anda agar tidak membuat pilihan palsu. Tidak ada yang sebanding dengan Dia. Yesus berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Yohanes 14:6.
Tidak ada jalan lain yang dapat membawa kepada kehidupan yang kekal. Tidak ada jalan pengganti, tidak ada jalan pintas. Jalan sudah Dia bentangkan dihadapan anda melalui pengorbanan-Nya di Golgota, anda hanya perlu percaya kepada-Nya. Sekalipun jalan itu mungkin sulit, tetapi itulah satu-satunya jalan yang terbaik menuju kepada kehidupan yang kekal. “Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.” Amsal 3:17. Amin.
PILIHAN DI TANGAN ANDA - Pdt. Eddy Tatimu
Yohanes 14:6
“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Sebagai orang percaya kepada Yesus Kristus,anda mengetahui bahwa jalan yang sempit dan sulit, yaitu jalan yang ditawarkan Yesus, adalah satu-satunya jalan menuju ke surga. Tetapi jalan itu begitu sulitnya, sudah sempit berbatu-batu pula, penuh pencobaan dan godaan. Tantangannya sangat berat.
Lalu anda patah semangat, anda memilih jalan yang rata, berumput hijau dan lembut. Anda berpikir:” Ah, ini adalah jalan pintas. Jalan yang lain menuju ke surga.” Dalam perjalanan ini, tidak lama kemudian anda jatuh terperosok kedalam jebakan Putus Asa, dan kemudian anda baru sadar, bahwa anda sedang berjalan kearah yang sedang menjauhi Kristus.
Sebab itu saudara, mengertilah siapakah sebenarnya Kristus, maka Ia akan menjaga anda agar tidak membuat pilihan palsu. Tidak ada yang sebanding dengan Dia. Yesus berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Yohanes 14:6.
Tidak ada jalan lain yang dapat membawa kepada kehidupan yang kekal. Tidak ada jalan pengganti, tidak ada jalan pintas. Jalan sudah Dia bentangkan dihadapan anda melalui pengorbanan-Nya di Golgota, anda hanya perlu percaya kepada-Nya. Sekalipun jalan itu mungkin sulit, tetapi itulah satu-satunya jalan yang terbaik menuju kepada kehidupan yang kekal. “Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.” Amsal 3:17. Amin.
Selasa, 26 Januari 2010
Renungan 26 Januari 2010
Renungan 26 Januari 2010
SIKAP ANDA DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN - Pdt. Eddy Tatimu
Yesaya 58:11
“TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.”
Satu ketika anda ditawarkan untuk mengajar di sebuah sekolah Alkitab. Disaat yang sama anda ditawarkan posisi yang baru dalam pekerjaan anda di kota yang lain. Anda harus memberikan keputusan, dibalik itu, anda tergiur dengan peluang yang ditawarkan, anda pikir itu untuk masa depan anda. Bagaimana anda tahu apa yang harus anda lakukan?
Firman Tuhan adalah Penuntun yang paling dapat dipercaya. Bangsa Israel dihadapkan dengan perintah yang besar dari Tuhan yaitu mereka harus menyeberang sungai Yordan dalam tiga hari untuk pergi menduduki negeri yang akan diberikan Tuhan kepada mereka. Ada banyak rintang dalam perjalanan itu, arus air yang deras, musuh di seberang sungai yang sedang menanti. Tetapi Umat Israel mematuhi Perintah Allah, dan akhirnya berkat dan kemurahan Allah mereka terima – Yosua 1:1-2, 10-18, 3:1-17. Haleluyah!
Disinilah anda perlu kepekaan kepada kehendak Allah. Untuk memiliki kepekaan tersebut anda harus melatihnya terus menerus dengan mendekatkan diri anda dengan Tuhan melalui Firman-Nya. Yosua melakukan hal itu berdasarkan perintah Tuhan, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” Yosua 1:8. Amin.
SIKAP ANDA DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN - Pdt. Eddy Tatimu
Yesaya 58:11
“TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.”
Satu ketika anda ditawarkan untuk mengajar di sebuah sekolah Alkitab. Disaat yang sama anda ditawarkan posisi yang baru dalam pekerjaan anda di kota yang lain. Anda harus memberikan keputusan, dibalik itu, anda tergiur dengan peluang yang ditawarkan, anda pikir itu untuk masa depan anda. Bagaimana anda tahu apa yang harus anda lakukan?
Firman Tuhan adalah Penuntun yang paling dapat dipercaya. Bangsa Israel dihadapkan dengan perintah yang besar dari Tuhan yaitu mereka harus menyeberang sungai Yordan dalam tiga hari untuk pergi menduduki negeri yang akan diberikan Tuhan kepada mereka. Ada banyak rintang dalam perjalanan itu, arus air yang deras, musuh di seberang sungai yang sedang menanti. Tetapi Umat Israel mematuhi Perintah Allah, dan akhirnya berkat dan kemurahan Allah mereka terima – Yosua 1:1-2, 10-18, 3:1-17. Haleluyah!
Disinilah anda perlu kepekaan kepada kehendak Allah. Untuk memiliki kepekaan tersebut anda harus melatihnya terus menerus dengan mendekatkan diri anda dengan Tuhan melalui Firman-Nya. Yosua melakukan hal itu berdasarkan perintah Tuhan, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” Yosua 1:8. Amin.
Senin, 25 Januari 2010
Renungan 25 Januari 2010
Renungan 25 Januari 2010
KOMPAS KEHIDUPAN - Pdt. Eddy Tatimu
Ibrani 12:1-2
“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.”
Kalau anda membuat gambar perjalanan kehidupan anda disecarik kertas, anda akan mendapati ada gunung-gunung yang menjulang tinggi ke atas, dan juga ada jurang curam yang terjal menukik turun ke lembah-lembah yang dalam. Inilah gambaran kehidupan rohani anda. Ada kalanya iman kitanda seperti terbang tinggi ke angkasa permai, tetapi ada kalanya terjun turun begitu menakutkan.
Penyebab utama dari hal-hal tersebut adalah, ketika anda di berkati, semangat anda melayang tinggi, anda bergairah, tetapi begitu anda menghadapi keadaan yang sebaliknya, anda terguncang, dan semangat anda menjadi lemah, bahkan keadaan rohani anda menurun tajam kebawah.
Inilah sebabnya didalam anda membangun hubungan dengan Tuhan, anda terlalu bergantung kepada hal-hal lahiriah/external yang naik turun tidak menentu.Tuhan tidak pernah merancang demikian. Sebagai orang percaya, kita mempunyai Yesus yang diam di dalam kita, Dia tidak berubah, baik kuasa-Nya, kasih-Nya maupun kesetiaan-Nya kekal selama-lamanya. Dialah yang menangani dan memecahkan segala problem hidupmu dan menyelesaikannya untukmu.
Dia mengendalikan engkau dari dalam dirimu dan menuntun anda berjalan pada jalan yang sudah direncanakan-Nya bersama Dia. Sebab itu, apapun yang terjadi, berpalinglah pada-Nya – Kristus Yesus Allah yang Maha Kuasa. Amin
KOMPAS KEHIDUPAN - Pdt. Eddy Tatimu
Ibrani 12:1-2
“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.”
Kalau anda membuat gambar perjalanan kehidupan anda disecarik kertas, anda akan mendapati ada gunung-gunung yang menjulang tinggi ke atas, dan juga ada jurang curam yang terjal menukik turun ke lembah-lembah yang dalam. Inilah gambaran kehidupan rohani anda. Ada kalanya iman kitanda seperti terbang tinggi ke angkasa permai, tetapi ada kalanya terjun turun begitu menakutkan.
Penyebab utama dari hal-hal tersebut adalah, ketika anda di berkati, semangat anda melayang tinggi, anda bergairah, tetapi begitu anda menghadapi keadaan yang sebaliknya, anda terguncang, dan semangat anda menjadi lemah, bahkan keadaan rohani anda menurun tajam kebawah.
Inilah sebabnya didalam anda membangun hubungan dengan Tuhan, anda terlalu bergantung kepada hal-hal lahiriah/external yang naik turun tidak menentu.Tuhan tidak pernah merancang demikian. Sebagai orang percaya, kita mempunyai Yesus yang diam di dalam kita, Dia tidak berubah, baik kuasa-Nya, kasih-Nya maupun kesetiaan-Nya kekal selama-lamanya. Dialah yang menangani dan memecahkan segala problem hidupmu dan menyelesaikannya untukmu.
Dia mengendalikan engkau dari dalam dirimu dan menuntun anda berjalan pada jalan yang sudah direncanakan-Nya bersama Dia. Sebab itu, apapun yang terjadi, berpalinglah pada-Nya – Kristus Yesus Allah yang Maha Kuasa. Amin
Minggu, 24 Januari 2010
Renungan 23 Januari 2010
Renungan 23 Januari 2010
HADAPILAH HIDUP DENGAN IMAN - Pdt. Eddy tatimu
1 Tesalonika 5:24
“Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.”
Banyak hal yang kita tidak ketahui dalam kehidupan ini, dan banyak perkara yang kita tidak mengerti mengapa itu harus terjadi. Tapi semua seperti langit runtuh menimpa hidup kita. Sasaran-sasaran yang tidak kesampaian, perobahan-perobahan yang terjadi dalam kehidupan yang tidak dapat dijelaskan. Semuanya kita tidak mengerti.
Tetapi ketahuilah, salah satu cara Allah menilai iman kita ialah dengan membiarkan hal-hal yang tidak diketahui dalam kehidupan ini menyelinap masuk menyerang kehidupan kita. Abraham dipanggil Allah pergi menuju ke suatu tempat yang tidak diketahuinya. Ia tanpa bertanya dan tanpa ragu “Lalu pergilah Abram seperti yang difirman TUHAN kepadanya.......” Kejadian 12:4. Dan di kemudian hari, dicatat dalam Alkitab “Karena iman Abraham taat, ketika ia di panggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.” Ibrani 11:8. Dan akhirnya, Bangsa Israel memiliki Tanah Perjanjian itu sampai hari ini.
Kisah yang lain dalam Alkitab menceriterakan tentang Daud yang diurapi oleh Nabi Samuel sebagai raja Israel. Tetapi tidak pernah diberitahukan kepadanya mengenai penangguhan bertahun-tahun sebelum ia bisa menjadi raja Israel. Daud menjadi buronan dari Raja Saul yang iri hati. Seharusnya Daud melalui beberapa kali kesempatan, ia dapat membunuh Saul, tetapi ia menyadari bahwa jalan Allah bukanlah jalan manusia, sehingga ia membiarkan Saul tetap hidup, dan menyerahkan seluruh proses jalan hidupnya sendiri kepada Allah yang Maha Kuasa.
Semua kejadian yang tak disangka-sangka didalam kehidupan ini berada didalam kendali Allah yang berkuasa. Jika Ia menjanjikan sesuatu kepada Anda, berpeganglah teguh kepada janji-Nya itu, sebab Ia akan melalukannya bagi Anda. Amin.
HADAPILAH HIDUP DENGAN IMAN - Pdt. Eddy tatimu
1 Tesalonika 5:24
“Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.”
Banyak hal yang kita tidak ketahui dalam kehidupan ini, dan banyak perkara yang kita tidak mengerti mengapa itu harus terjadi. Tapi semua seperti langit runtuh menimpa hidup kita. Sasaran-sasaran yang tidak kesampaian, perobahan-perobahan yang terjadi dalam kehidupan yang tidak dapat dijelaskan. Semuanya kita tidak mengerti.
Tetapi ketahuilah, salah satu cara Allah menilai iman kita ialah dengan membiarkan hal-hal yang tidak diketahui dalam kehidupan ini menyelinap masuk menyerang kehidupan kita. Abraham dipanggil Allah pergi menuju ke suatu tempat yang tidak diketahuinya. Ia tanpa bertanya dan tanpa ragu “Lalu pergilah Abram seperti yang difirman TUHAN kepadanya.......” Kejadian 12:4. Dan di kemudian hari, dicatat dalam Alkitab “Karena iman Abraham taat, ketika ia di panggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.” Ibrani 11:8. Dan akhirnya, Bangsa Israel memiliki Tanah Perjanjian itu sampai hari ini.
Kisah yang lain dalam Alkitab menceriterakan tentang Daud yang diurapi oleh Nabi Samuel sebagai raja Israel. Tetapi tidak pernah diberitahukan kepadanya mengenai penangguhan bertahun-tahun sebelum ia bisa menjadi raja Israel. Daud menjadi buronan dari Raja Saul yang iri hati. Seharusnya Daud melalui beberapa kali kesempatan, ia dapat membunuh Saul, tetapi ia menyadari bahwa jalan Allah bukanlah jalan manusia, sehingga ia membiarkan Saul tetap hidup, dan menyerahkan seluruh proses jalan hidupnya sendiri kepada Allah yang Maha Kuasa.
Semua kejadian yang tak disangka-sangka didalam kehidupan ini berada didalam kendali Allah yang berkuasa. Jika Ia menjanjikan sesuatu kepada Anda, berpeganglah teguh kepada janji-Nya itu, sebab Ia akan melalukannya bagi Anda. Amin.
Jumat, 22 Januari 2010
Renungan 22 Januari 2010
Renungan 22 Januari 2010
MENJADI SERUPA DENGAN GAMBARAN KRISTUS - Pdt. Eddy Tatimu
Roma 8:29
“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”
Adalah kehendak Allah bagi kita semua supaya menjadi serupa dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. Dalam panggilan Allah kepada anda dan saya, tidak peduli apakah anda seorang profesional, ataukah anda seorang pebisnis, ataukah anda seorang kepala keluarga, atau ibu rumah tangga dan lain sebagainya, Allah mau supaya dalam panggilan-Nya, kita semua dapat mencerminkan Kristus didalam kehidupan kita.
Kita berkarya dalam bidang kita masing-masing, kita membuat rencana-rencana yang baik, tetapi apa yang kita rencanakan banyak yang tidak tercapai sesuai dengan apa yang kita harapkan. Apakah kita harus kecewa? Apakah kita harus berhenti berkarya? Tentunya tidak! Kita seharusnya menyadari, bahwa Allah, didalam membentuk kita supaya sesuai dengan gambaran Anak-Nya, selalu memakai berbagai macam cara untuk memprosesnya. Sampai kita menjadi serupa dengan Yesus. Haleluyah!
Berkaryalah terus, sambil melayani Tuhan. Biarkan Allah memakai baik keberhasilan anda maupun kegagalan anda, untuk menjadikan anda dari hari ke sehari menjadi sama seperti gambaran Anak-Nya.
“Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.” 2 Korintus 5:9. Amin.
MENJADI SERUPA DENGAN GAMBARAN KRISTUS - Pdt. Eddy Tatimu
Roma 8:29
“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”
Adalah kehendak Allah bagi kita semua supaya menjadi serupa dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. Dalam panggilan Allah kepada anda dan saya, tidak peduli apakah anda seorang profesional, ataukah anda seorang pebisnis, ataukah anda seorang kepala keluarga, atau ibu rumah tangga dan lain sebagainya, Allah mau supaya dalam panggilan-Nya, kita semua dapat mencerminkan Kristus didalam kehidupan kita.
Kita berkarya dalam bidang kita masing-masing, kita membuat rencana-rencana yang baik, tetapi apa yang kita rencanakan banyak yang tidak tercapai sesuai dengan apa yang kita harapkan. Apakah kita harus kecewa? Apakah kita harus berhenti berkarya? Tentunya tidak! Kita seharusnya menyadari, bahwa Allah, didalam membentuk kita supaya sesuai dengan gambaran Anak-Nya, selalu memakai berbagai macam cara untuk memprosesnya. Sampai kita menjadi serupa dengan Yesus. Haleluyah!
Berkaryalah terus, sambil melayani Tuhan. Biarkan Allah memakai baik keberhasilan anda maupun kegagalan anda, untuk menjadikan anda dari hari ke sehari menjadi sama seperti gambaran Anak-Nya.
“Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.” 2 Korintus 5:9. Amin.
Kamis, 21 Januari 2010
Renungan 21 Januari 2010
Renungan 21 Januari 2010
TELITI CARA HIDUPMU - Pdt. Eddy Tatimu
1 Petrus 2:12
“Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.”
Seringkali kita membaca dari sejarah ada yang berjuang untuk membela iman Kristen, melalui suatu cita-cita spiritual yang mulia, seperti Perang Salib. Tetapi cara-cara yang dipergunakan sama sekali salah. Begitu pula dengan sasaran atau target yang sudah anda tentukan tahun ini, penting sekali untuk diperhatikan apa metode dan cara yang anda gunakan untuk mencapainya. Apakah itu bisnis anda, atau pelayanan anda.
Penting sekali anda bertanya, apakah cara atau metodeku sejalan dengan kehendak dan prinsip yang di katakan oleh Alkitab? Atau jangan-jangan tujuannya kelihatan mulia, tetapi cara yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut sangat bertentangan dengan Firman Allah. Barangkali anda merindukan sebuah posisi yang menurut anda dengan posisi tersebut anda dapat menjalankan program-program pelayanan anda, yaitu membantu fakir miskin, yatim piatu dan janda-janda; serta lebih jauh lagi anda punya mimpi yang besar untuk dapat memimpin dari posisi itu untuk kemajuan Injil. Tetapi untuk naik ke posisi tersebut, anda telah menyikut dan menendang begitu banyak orang dengan fitnah dan dengan cara-cara yang tidak terhormat.
Atau mungkin dalam berbisnis anda ingin meraup keuntungan yang besar, dengan tujuan anda akan melayani Tuhan, membantu pekerjaan Tuhan dan lain sebagainya, tetapi cara-cara yang anda pakai dalam berbisnis tidak sesuai dengan prinsi-prinsip Alkitab, ini pun salah.
Oleh sebab itu telitilah cara-cara anda di dalam semua aspek kehidupan anda, dan usahakanlah sedemikian rupa, supaya nama Tuhan dipermuliakan melalui perbuatan dan tindakan anda. Amin.
TELITI CARA HIDUPMU - Pdt. Eddy Tatimu
1 Petrus 2:12
“Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.”
Seringkali kita membaca dari sejarah ada yang berjuang untuk membela iman Kristen, melalui suatu cita-cita spiritual yang mulia, seperti Perang Salib. Tetapi cara-cara yang dipergunakan sama sekali salah. Begitu pula dengan sasaran atau target yang sudah anda tentukan tahun ini, penting sekali untuk diperhatikan apa metode dan cara yang anda gunakan untuk mencapainya. Apakah itu bisnis anda, atau pelayanan anda.
Penting sekali anda bertanya, apakah cara atau metodeku sejalan dengan kehendak dan prinsip yang di katakan oleh Alkitab? Atau jangan-jangan tujuannya kelihatan mulia, tetapi cara yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut sangat bertentangan dengan Firman Allah. Barangkali anda merindukan sebuah posisi yang menurut anda dengan posisi tersebut anda dapat menjalankan program-program pelayanan anda, yaitu membantu fakir miskin, yatim piatu dan janda-janda; serta lebih jauh lagi anda punya mimpi yang besar untuk dapat memimpin dari posisi itu untuk kemajuan Injil. Tetapi untuk naik ke posisi tersebut, anda telah menyikut dan menendang begitu banyak orang dengan fitnah dan dengan cara-cara yang tidak terhormat.
Atau mungkin dalam berbisnis anda ingin meraup keuntungan yang besar, dengan tujuan anda akan melayani Tuhan, membantu pekerjaan Tuhan dan lain sebagainya, tetapi cara-cara yang anda pakai dalam berbisnis tidak sesuai dengan prinsi-prinsip Alkitab, ini pun salah.
Oleh sebab itu telitilah cara-cara anda di dalam semua aspek kehidupan anda, dan usahakanlah sedemikian rupa, supaya nama Tuhan dipermuliakan melalui perbuatan dan tindakan anda. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)

