Jumat, 26 Maret 2010

Renungan 26 Maret 2010

Renungan 26 Maret 2010
ADA DAMAI DI WAKTU SUSAH - Pdt. Eddy Tatimu
Mazmur 139 : 1
“TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku.”

Seorang pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang tidak terpengaruh oleh apapun yang terjadi disekitarnya. Di luar bisa terjadi goncangan, tetapi manusia rohaninya yang di dalam seharusnya tetap tenang, tidak terpengaruh oleh keadaan di luar, damai sejahtera.
Tapi mungkinkah ada damai di masa yang sulit? Apakah Allah benar-benar bisa memberi damai sejahtera yang melampaui segala akal di saat kita sedang berada dalam penderitaan penyakit, di kegoncangan bisnis, di rumah duka?
Jawabannya BISA! Hanya jika anda dapat menerima keadaan tersebut. Dengan menerimanya maka terjadilah damai sejahtera yang sejati, suatu rasa aman yang meresap sampai kedalam hati. Anda bisa mengalami damai sejahtera Allah dan menerima kesulitan anda apabila anda menyadari bahwa masalah anda diijinkan Allah terjadi agar tujuan-Nya di dalam kehidupan anda tercapai.
Iblis harus meminta izin Allah untuk menyerang dan menghancurkan keluarga Ayub maupun harta kekayaannya. Tetapi Allah menentukan batas atas kegiatan setan dan melarang iblis membunuh Ayub – Ayub 2:6.
Apa yang terjadi dengan diri anda bukanlah diluar kontrol Allah. Juga tidak diluar hikmat-Nya. Juga tidak di luar kasih-Nya. Kejahatan bisa saja tampak seakan-akan berkuasa, tetapi Allah mengatasi keadaan tersebut demi tujuan-Nya.
Menerima keadaan bukan berarti pasrah, juga bukan berarti penyangkalan. Tetapi sebaliknya adalah kesadaran yang nyata bahwa kepedihan anda meskipun bukan dicetuskan Allah, semuanya sepengetahuan Allah dan akan menyesuaikan anda dengan citra Kristus. Haleluyah!
“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberika kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” – Pengkhotbah 3:11.

Tidak ada komentar: